Mantan Jaksa Agung Florida ini dikenal sebagai loyalis Trump dan memiliki rekam jejak panjang di bidang hukum.
Pengumuman ini muncul beberapa jam setelah Matt Gaetz, pilihan awal Trump, menarik diri dari pertimbangan karena meningkatnya tekanan dan penolakan dari Partai Republik.
"Saya bangga mengumumkan mantan Jaksa Agung Negara Bagian Florida, Pam Bondi, sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat berikutnya. Pam adalah jaksa penuntut selama hampir 20 tahun, di mana dia sangat tegas terhadap penjahat kekerasan," kata Trump yang terpilih sebagai Presiden di Pilpres AS 2024, dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Profil Pam Bondi: Pengalaman dan Loyalitas
Bondi telah menjadi ketua di America First Policy Institute, sebuah lembaga pemikir yang didirikan oleh mantan staf pemerintahan Trump, dan bertugas di tim transisi pertama Trump.
Seperti dilansir dari The Guardian, Pam Bondi, 59 tahun, memiliki karier panjang sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Hillsborough County selama lebih dari 18 tahun.
Ia tidak dikenal dalam dunia politik ketika ia terpilih sebagai jaksa agung wanita pertama Florida pada tahun 2010 dan telah menerima dukungan dari mantan calon wakil presiden Sarah Palin.
Selama masa jabatannya, terjadi penembakan paling mematikan dan paling terkenal yang pernah terjadi di negara ini.
Pada tahun 2016, setelah 47 orang ditembak dan tewas serta lebih dari 50 orang terluka dalam serangan ekstremis di sebuah klub malam LGBTQIA+ di Orlando.
Bondi dikritik atas dukungannya terhadap larangan pernikahan sesama jenis di negara bagian tersebut.
Bondi mendukung undang-undang pembatasan senjata yang menaikkan usia pembelian senjata dari 18 tahun menjadi 21 tahun dan memperkuat keamanan sekolah.
Hubungan Bondi dengan Trump sudah terjalin sejak bertahun-tahun lalu. Saat menjabat sebagai jaksa agung Florida, ia mendukung Trump tahun 2016 ketimbang kandidat dari negara bagian asalnya, Marco Rubio.
Bondi juga menjabat sebagai salah satu pengacara Trump selama sidang pemakzulan 2019, dan memberikan dukungan terbuka kepada Trump di berbagai kasus hukum.
Ia dikenal lantang mengkritik kasus hukum yang diajukan terhadap Trump dan jaksa khusus Jack Smith. Ia menyebut tuduhan terhadap Trump sebagai "upaya politisasi sistem hukum."(*)
Editor : Heri Sugiarto