Israel Bombardir Masjid dan Sekolah di Gaza, 26 Warga Palestina Tewas, Ratusan Terluka

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 7 Oktober 2024 | 02:08 WIB

Israel membombardir masjid dan sekolah yang menampung orang-orang mengungsi di kota pusat Deir el-Balah, Gaza. (Foto: Al Jazeera)
Israel membombardir masjid dan sekolah yang menampung orang-orang mengungsi di kota pusat Deir el-Balah, Gaza. (Foto: Al Jazeera)
PADEK.JAWAPOS.COM-Israel membombardir masjid dan sekolah yang menampung orang-orang mengungsi di kota pusat Deir el-Balah, Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa setidaknya 26 warga Palestina tewas dan banyak lainnya terluka setelah serangan pasukan Israel menghantam sebuah masjid dan sekolah.

Masjid dan sekolah tersebut merupakan tempat berlindung bagi warga yang mengungsi di Deir el-Balah, Gaza tengah.

"Jumlah syuhada yang dibawa ke rumah sakit akibat serangan di sekolah Ibn Rushd dan Masjid Syuhada al-Aqsa mencapai 26 orang, dengan banyak korban lainnya terluka," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza, Minggu (6/10/2024) seperti dilansir dari Al Jazeera.

Kementerian tersebut menambahkan bahwa dalam 24 jam terakhir, Israel telah melakukan tiga pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, dengan korban mencapai 45 orang tewas dan 256 orang terluka yang dilarikan ke rumah sakit.

Total korban sejak dimulainya perang di Gaza setahun lalu, telah mencapai 41.870 jiwa, dengan 97.166 warga Palestina terluka.

Militer Israel, dalam sebuah pernyataan, mengklaim bahwa masjid dan sekolah tersebut digunakan oleh kelompok Hamas sebagai pusat komando dan kontrol. Namun tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. 

Jurnalis Al Jazeera melaporkan dari Masjid Syuhada al-Aqsa di Deir el-Balah bahwa bangunan tersebut mengalami kerusakan parah.

"Kami melintas di depan masjid pagi ini dan melihat skala kehancuran yang terjadi, termasuk di bangunan-bangunan sekitar, seperti banyak toko di jalan utama," kata Hani Mahmoud, koresponden Al Jazeera.

Tim medis dan petugas pertahanan sipil membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk mengevakuasi jenazah dari reruntuhan karena tingkat kerusakan yang sangat parah.

Perintah Evakuasi Lebih Lanjut
Sementara itu, pada Minggu pagi, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi lebih lanjut bagi warga di Gaza utara.

Warga diperintahkan untuk meninggalkan wilayah tersebut dan pindah ke zona kemanusiaan di al-Mawasi yang sudah penuh sesak.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan bahwa Hamas telah membangun "infrastruktur teroris" di wilayah tersebut, memanfaatkan penduduk, tempat perlindungan, dan fasilitas kesehatan sebagai perisai manusia.

Perintah ini evaluasi dikeluarkan setelah peringatan serupa pada Sabtu, di mana ribuan warga Palestina yang mengungsi di Gaza tengah diperintahkan bersiap menghadapi serangan besar yang akan digunakan oleh militer Israel melawan Hamas di wilayah tersebut.

Pejabat Palestina dan PBB menyatakan bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza, termasuk di zona kemanusiaan, yang telah beberapa kali menjadi sasaran serangan rudal Israel.

"Perang kembali berkobar," kata Raed, 52 tahun, dari Jabalia, kepada Reuters.

Ia dan keluarganya meninggalkan wilayah tersebut menuju Gaza City.

"Puluhan ledakan dari serangan udara dan tembakan tank mengguncang tanah dan bangunan, terasa seperti hari-hari awal perang," lanjutnya melalui aplikasi pesan.

Hampir seluruh penduduk Gaza, yang berjumlah 2,3 juta jiwa, telah mengungsi setidaknya satu kali sejak Israel memulai perang di Gaza pada 8 Oktober lalu. Ratusan ribu orang bahkan telah mengungsi beberapa kali.

Militer Israel juga mengumumkan bahwa pasukannya telah mengepung kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara.

"Pasukan Brigade 401 dan Brigade 460 telah berhasil mengepung wilayah tersebut dan saat ini sedang melanjutkan operasi di area tersebut," ungkap militer tersebut dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Basal, menyatakan bahwa serangan di Jabalia semalam menewaskan sedikitnya 11 orang, dan lebih banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan.

Pasukan Israel telah secara rutin membombardir Jabalia sejak awal perang di Gaza, menyebabkan hampir seluruh penduduknya mengungsi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Sumber : al jazeera
israel serang masjid perang Gaza 2024 Korban Israel serangan israel di gaza Perang Israel dan Palestina israel serang sekolah serangan israel gaza