Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hasil Skrining Pasien Penyakit Tidak Menular Dikirim via WhatsApp

Heri Sugiarto • Sabtu, 20 Juli 2024 | 08:46 WIB
Notifikasi WhatsApp hasil skrining penyakit tidak menular (PTM) dikirimkan kepada pasien dengan hasil skrining di atas ambang batas normal. (Foto: Kemenkes)
Notifikasi WhatsApp hasil skrining penyakit tidak menular (PTM) dikirimkan kepada pasien dengan hasil skrining di atas ambang batas normal. (Foto: Kemenkes)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan memanfaatkan teknologi untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

Baru-baru ini, Kemenkes RI meluncurkan program notifikasi WhatsApp hasil skrining penyakit tidak menular (PTM) kepada pasien dengan hasil skrining di atas ambang batas normal.

Tujuannya? Agar pasien segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Program notifikasi WhatsApp ini bagian dari upaya Kemenkes RI untuk memperkuat program skrining PTM di layanan primer seperti puskesmas, posyandu, dan posbindu.

Baca Juga: Tekan Angka Stunting di Nanggalo, Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa Ikuti Gebyar Kader

Sistem ini memanfaatkan aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK), di mana tenaga kesehatan atau kader memasukkan hasil skrining pasien setelah dilakukan pemeriksaan.

Notifikasi WhatsApp akan dikirimkan secara otomatis kepada pasien jika nomor WhatsApp mereka valid dan terdaftar di ASIK. 

Chief of Technology Transformation Office (TTO) Kemenkes RI Setiaji mengatakan, pengiriman notifikasi WhatsApp skrining PTM telah dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada 22 Juni 2024.

Sebanyak 10.173 puskesmas di Indonesia telah menggunakan aplikasi ASIK untuk melakukan pencatatan data kesehatan individu by name by address, termasuk skrining penyakit tidak menular di puskesmas dan posbindu.

Baca Juga: 130 Tahun Pencarian: Menelusuri Jejak Sejarah Penemuan Vitamin A dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Hingga 14 Juli 2024, notifikasi WhatsApp hasil skrining PTM telah dikirimkan kepada 83.987 pasien.

Saat ini, notifikasi tersebut menyasar pasien yang melakukan skrining kanker serviks, pemeriksaan gula darah, lemak darah, tekanan darah, dan skrining kanker payudara (khusus perempuan) di puskesmas.

Informasi Apa yang Didapat Pasien?

Notifikasi WhatsApp ini bukan hanya berisi hasil skrining PTM, tetapi juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan yang relevan dengan hasil skrining.

Contohnya, jika pasien memiliki hasil skrining gula darah yang tinggi, notifikasi WhatsApp akan menyertakan informasi tentang diabetes, cara mencegah diabetes melitus (DM), dan pentingnya skrining gula darah secara rutin.

Penyakit Apa yang Dicakup?

Saat ini, program notifikasi WhatsApp baru mencakup hasil skrining untuk beberapa penyakit PTM di atas ambang batas normal, yaitu:

  • Tekanan darah di atas 130/85 mmHg
  • Gula darah 5.7 HbA1C
  • Lemak darah/kadar kolesterol melebihi 100 mg/dL
  • Kanker serviks (khusus perempuan)
  • Kanker payudara (khusus perempuan)

Setiaji mengatakan, Kemenkes RI berencana untuk memperluas cakupan program ini ke penyakit PTM lainnya di masa depan.

Salah satu tantangan terbesar dalam penerapan program ini adalah akses internet yang belum merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kota Pariaman Jadi Lokus Studi Lapangan Kepemimpinan Administrator Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta

"Kemenkes RI terus berupaya untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas internet, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)," kata Setiaji yang juga sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyediakan sosialisasi dan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan kader untuk mendorong penggunaan aplikasi ASIK dalam pencatatan hasil skrining PTM.

Program notifikasi WhatsApp ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mereka dan mendorong mereka untuk segera mencari pertolongan medis jika diperlukan.

Hal ini pada akhirnya dapat membantu menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Skrining PTM #hasil skrining pasien #whatsapp #penyakit tidak menular #kemenkes ri