Pada tahun 2025, hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada 3-4 Januari, dan Quadrantid akan aktif hingga 16 Januari mendatang.
Hujan meteor ini berasal dari debu-debu sisa komet yang dikenal sebagai asteroid 2003 EH1, asteroid kecil yang ditemukan pada 6 Maret 2003.
Beberapa astronom berpendapat bahwa asteroid ini kemungkinan bagian dari komet yang telah mati atau komet batu.
Saat bumi melewati jejak debu ini setiap tahunnya, partikel-partikel tersebut terbakar di atmosfer bumi dan menciptakan hujan meteor yang indah, seperti bintang yang jatuh ke bumi.
Puncak hujan meteor Quadrantid akan terjadi pada 3-4 Januari 2025. Pada puncaknya, diperkirakan sebanyak 120 meteor akan terlihat per jam, dengan partikel-partikel tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per detik.
Pengamatan terbaik adalah dari wilayah Barat Laut dan Pasifik, dari Hawaii dan alaska. Fenomena ini juga dapat dilihat dari wilayah Indonesia kemungkinan akan memiliki kesempatan terbaik untuk melihat tahun ini.
Untuk menyaksikan hujan meteor Quadrantid, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
- Pilih lokasi yang minim polusi cahaya, cari tempat yang jauh dari lampu kota untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas.
- Cari lokasi yang terbuka, hindari tempat yang terhalang oleh perbukitan, pepohonan, atau bangunan.
- Cari waktu yang tepat, pengamatan terbaik adalah saat tengah malam hingga dini hari. Pastikan langit tidak tertutup awan.
- Siapkan diri dengan pakaian yang sesuai, suhu malam bisa cukup dingin, jadi kenakan pakaian yang nyaman dan hangat.
- Sediakan alat yang dibutuhkan, seperti teropong bintang, atau kamera, anda bisa mengabadikannya sebagai moment diawal tahun ini. (*)