Insiden tersebut mengguncang area padat penduduk di dekat Red Fort Metro Station, tidak jauh dari situs bersejarah Benteng Merah (Red Fort) yang menjadi simbol kemerdekaan India.
Menurut Kepolisian Delhi, ledakan terjadi sekitar pukul 18.52 waktu setempat (20.52 WIB) saat sebuah mobil Hyundai i20 berhenti di lampu merah dan tiba-tiba meledak.
“Sebuah kendaraan yang berhenti di persimpangan lampu merah tiba-tiba meledak. Akibat ledakan itu, beberapa kendaraan di sekitarnya juga mengalami kerusakan,” ujar Komisaris Polisi Delhi Satish Golcha kepada wartawan.
Rekaman dari lokasi memperlihatkan kobaran api besar dan asap tebal membumbung dari beberapa kendaraan. Petugas pemadam kebakaran menyebut enam mobil dan tiga becak motor (autorickshaw) terbakar hebat.
Penyelidikan dan Penahanan Awal
Polisi telah menahan pemilik awal mobil, Mohammad Salman, di Gurugram, Haryana. Berdasarkan penyelidikan awal, mobil itu dibeli Salman pada 2013 dan dijual ke pria lain di New Delhi, yang kemudian juga menjualnya kembali. Kedua orang tersebut kini telah ditahan untuk dimintai keterangan.
Meski kepemilikan kendaraan telah berpindah tangan, mobil masih terdaftar atas nama Salman dan menggunakan pelat nomor Haryana, sebagaimana dilaporkan sejumlah media lokal.
Polisi membuka penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA) — aturan utama India dalam memberantas terorisme — serta Undang-Undang Bahan Peledak. Langkah ini menunjukkan bahwa ledakan diperlakukan sebagai dugaan aksi teror, meski penyebab pasti dan pelaku utama masih diselidiki.
Lokasi Strategis dan Signifikansi Red Fort
Ledakan terjadi di kawasan yang sangat ramai, hanya beberapa meter dari pintu masuk Red Fort Metro Station, pintu utama menuju Benteng Merah (Red Fort) — peninggalan era Mughal yang dibangun oleh Kaisar Shah Jahan pada 1546.
Benteng ini memiliki nilai historis tinggi bagi rakyat India. Dari benteng inilah Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru, menyampaikan pidato kemerdekaan pada 15 Agustus 1947.
Hingga kini, setiap Hari Kemerdekaan India, perdana menteri akan mengibarkan bendera nasional dan berpidato di lokasi yang sama.
India Siaga Nasional
Setelah insiden tersebut, pemerintah India meningkatkan kewaspadaan nasional. Pemeriksaan keamanan diperketat di stasiun kereta api utama, termasuk di Delhi, Mumbai, dan negara bagian Uttar Pradesh.
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran New Delhi, proses pemadaman berlangsung hingga malam hari, sementara korban luka dibawa ke Lok Nayak Hospital dan beberapa rumah sakit lain.
Pasukan anti-ledakan dan forensik juga dikerahkan untuk menelusuri bahan peledak yang digunakan serta memeriksa kemungkinan jaringan yang terlibat.
Penangkapan di Haryana
Beberapa jam sebelum ledakan, Kepolisian Haryana mengumumkan penangkapan seorang dokter asal Kashmir yang diduga merencanakan serangan teror.
Dari penggeledahan di rumahnya, ditemukan 2.900 kilogram bahan peledak, 20 timer, 24 remote control, sebuah senapan, dan puluhan peluru aktif.
Namun, hingga kini pihak berwenang belum mengonfirmasi hubungan langsung antara penangkapan tersebut dengan ledakan di New Delhi.
Kesaksian Warga dan Pernyataan Pemerintah
Saksi mata menggambarkan suasana mencekam usai ledakan. “Tiba-tiba terdengar suara ledakan besar. Kami berlari, tapi takut mendekat. Saya melihat potongan tubuh berserakan,” ujar Irfan, warga setempat.
Beberapa keluarga masih mencari anggota yang hilang. Nazish Malik, seorang warga, mengatakan iparnya yang bekerja sebagai pengemudi becak listrik belum ditemukan. “Teleponnya diambil polisi di pos Red Fort. Kami diberitahu dia dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa dan memastikan pemerintah memberikan bantuan kepada para korban.
“Saya turut berduka atas korban jiwa akibat ledakan di Delhi malam ini. Pemerintah akan memastikan semua korban mendapat perawatan terbaik,” kata Modi melalui pernyataan resminya.(*)
Editor : Heri Sugiarto