Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ayah Elon Musk Sebut Konflik Anaknya dengan Trump Akibat Stres Berat 5 Bulan

Heri Sugiarto • Senin, 9 Juni 2025 | 23:55 WIB

Musk menerima kunci emas saat ia meninggalkan jabatannya di pemerintahan, beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Reuters)
Musk menerima kunci emas saat ia meninggalkan jabatannya di pemerintahan, beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Reuters)
PADEK.JAWAPOS.COM-Perseteruan terbuka antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Tesla serta SpaceX Elon Musk diminta segera dihentikan oleh ayah Musk, Errol Musk.

Ia menyebut konflik tersebut dipicu oleh lima bulan tekanan intens yang dialami kedua belah pihak.

Trump dan Musk mulai saling serang di media sosial pekan lalu. Musk menyebut rancangan undang-undang pajak dan belanja yang diusung Trump sebagai "kekejian yang menjijikkan".

Saat diwawancara Reuters dalam sebuah konferensi yang digelar oleh taipan konservatif Rusia di Moskow pada Senin (9/6), Errol Musk mengatakan bahwa dalam kondisi penuh tekanan, orang kadang tidak bisa berpikir jernih.

“Mereka telah mengalami lima bulan tekanan intens. Semua oposisi telah tersingkir dan sekarang hanya mereka berdua yang tersisa di arena. Mereka hanya saling menyingkirkan, dan sekarang mencoba menyingkirkan satu sama lain – ini harus dihentikan,” ujar Errol Musk.

Ketika ditanya bagaimana konflik ini akan berakhir, Errol menjawab, “Oh, ini akan berakhir dengan baik – sangat segera.”

Trump sebelumnya menyatakan bahwa hubungannya dengan Musk sudah berakhir.

Ia memperingatkan akan ada “konsekuensi serius” jika Musk memutuskan untuk mendanai kandidat dari Partai Demokrat yang menentang anggota Partai Republik yang mendukung RUU pajak dan belanja tersebut.

Diketahui, Musk turut mendanai sebagian besar kampanye Trump untuk pemilihan presiden AS 2024.

Trump bahkan menunjuk Musk untuk memimpin upaya pengurangan pegawai federal dan pemangkasan anggaran.

Dalam kesempatan yang sama, Errol Musk menyatakan tetap mendukung anaknya.

“Elon tetap berpegang pada prinsipnya. Tapi kamu tidak selalu bisa berpegang pada prinsip di dunia nyata. Terkadang kamu harus memberi dan menerima,” ujarnya.

Di tengah memanasnya situasi, Wakil Presiden AS JD Vance turut angkat bicara. Dalam wawancara dengan komedian sekaligus podcaster Theo Von—salah satu influencer "manosphere" yang ditarget tim kampanye Trump untuk menarik suara pemilih pria muda—Vance menyebut tindakan Musk sebagai "kesalahan besar".

“Saya harap suatu saat Elon kembali ke barisan. Mungkin itu tidak mungkin sekarang karena dia sudah terlalu meledak,” kata Vance, dilansir Sky News.

Ia juga menyebut bahwa ledakan emosi seperti itu bisa terjadi pada siapa pun. “Saya sendiri pernah meledak jauh lebih buruk daripada Elon Musk dalam 24 jam terakhir,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Gedung Putih maupun Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi. (*)

Editor : Heri Sugiarto
#tesla #UU pajak #Errol Musk #donald trump #elon musk #spacex #Konflik Trump dan Musk #jd vance