Menurut laporan dari pihak berwenang, insiden terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat ketika Uribe Turbay sedang berbicara di hadapan pendukungnya. Tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan Uribe Turbay terjatuh dengan luka di kepala.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan massa, sementara pengawal pribadi Uribe Turbay segera bertindak. Pelaku penembakan, seorang remaja berusia 15 tahun, berhasil ditangkap di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, motif penembakan masih dalam penyelidikan. Pemerintah Kolombia telah mengerahkan militer dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengecam keras serangan tersebut dan membatalkan kunjungannya ke Prancis karena keseriusan kejadian ini.
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, menyatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan adanya dalang di balik serangan ini, termasuk apakah pelaku bertindak sendiri atau ada keterlibatan kelompok tertentu.
Serangan terhadap Uribe Turbay memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak. Laura Sarabia, Menteri Luar Negeri Kolombia, menyatakan bahwa kekerasan tidak boleh menjadi jalan dalam politik dan berharap Uribe Turbay segera pulih.
Sementara itu, mantan Presiden Alvaro Uribe, pendiri partai Centro Democratico, menyebut serangan ini sebagai serangan terhadap harapan negara.
Uribe Turbay saat ini dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Pemerintah telah menawarkan hadiah bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait pelaku dan motif di balik serangan ini.
Kasus ini semakin menyoroti tantangan keamanan dalam politik Kolombia, yang selama bertahun-tahun diwarnai oleh kekerasan terhadap tokoh publik.(*)
Editor : Hendra Efison