Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengenal DeepSeek: AI China yang Menjadi Pesaing Baru AS

Suci Kurnia Putri • Selasa, 28 Januari 2025 | 13:06 WIB

DeepSeek, Teknologi AI revolusioner dari China yang mengguncang dunia teknologi.
DeepSeek, Teknologi AI revolusioner dari China yang mengguncang dunia teknologi.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kemunculan DeepSeek, sebuah startup AI asal China, menarik perhatian dunia teknologi dengan klaimnya yang berani menciptakan model AI setara atau lebih unggul dari model terkemuka Amerika Serikat, namun dengan biaya yang jauh lebih rendah. 

Fenomena ini menjadi sorotan, tidak hanya karena dampaknya terhadap sektor teknologi, tetapi juga karena potensinya mengguncang dominasi pemain besar di industri kecerdasan buatan.

Mengapa DeepSeek Jadi Pusat Perhatian?

Dikutip dari website Reuters pada Selasa (28/1/25), Peluncuran ChatGPT pada akhir 2022 memicu perlombaan di China untuk mengembangkan chatbot AI yang mampu bersaing di panggung global. 

Namun, kesenjangan kemampuan antara model China dan Amerika membuat ekspektasi publik terhadap teknologi AI lokal sempat melemah.

DeepSeek mengubah narasi ini dengan dua model andalannya, DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1, yang berhasil mendapatkan pujian dari insinyur teknologi Silicon Valley.

Model-model ini diklaim memiliki kemampuan setara dengan OpenAI dan Meta, namun dengan efisiensi biaya yang mengagumkan. 

Bahkan, DeepSeek-R1 disebut 20 hingga 50 kali lebih hemat biaya dibandingkan model sejenis dari OpenAI, tergantung pada tugas yang dilakukan.

Keunggulan biaya ini menarik perhatian besar di sektor teknologi global, terutama ketika DeepSeek mengklaim bahwa pelatihan model DeepSeek-V3 hanya membutuhkan kurang dari $6 juta sumber daya komputasi.

Kontroversi dan Tantangan

Namun, tidak semua pihak percaya begitu saja pada klaim DeepSeek. CEO Scale AI, Alexandr Wang, dalam wawancaranya di CNBC, menuduh DeepSeek memiliki 50.000 chip Nvidia H100, yang seharusnya dilarang ekspornya ke Tiongkok berdasarkan kontrol AS. 

Selain itu, beberapa analis mengkritisi transparansi biaya pelatihan model mereka, mencatat bahwa biaya sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi dari angka yang diumumkan.

Siapa di Balik DeepSeek?

DeepSeek didirikan pada tahun 2023 di Hangzhou oleh Liang Wenfeng, seorang tokoh yang sebelumnya terlibat dalam hedge fund kuantitatif High-Flyer.

High-Flyer sendiri telah mengalihkan fokusnya dari perdagangan ke penelitian kecerdasan buatan, mendukung DeepSeek sebagai bagian dari ambisi mereka menciptakan Artificial General Intelligence (AGI).

Meskipun belum ada angka pasti tentang besarnya investasi High-Flyer di DeepSeek, perusahaan ini diketahui memiliki paten terkait kluster chip untuk pelatihan AI. Selain itu, pada 2022, High-Flyer mengoperasikan kluster yang terdiri dari 10.000 chip Nvidia A100.

Kesuksesan DeepSeek juga menarik perhatian pemerintah China. Pada hari peluncuran DeepSeek-R1, Liang menghadiri simposium tertutup yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri China, Li Qiang. 

Kehadiran ini menunjukkan bahwa DeepSeek dianggap strategis bagi ambisi China dalam melawan kontrol ekspor AS dan mencapai kemandirian teknologi di sektor kecerdasan buatan.

DeepSeek bukan sekadar startup biasa. Dengan teknologi yang inovatif, biaya yang efisien, serta dukungan politik, DeepSeek memaksa dunia untuk memerhatikan perkembangan teknologi AI di China. 

Meski dihantui berbagai keraguan dan tantangan, langkah DeepSeek menunjukkan bahwa dominasi teknologi global kini menghadapi babak baru yang lebih kompetitif. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Artifical Intelligence #DeepSeek #ai #china