Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

320 Roket Hizbullah Hujani Israel, Netanyahu Tetapkan Status Darurat 48 Jam

Novitri Selvia • Senin, 26 Agustus 2024 | 09:58 WIB

Ilustrasi. (Jawapos)
Ilustrasi. (Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Serangan balasan yang dijanjikan itu datang juga. Minggu (25/8), pasukan Hizbullah yang berbasis di Lebanon meluncurkan ratusan roket ke Israel.

Serangan itu adalah respons balasan dari Hizbullah karena kekejaman Israel yang telah membunuh komandan tinggi Hizbullah Fuad Shukr di Beirut, Lebanon, (30/7) lalu.

Sebelum Shukr terbunuh, di tempat berbeda, Israel juga membunuh Politbiro Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran. Pembunuhan Haniyeh dilakukan Israel hanya selang beberapa jam usai membunuh Shukr.

Atas pembunuhan itu, baik Hizbullah maupun Iran menjanjikan serangan balas dendam kepada Negara Yahudi. Kemarin (25/8), giliran Hizbullah melancarkan serangannya ke Israel. Sekitar 320 roket diluncurkan dari Lebanon ke situs-situs utama militer Israel (IDF).

“Memulai serangan udara dengan sejumlah besar pesawat nirawak yang menargetkan jauh ke dalam Israel. Menargetkan sejumlah posisi dan barak musuh serta platform Iron Dome dengan sejumlah besar roket. Operasi militer akan memakan waktu untuk diselesaikan,” ujar Hizbullah dilansir dari AFP.

Serangan Hizbullah itu membuat Israel menetapkan status darurat selama 48 jam, terhitung mulai hari Minggu pukul 06:00. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyebut, pihaknya meluncurkan serangan pre-emptive ke Lebanon.

“Deklarasi keadaan darurat memungkinkan IDF untuk mengeluarkan instruksi kepada warga Israel, termasuk membatasi pertemuan dan menutup lokasi yang mungkin relevan,” ujar Gallant.

Juru bicara IDF Daniel Hagari menyatakan, Israel menembakkan 40 roket ke wilayah Lebanon selatan. Hal itu disebut sebagai serangan pre-emptive.

“Dalam tindakan membela diri untuk menyingkirkan ancaman ini, (militer Israel) menyerang target teror di Lebanon, tempat Hizbullah berencana untuk meluncurkan serangan mereka terhadap warga sipil Israel,” ujar Hagari.

Israel mengklaim bahwa serangan Hizbullah berhasil dihalau. Namun, klaim itu dimentahkan oleh Hizbullah. Usai menghujani ratusan rudal ke negara Zionis, Hizbullah mengumumkan serangannya kemarin rampung.

“Operasi militer kami hari ini telah selesai dan terlaksana. Klaim Israel tentang tindakan pencegahan yang dilakukannya serta penggagalan serangan perlawanan adalah klaim kosong,” jelas Hizbullah dilansir Al Jazeera.

Kelompok yang dipimpin Hassan Nasrallah itu menyebut, serangannya menghantam 11 instalasi militer Israel, termasuk pangkalan Meron dan empat lokasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Tel Aviv.

Sirine darurat juga terus bergaung di berbagai penjuru Israel. IDF juga meminta warga di utara untuk mengungsi ke shelter jika diperlukan. Warga juga dilarang untuk berkerumun sementara waktu.

Sejumlah foto bukti yang dipublikasikan kantor berita Reuters pun memotret dengan jelas kerusakan di sejumlah titik yang terdampak serangan di Israel utara. Sejumlah warga juga tampak berdiri di luar bangunan tempat tinggal yang rusak dan semrawut di Acre, Israel utara.

Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv pun sempat ditutup dan seluruh penerbangan dari dan menuju bandara ditangguhkan. Para pelancong pun menghadapi kekacauan dan ketidakpastian di bandara setelah aktivitas ditangguhkan selama beberapa jam.

Penerbangan masuk dialihkan, sementara penerbangan keluar dihentikan sementara. Sejumlah maskapai asing juga telah membatalkan penerbangan mereka dari dan ke Israel.

Meski, sejumlah maskapai asing termasuk Air France, Aegean dan Wizz, masih melayani dalam kapasitas kecil. Otoritas Bandara Israel mengumumkan menutup bandara pada 5.20 pagi dan membukanya pada pukul 7.00.

Direktur Jenderal Bandara Ben Gurion Udi Bar Oz menuturkan, kemarin, dijadwalkan ada 310 penerbangan internasional dengan lebih dari 50 ribu penumbang. Jumlah itu terdiri dari maskapai penerbangan nasional Israel, El Al, dan 20 maskapai penerbangan asing.

“Ini akan menjadi hari yang rumit tetapi terkendali. Sebagian besar penerbangan akan berangkat, seiring berjalannya hari maka penundaan akan berkurang,” ujar Bar Oz dilansir Times of Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengadakan pertemuan kabinet keamanan. Dia membenarkan adanya serangan dari Hizbullah dan meminta warga untuk mematuhi aturan keamanan.

“Kami bertekad melakukan segalanya untuk melindungi negara kami, mengembalikan penduduk utara dengan selamat ke rumah mereka, dan terus menegakkan aturan sederhana: siapapun yang menyerang kami, akan kami serang,” tegas pria yang beberapa waktu lalu menjalani operasi turun berok itu.

Hamas Beri Pujian

Hamas memberikan pujian pada serangan Hizbullah ke Israel. Kelompok itu menyebut serangan balasan dari Hizbullah adalah tamparan di wajah bagi negara Zionis.

“Terorisme dan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina dan Lebanon tidak akan berlalu tanpa tanggapan, dan tidak akan mencapai tujuan dan rencana agresifnya,” jelas kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Hamas menambahkan, pemboman Israel di Lebanon yang menewaskan warga sipil juga merupakan pelanggaran terang-terangan pada semua piagam dan norma internasional. “Israel dan AS bertanggung jawab penuh atas perbuatannya,” imbuhnya.

Menanggapi meningkatnya ketegangan itu, Amerika Serikat mengatakan akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri.

“Atas arahan Presiden Joe Biden, pejabat senior AS telah berkomunikasi terus-menerus dengan rekan-rekan mereka di Israel. Kami akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri, dan kami akan terus bekerja untuk stabilitas regional,” ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Sean Savett. (dee/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Roket Hizbullah Hujani Israel #Israel #hizbullah #Ismail Haniyeh #idf israel #daniel hagari #netanyahu