Saat ini perguruan tinggi tersebut telah terakreditasi B, dan terus berupaya terus berkembang, serta bertahan. Tidak hanya itu, AKBP STIE juga tengah proses berubah menjadi universitas.
"Untuk menjadi sebuah universitas harus memiliki minimal 5 program studi (prodi), sekarang kita baru punya 4. Insya Allah sekarang lagi proses prodi S1 Hukum, jika ini sudah keluar izinnya, ada mahasiswanya kita bisa pindah ke universitas," jelas Ketua AKBP STIE Febryandhie Ananda, SE, M.Si.
Perguruan tinggi tersebut saat ini terdiri dari dua institusi yaitu AKBP dan STIE AKBP yang dibawahi Yayasan Lembaga Pembangunan Nasional Sumatera Barat (YLPNSB). Dilihat dari sisi sarana dan prasarana AKBP-STIE saat ini, katanya sudah sangat bagus. Mulai dari gedung kuliah yang lengkap dan memiliki AC.
"Kita juga memiliki aula yang lengkap, labor bahasa, labor komputer, dan juga punya bank mini. Untuk akreditasi sendiri kita Alhamdulillah sudah B, dan prodinya pun juga ada yang B dan ada yang baik," tuturnya.
Sementara, perkembangan dosen yang dimiliki saat ini 50-60 persen telah bersertifikasi dan sudah diakui kualitasnya oleh negara. Kemudian, untum Lektor Kepala saat ini telah ada sebanyak dua orang dan dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan akan berubah jadi profesor.
"Kita kurikulumnya mengikuti pemerintah, yakni Kampus Merdeka. Namun untuk kurikulum kita belum banyak menerapkan seperti yang di negeri, hanya saja secara total untuk S1 ada 144 sks, D3 80 sks. Nah untuk kerja sama Kampus Merdeka, kita baru dengan Bank BPR se-Sumbar," ungkapnya ketika dikunjungi Padang Ekspres, Jumat (9/9).
Selain itu, meskipun hanya sekolah tinggi, namun gedung yang dimiliki AKBP STIE saat ini sudah tergolong pada kelas universitas. Sehingga selain unggul pada lokasi, kampus ini juga unggul dari segi fasilitas.
"Sekarang kita juga tengah proses membangun atau mengupgrade Aula, dan kita buat full AC, sehingga layak untuk digunakan sebagai ruang seminar internasional. Terus sekarang juga kita tengah bangun pondasi, meskipun tidak dalam waktu dekat selesai. Tapi kita ingin membangun gedung serba guna," tuturnya.
Kemudian, dari segi sistim operasi prosedur kampus tersebut sudah terverifikasi ISO. Lalu, prestasi dibidang penelitian AKBP STIE telah mendapat HIBAH dari Kemendistek dikti sekitar Rp1 miliar, yang berupa laptop dan alat pembaelajaran lainnya.
"Banyak ya, seluruh kampus baik negeri maupun swasta mendapatkan KIP kuliah, nah itu kita juga mendapatkannya. Dan Alhamdulillah dari tahun ke tahun kita naik, sekitar di range 50-70 orang per tahunnya. Terus kita juga sediakan beasisw dari yayasan ada 30 orang, dimana sama dengan beasiswa KIP," ungkapnya.
Selain itu, perguruan tinggi ini juga baru bekerjasama dengan Baznas, sehingga meskipun tidak banyak. Mahasiswa juga terbantu dengan beasiswa dari Baznas. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada keuangan dan perbankan, lulusan AKBP STIE ditargetkan mampu bekerja di dunia perbankan, dan juga menjadi pengusaha.
"Secara kurikulum kita lebih kuat di keuangan dan perbankan, jadi kita mengharapkan lulusan bisa masuk diterima, terserap 100 persen ke bidang perbankan. Dan Alhamdulillah BPR menerima seluruh lulusan kita yang melamar di sana, karena sebelumnya mahasiswa kita juga magangnya di bank tersebut," paparnya.
Saat ini AKBP STIE memiliki mahasiswa aktif yang terdaftar sebanyak 1.230 orang. Dia juga menyebutkan mahasiswa baru sekarang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya AKBP STIE selalu menerima sebanyak 250 orang, sementara sekarang baru terdata sebanyak 180 orang.
"Tapi kan sekarang kita masih buka pendaftaran sampai awal kuliah, jadi insya Allah semoga saja ini nantinya terus bertambah, karena saat ini kita juga tegah tahap promosi, mudah-mudahan nantinya target dapat tercapai," tutupnya. (cr4) Editor : Admin Padek