Trump menegaskan bahwa seluruh anggota kelompok tersebut tidak akan aman jika tidak segera membebaskan tawanan Israel yang ditahan di Gaza.
“Saya mengirimkan semua yang Israel butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Trump. “Tidak satu pun anggota Hamas yang akan selamat jika kalian tidak melakukan apa yang saya perintahkan,” tandasnya.
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan mantan sandera Hamas dan mengecam perlakuan kelompok tersebut terhadap mereka.
“Ini peringatan terakhir kalian! Bagi para pemimpin Hamas, sekaranglah waktunya untuk meninggalkan Gaza selagi masih ada kesempatan,” tegasnya.
Presiden AS juga menyampaikan pesan langsung kepada warga Gaza.
“Masa depan yang indah menanti kalian, tetapi tidak jika kalian tetap menahan sandera. Jika kalian melakukannya, kalian mati! Buat keputusan yang cerdas. bebaskan sandera sekarang, atau akan ada neraka yang menanti!" kata Trump.
Di sisi lain, Hamas menanggapi peringatan Trump dengan menyebutnya sebagai bentuk dukungan AS terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghindari perjanjian gencatan senjata.
Dalam pernyataan kepada Reuters, Hamas menegaskan bahwa cara terbaik untuk membebaskan para tawanan adalah dengan melanjutkan negosiasi dan menjalankan kesepakatan yang telah disetujui.
Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah
Sementara ketegangan politik meningkat, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Blokade Israel telah menyebabkan lonjakan harga pangan dan kelangkaan bahan pokok.
Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa stok makanan di Gaza bisa habis dalam waktu kurang dari dua minggu.
UNICEF juga mengingatkan bahwa blokade ini berdampak serius terhadap layanan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan bayi baru lahir.
Juru bicara UNICEF Rosalia Bollen, yang berada di Gaza, mengatakan bahwa keterbatasan akses terhadap vaksin dan ventilator untuk bayi prematur dapat berakibat fatal.
“Jika bantuan tidak segera masuk, vaksinasi rutin akan terhenti, dan unit neonatal tidak akan bisa merawat bayi prematur,” katanya seperti dilansir dari Al Jazeera.(*)
Editor : Heri Sugiarto