Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Update Gempa Kembar Venezuela: 188 Orang Tewas, 200 Korban Masih Terjebak di Reruntuhan

Heri Sugiarto • Jumat, 26 Juni 2026 | 03:37 WIB
Tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan setelah gempa kembar yang menewaskan ratusan orang di Venezuela. (Foto: X @radio580nic)
Tim penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan setelah gempa kembar yang menewaskan ratusan orang di Venezuela. (Foto: X @radio580nic)

PADEK.JAWAPOS.COM-Sedikitnya 188 orang tewas dan lebih dari 1.520 lainnya terluka setelah gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu malam, 24 Juni 2026 waktu setempat. Otoritas setempat juga memperkirakan sekitar 200 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak paling parah.

Angka korban terbaru tersebut disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, pada Kamis (26/6). Menurutnya, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung di sejumlah daerah yang sulit dijangkau.

"Tim penyelamat dari AS, Meksiko, Spanyol, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang menuju Venezuela untuk membantu, kata Rodríguez, dikutip dari ABC News.

Rodríguez mengatakan, setidaknya 2.927 keluarga telah terdampak, dan ia menyerukan agar masyarakat tetap berada di rumah.

USGS Keluarkan Peringatan Merah

Dua gempa besar yang terjadi secara beruntun tersebut diklasifikasikan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebagai fenomena gempa kembar atau doublet earthquake.

USGS mengeluarkan peringatan PAGER merah (Red Alert), yang menunjukkan potensi korban jiwa tinggi dan kerusakan luas akibat bencana tersebut. Lembaga itu juga memperingatkan bahwa dampak gempa kemungkinan meluas mengingat tingkat kerentanan infrastruktur di sejumlah wilayah Venezuela.

USGS memperkirakan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan melebihi 1.000 dan berpotensi melampaui 10.000.

Sedikitnya 250 Bangunan Rusak atau Hancur

Jorge Rodriguez mengatakan sedikitnya 250 bangunan mengalami kerusakan berat atau hancur akibat guncangan gempa.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling serius adalah La Guaira di pesisir Karibia. Pemerintah Venezuela menyebut daerah tersebut menghadapi kerusakan dalam skala besar sehingga menjadi fokus utama operasi tanggap darurat.

Tim pencarian dan penyelamatan masih bekerja di berbagai lokasi yang dipenuhi puing bangunan untuk mencari korban yang kemungkinan masih hidup di bawah reruntuhan.

Presiden Sementara Delcy Rodriguez Tinjau Lokasi Bencana

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, telah mengunjungi wilayah terdampak untuk memantau langsung penanganan darurat dan koordinasi bantuan.

Pemerintah juga menetapkan status keadaan darurat setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah negara itu. Bandara Internasional Simon Bolivar di Caracas dilaporkan ditutup sementara akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

Selain korban jiwa dan kerusakan bangunan, gangguan terhadap layanan dasar juga masih terjadi di beberapa daerah.

Komunikasi dan Listrik Terganggu

Organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF) melaporkan sejumlah wilayah masih mengalami gangguan jaringan telepon seluler, internet, dan pasokan listrik.

Beberapa fasilitas olahraga dan bangunan publik kini dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

MSF juga menyebut banyak warga masih bertahan di ruang terbuka karena rumah mereka rusak atau karena kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan.

Dukungan Internasional Mulai Berdatangan

Gelombang dukungan internasional terus mengalir kepada Venezuela.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan bahwa sistem PBB sedang memobilisasi bantuan untuk mendukung upaya tanggap darurat.

Dari Amerika Serikat, Marco Rubio menjanjikan respons cepat terhadap bencana tersebut. Pemerintah AS menyatakan kesiapan untuk membantu operasi kemanusiaan dan penyelamatan.

Sementara itu, Iran turut menyampaikan belasungkawa dan menyatakan kesiapan membantu proses pemulihan. Di saat yang sama, World Bank Group mengonfirmasi sedang berkomunikasi dengan pemerintah Venezuela untuk menentukan bentuk dukungan yang dapat diberikan.

Jumlah Korban Diperkirakan Masih Bertambah

Hingga kini, fokus utama pemerintah Venezuela dan tim penyelamat masih tertuju pada pencarian sekitar 200 orang yang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.

Otoritas memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa maupun kerusakan kemungkinan masih akan bertambah seiring masuknya laporan dari wilayah-wilayah terpencil yang belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh tim penyelamat.

Dengan ratusan korban meninggal dan kerusakan yang meluas di berbagai daerah, gempa kembar Venezuela menjadi salah satu bencana paling mematikan yang melanda negara Amerika Selatan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Gempa Venezuela #Gempa Kembar Venezuela #Korban Gempa Venezuela #La Guaira #USGS