PADEK.JAWAPOS.COM—Peserta Posyandu Melati 4 Limau Manis Selatan mengikuti kegiatan edukasi gizi seimbang dan cara membaca label gizi di Puskesmas Pembantu Ulu Gadut, Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat (Pengabmas) oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand).
Ketua tim kegiatan, Adisti Qamahadlina Larasati, S.Gz., M.P.H., mengatakan saat ini tren penyakit di Indonesia mengalami pergeseran dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM).
“Salah satu cara mencegah penyakit tidak menular adalah dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang,” ujarnya kepada redaksi, Jumat 24 Oktober 2025.
Lebih lanjut, disebut Adisti tujuan kegiatan pada minggu lalu itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memilih makanan bergizi seimbang serta membaca informasi nilai gizi pada produk kemasan.
Ia menjelaskan bahwa makanan kemasan dan ultraproses umumnya rendah gizi, namun tinggi gula, natrium, dan lemak.
“Karena itu, penting bagi masyarakat memahami cara membaca label gizi agar dapat memilih makanan yang sesuai kebutuhan dan lebih sehat,” lanjutnya.
Pantauan wartawan menunjukkan, kegiatan berlangsung dengan metode penyuluhan interaktif. Peserta diajak memahami konsep gizi seimbang, serta rekomendasi konsumsi gula, garam, dan lemak harian.
Tim pemateri kemudian menjelaskan cara membaca label informasi nilai gizi pada produk pangan olahan, termasuk bagaimana menyesuaikan kebutuhan energi dan memperhatikan takaran saji.
Peserta juga mempelajari pentingnya memperhatikan kandungan gula, garam, dan lemak guna mencegah risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.
Di akhir sesi, peserta diberikan kesempatan berdiskusi dan bertanya langsung kepada tim pemateri.
Peserta, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan kader Posyandu, tampak antusias dan aktif menjawab pertanyaan seputar label gizi.
Ketua Kader Posyandu Melati 4, Eva Susanti, mengapresiasi kegiatan ini. “Terima kasih atas ilmu yang diberikan, semoga bermanfaat dan bisa diterapkan di rumah oleh para ibu,” katanya.
Tim pengabdian masyarakat FKM Unand berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang serta kebiasaan membaca label gizi sebelum membeli produk kemasan.
Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memilih makanan lebih sehat untuk diri sendiri dan keluarga.(tap)
Editor : Novitri Selvia