PADEK.JAWAPOS.COM-”So Donald Trump, since I know you’re watching. I have four words for you: Turn the volume up!”
Kalimat bernada tantangan itu diucapkan Zohran Mamdani, Wali Kota Terpilih New York, saat pidato kemenangannya, Selasa (4/11).
Video potongan pernyataan itu kini viral di media sosial maupun media mainstream. Banyak yang memujinya sebagai wali kota muda yang pemberani.
Hubungan Mamdani dan Trump memang memanas. Trump bahkan menyebut Mamdani sebagai komunis dan pembenci Yahudi. Namun, serangan-serangan Trump terbukti sia-sia.
Kini, setelah terpilih sebagai Wali Kota New York, Mamdani menyadari bahwa Trump bakal berusaha mengganjal berbagai kebijakannya. Kepada BBC, Mamdani mengaku siap menghadapi tekanan politik dari pemerintahan Trump.
Termasuk menghadapi ancaman Trump yang akan menahan dana federal untuk New York. “Saya tahu ancaman itu tak terhindarkan, tetapi itu tidak akan menghentikan rencana saya untuk menurunkan biaya hidup,” tegas Mamdani.
Mamdani menyebut hubungan dengan Washington akan bersifat pragmatis. “Saya akan membela kota ini, namun saya juga memastikan bahwa kita tidak menjadikan Washington sebagai alasan atas seluruh persoalan di New York,” katanya.
Menjelang pelantikannya sebagai Wali Kota New York, Mamdani telah membentuk tim transisi. Anggota tim tersebut seluruhnya perempuan. Mereka akan mempersiapkan susunan kabinet serta arah kebijakan pemerintahan menjelang pelantikan Mamdani.
Dalam konferensi pers di Unisphere, Queens, Rabu (5/11) waktu setempat, Mamdani menyebut penunjukan ini sebagai langkah penting untuk memastikan transisi yang inklusif dan berorientasi pada solusi.
“Saya dan tim akan membangun Balai Kota yang mampu mewujudkan janji-janji kampanye,” ujarnya, dikutip dari Time. Dia juga menegaskan bahwa pemerintahannya akan bekerja setiap hari untuk menghormati amanah warga New York.
Ahli strategi politik progresif Elana Leopold ditunjuk sebagai direktur eksekutif tim transisi. Leopold merupakan ajudan lama mantan Wali Kota Bill de Blasio sekaligus penasihat senior dalam kampanye Mamdani.
Dia akan bekerja dengan Maria Torres-Springer, mantan Wakil Wali Kota pertama di era Eric Adams. Ada juga beberapa nama lain yang tak asing di birokrasi New York.
Menurut laporan The Guardian, Mamdani menang dalam pemilihan wali kota dengan mengusung agenda progresif yang menekankan keadilan sosial dan keterjangkauan hidup.
Beberapa janji politiknya, antara lain, pembekuan sewa bagi apartemen stabilisasi, layanan bus gratis, penitipan anak universal, serta pendirian toko bahan pokok yang dikelola pemerintah kota.
Dia berjanji membiayai program-program tersebut melalui kenaikan pajak bagi korporasi dan warga berpenghasilan tinggi.
Kampanye Mamdani berhasil menghimpun lebih dari USD 20 juta dari donasi kecil, dengan rata-rata sumbangan sekitar USD 80, menjadikannya rekor tertinggi dalam sejarah pemilihan wali kota New York.
Tim transisi yang dipimpin Leopold akan bertugas menyeleksi calon wakil wali kota serta para kepala dinas. Mamdani mengatakan, beberapa nama yang akan diumumkan cukup familiar bagi warga New York. “Semua memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan persoalan lama dengan solusi baru,” katanya.
Mamdani juga menegaskan niatnya mempertahankan Komisaris Polisi Jessica Tisch. Dia sebelumnya diangkat oleh Adams. Tisch belum secara terbuka menyatakan apakah akan tetap menjabat.
Namun, para ajudan Mamdani meyakini Tisch akan melanjutkan perannya di bawah pemerintahan baru. Pemilihan wali kota New York mencatat rekor partisipasi tertinggi dalam lebih dari lima dekade. Lebih dari dua juta warga memberikan suara.
Mamdani unggul sekitar sembilan poin persentase atas lawannya, mantan gubernur Andrew Cuomo. Kemenangan tersebut menjadikannya wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York sekaligus salah satu eksekutif sosialis demokrat termuda di Amerika Serikat.
Sebagai wali kota, Mamdani akan memimpin sekitar 300 ribu pegawai pemerintah kota dan mengawasi anggaran tahunan yang mencapai lebih dari USD 100 miliar. Dia menyebut pemerintahannya akan berfokus pada pemecahan masalah lama dengan pendekatan baru.
Tim transisi Mamdani kini mulai bekerja untuk memastikan kelancaran peralihan kekuasaan hingga pelantikannya pada Januari mendatang.
Di tengah ekspektasi publik yang tinggi terhadap agenda sosialnya yang ambisius, Mamdani menegaskan, dia akan memimpin dengan berani dan memilih berkolaborasi.
“Tugas saya sekarang adalah memimpin seluruh kota, dan saya menantikannya,” katanya. (lyn/oni/jpg)
Editor : Novitri Selvia