Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kasus COVID-19 Naik, Puan Minta Pemerintah Perketat Deteksi Dini dan Screening di Bandara

Hendra Efison • Rabu, 4 Juni 2025 | 22:41 WIB

Puan Maharani. (JAWAPOS)
Puan Maharani. (JAWAPOS)
PADEK.JAWAPOS.COM– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penambahan 7 kasus baru COVID-19 per 2 Juni 2025. Dengan demikian, jumlah kasus sepanjang 2025 mencapai 72 pasien.

Dalam laporan mingguan Kemenkes, positivity rate COVID-19 saat ini naik menjadi 2,05 persen, dari sebelumnya di bawah 1 persen. Kenaikan kasus tercatat terutama di Banten, Jakarta, dan Jawa Timur dalam minggu ke-17 hingga ke-19.

Lonjakan tertinggi terjadi pada minggu pertama Januari 2025 dengan 27 kasus, sementara pada minggu ke-21 terjadi peningkatan signifikan dari 0 persen menjadi 5 persen dibanding minggu sebelumnya.

Kementerian juga telah mengeluarkan surat edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tertanggal 23 Mei 2025 yang menyebutkan varian dominan di Indonesia adalah MB.1.1, sementara di negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong menyebar varian XEC, LF.7, NB.1.8, dan JN.1.

Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi serius laporan tersebut dan menyebut peningkatan kasus sebagai momentum memperkuat sistem deteksi dini serta sistem kesehatan nasional.

“Pemerintah harus meningkatkan kapasitas testing dan pelacakan, memastikan distribusi vaksin booster yang memadai, serta menguatkan edukasi dan komunikasi publik secara konsisten,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/6/2025).

Ia menekankan pentingnya sense of urgency pemerintah, mengingat lonjakan kasus juga terjadi di negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

“Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di kawasan Asia jelas tidak bisa dianggap enteng. Pemerintah tidak boleh lengah,” tegasnya.

Puan mendesak Pemerintah untuk memberlakukan kembali screening kesehatan ketat di seluruh bandara internasional, terutama untuk penumpang dari negara-negara dengan peningkatan kasus.

“Pemeriksaan kesehatan dan pelacakan kontak yang ketat di pintu masuk negara harus dijalankan secara konsisten,” katanya.

Selain itu, Puan juga meminta perwakilan Indonesia di luar negeri aktif merespons laporan WNI yang menghadapi risiko kesehatan, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian untuk perlindungan WNI.

“Ini bukan sekadar soal angka kasus, tapi soal nyawa dan kesehatan masyarakat,” ucap Puan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker saat sakit atau di keramaian, melakukan tes mandiri saat bergejala, serta menjaga kesehatan tubuh.

“Kita tidak tahu kapan gelombang berikutnya datang. Sinergi antara Pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” tutup Puan.(*)

Editor : Hendra Efison
#Screening di Bandara #Kasus COVID 19 Naik #Perketat Deteksi Dini