PADEK.CO—Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB) dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, telah melakukan sebuah inisiatif pengabdian masyarakat di Nagari Kataping, Batang Anai, Padangpariaman, Kamis (29/2) lalu. Upaya ini merupakan bentuk nyata dari perhatian terhadap tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian, terutama di Nagari Ketaping.
Menurut Sekretaris Nagari, Samsurizal, Nagari Ketaping memiliki potensi pertanian yang cukup besar, dengan lebih dari 60 persen wilayahnya merupakan lahan pertanian. Tanaman yang ditanam di sana meliputi jagung, padi, hortikultura, cabai, kacang panjang, ubi, dan lain sebagainya.
Namun, seiring berjalannya waktu, terjadi pergeseran pola tanam akibat kendala seperti kekurangan air dan kerusakan bendungan. Banyak petani yang beralih ke tanaman cabai, namun mereka menghadapi masalah serius dalam menjaga kualitas hasil panen, terutama karena tanaman cabai rentan rusak setelah panen.
Dalam kegiatan pengabdian ini, Departemen TPB memperkenalkan sebuah inovasi berupa alat yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan hasil panen. Alat ini menggunakan teknologi Sinar Ultraviolet-C (UVC) yang dapat meningkatkan daya tahan cabai dan produk pertanian lainnya.
Menurut Khandra Fahmy, seorang dosen TPB, sebanyak 30-40% hasil panen mengalami penyusutan karena kerusakan, dan penanganan pascapanen biasa seperti pendinginan dengan suhu rendah dapat meningkatkan biaya produksi.
Oleh karena itu, alat penyinaran sinar UV menjadi solusi praktis karena efektif dalam membunuh mikroba yang berpotensi merusak hasil panen. Alat ini juga sederhana dan mudah didapatkan, seperti lampu sinar UVC.
Kehadiran alat ini membawa harapan baru bagi masyarakat Nagari Kataping, yang merasa sangat antusias dan mengapresiasi upaya Departemen TPB dalam meningkatkan kesejahteraan mereka melalui inovasi teknologi dalam bidang pertanian. (*)
Editor : Hendra Efison