Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan World Cancer Day Symposium 2026 yang digelar di Hotel Mercure Padang, Sabtu (14/2/2026).
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan pin oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada dr Syamel Muhammad beserta jajaran pengurus baru YKI Sumbar.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Wijaksono SpPD K-HOM, Dekan I FK Unand dr Rauza Sukmarita PhD, Ketua YKI Sumbar sebelumnya dr Ernawati SpOG Subsp Urogin RE MARS, serta tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan bidang kesehatan.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan kanker saat ini menjadi penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia berdasarkan data Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2022.
Data tersebut mencatat lebih dari 408 ribu kasus baru dan sekitar 242 ribu kematian akibat kanker di Indonesia.
Jenis kanker dengan angka kematian tertinggi meliputi kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker hati.
Mahyeldi menegaskan tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi, karena pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi masyarakat seperti YKI.
Direktur RSUP Dr M Djamil Padang, dr Dovy Djanas, menyatakan peran YKI merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam perjuangan kemanusiaan melawan kanker.
Ia menekankan bahwa kanker bukan hanya persoalan medis, melainkan juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan psikologis yang berdampak luas terhadap pasien dan keluarganya.
Menurutnya, masih banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut sehingga terapi menjadi lebih kompleks dan beban keluarga semakin berat.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumbar, RSUP Dr M Djamil Padang terus mengembangkan layanan kanker komprehensif dan multidisiplin, mulai dari penguatan layanan bedah onkologi, kemoterapi, patologi anatomi, hingga peningkatan mutu dan keselamatan pasien berbasis evidence serta teknologi terkini.
Namun demikian, ia menegaskan pelayanan kuratif saja tidak cukup tanpa penguatan upaya promotif dan preventif melalui edukasi masif serta skrining deteksi dini kanker serviks, kanker payudara, dan jenis kanker lainnya hingga menjangkau kabupaten dan kota.
Ia juga menilai keberadaan YKI sebagai mitra strategis sangat penting dalam penguatan edukasi berbasis masyarakat, pendampingan pasien melalui program navigasi, dukungan psikososial dan layanan paliatif, serta kolaborasi pengembangan registri kanker daerah dan kegiatan ilmiah berbasis data.
“Keberhasilan penanggulangan kanker tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat dan terapi, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi dan empati. Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan deklarasi komitmen moral bahwa kita tidak akan diam menghadapi kanker. Kita berdiri bersama pasien, keluarga, dan para penyintas,” pungkasnya. (*)
Editor : Hendra Efison