Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mahasiswa Prodi Magister Kebidanan FK Unand Berikan Penyuluhan Warga Binaan Perempuan di Lapas

Tandri Eka Putra • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 15:45 WIB
Pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasisswa Prodi Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Foto Padek)
Pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasisswa Prodi Magister Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Foto Padek)

PADEK.JAWAPOS.COM- Puluhan warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) antusias mengikuti program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Prodi S2 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Sabtu (3/8/2024).

Program pengabdian masyarakat yang dilakukan para mahasiswa ini dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan bagi warga binaan perempuan. Terutama, tentang menstrual hygiene management.

Pemateri langsung diberikan, Dr. dr. Vaulinne Basyir, SpOG(K), Sekretaris Prodi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran Unand, serta dr. Ilmiawati, PhD, dr. Husna Yetti, PhD dan Prof. Dr. Arni Amir, MS.

Dengan mengangkat tema "sehat dan bersih saat menstruasi", puluhan warga binaan perempuan banyak menyerap ilmu yang diberikan bagi para pemateri. Mereka juga tidak sungkan-sungkan banyak melempar pertanyaan.

Sekretaris Prodi Magister Kebidanan Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Vaulinne Basyir, SpOG(K), mengatakan program pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan tri dharma perguruan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat. Termasuk menyasar bagi warga binaan.

"Kami memberikan penyuluhan tentang kesehatan, tentang menstrual hygiene. Berupa misalnya bagaimana bila si wanita menstruasi, bagaimana menjaga kebersihan badannya," kata Vaulinne.

Ia menyebutkan dengan program pengabdian masyarakat yang diikuti, warga binaan perempuan dapat menyerap ilmu bagaimana mengelola menstruasi secara benar dan sehat.

"Bagaimana perempuan di lapas ini supaya dia bisa menjaga kebersihan, sehingga tidak gampang infeksi dan sakit," ungkapnya.

Disasarnya warga binaan, lanjut Vaulinne, karena dinilai program pengabdian masyarakat akan lebih tepat. "Kalau tidak diterapkan menstrual hygiene management ini warga binaan akan gampang infeksi. Dan dengan program ini, mereka sangat antusias sekali mengikuti," ujarnya.

Sementara itu, dr. Ilmiawati, PhD, menambahkan kegiatan pengabdian masyarakat salah satu kewajiban yang harus dilakukan. Kegiatan ini dilakukan terkait dengan hasil penelitian para mahasiswa.

"Penelitian mahasiswa masih banyak narapidana di lapas ini belum memahami dan mempraktekkan hygiene menstruasi. Sehingga kami memberikan edukasi bagaimana menjaga kebersihan," kata dia.

Selain memberikan edukasi, kata Ilmiawati, pihaknya juga membagikan produk untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.

"Masih banyaknya tidak mempraktekkan hygiene menstruasi bisa jadi karena faktor minim pengetahuan dan budaya. Selain itu, fasilitas juga kurang. Ini mempengaruhi," pungkasnya.

Prof. Dr. Arni Amir, MS. berharap dengan sosialisasi tersebut akan menambah pengetahuan warga binaan tentang kesehatan. "Jadi walaupun berada di dalam Lapas, warga binaan tetap bisa menjaga kesehatannya," jelas Prof. Arni. (*)

Editor : Tandri Eka Putra
#universitas andalas #pengabdian masyarakat #kedokteran #Kebidanan