Unit khusus kepolisian Italia, Digos, saat ini tengah menyelidiki kemungkinan bahwa kelompok anarkis bertanggung jawab atas insiden ini.
Seorang sumber keamanan mengatakan bahwa investigasi difokuskan pada dugaan keterlibatan kelompok ekstremis dalam pembakaran tersebut.
Tesla telah menjadi sasaran perusakan di beberapa negara sebagai bentuk protes terhadap aktivitas politik Musk yang cenderung mendukung kelompok sayap kanan.
Miliarder yang juga memiliki platform media sosial X ini diketahui bekerja sama dengan mantan Presiden AS Donald Trump dan mendukung partai-partai sayap kanan di Eropa.
Melalui unggahan di X, Musk menanggapi kebakaran di Roma dengan satu kata: “terrorism.”
Rekaman drone menunjukkan sisa-sisa kendaraan yang terbakar tersusun dalam dua baris bersebelahan, dengan satu baris lainnya sedikit terpisah.
Pemadam kebakaran Italia menyebut dalam pernyataan resminya bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 04.30 waktu setempat.
Sebagian bangunan dealer mengalami kerusakan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, yang juga pemimpin partai sayap kanan League, turut memberikan dukungan kepada Musk.
Dalam unggahan di X, Salvini menulis, “Terlalu banyak kebencian yang tidak beralasan terhadap Tesla.” Ia juga menyerukan diakhirinya konflik dan menyatakan solidaritasnya kepada Musk serta para pekerja Tesla yang menjadi sasaran serangan.
Sementara itu, aksi vandalisme terhadap Tesla juga terjadi di Swedia. Dua toko Tesla serta beberapa mobil dirusak di ibu kota Stockholm dan kota pesisir Malmo pada hari yang sama.
Menurut laporan media Swedia, toko Tesla di Malmo disemprot cat oranye. Polisi setempat telah menahan empat orang dan sedang menyelidiki motif di balik aksi tersebut.
“Kami menerima laporan tentang seseorang yang mengecat sebuah bangunan dan mobil di Boplatsgatan,” demikian pernyataan polisi Malmo secara daring, merujuk pada sebuah jalan dekat pusat kota.
Selain di Eropa, serangan terhadap Tesla juga terjadi di Amerika Serikat.
Jaksa di Colorado bulan lalu mendakwa seorang wanita atas keterlibatannya dalam serangan terhadap dealer Tesla, termasuk pelemparan bom molotov ke kendaraan dan vandalisme dengan tulisan "Nazi cars" di sebuah bangunan.
Sementara itu, agen federal di Carolina Selatan telah menangkap seorang pria yang diduga membakar stasiun pengisian daya Tesla di dekat Charleston.
Penjualan kendaraan Tesla di Eropa anjlok 49 persen dalam dua bulan pertama tahun ini, meskipun penjualan kendaraan listrik secara keseluruhan tumbuh.
Namun, penjualan Tesla menurun secara global.(*)
Editor : Heri Sugiarto