Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Satu Tahun Welly-Parulian Pimpin Kabupaten Pasaman: 62 Nagari Kini Siaga Bencana, Empat Telah Berstatus Tangguh

Willian. • Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:00 WIB
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman bersama Kepala BPBD Pasaman, Mardianto beserta jajaran, didampingi Kasat Pol PP Yusrizal saat konferensi pers pelaksanaan Program Unggulan Nagari Tangguh Bencana di Media Center Diskominfo Pasaman, Kamis (21/5). (DOK PEMKAB PASAMAN)
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman bersama Kepala BPBD Pasaman, Mardianto beserta jajaran, didampingi Kasat Pol PP Yusrizal saat konferensi pers pelaksanaan Program Unggulan Nagari Tangguh Bencana di Media Center Diskominfo Pasaman, Kamis (21/5). (DOK PEMKAB PASAMAN)

Di tengah meningkatnya potensi bencana alam yang mengintai wilayah Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman memilih bergerak lebih awal. Tidak hanya menunggu keadaan darurat, tetapi membangun kesiapsiagaan dari tingkat paling bawah: nagari.

Melalui Program Unggulan “Nagari Tangguh Bencana”, pemerintah daerah mendorong lahirnya masyarakat yang tidak sekadar menjadi korban, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam mitigasi bencana. Program ini menjadi salah satu strategi Pemkab Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian dalam memperkuat ketahanan daerah dari ancaman banjir, longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem.

Di ruang Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman, Kamis (21/5), Kepala BPBD Pasaman Mardianto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi bencana secara cepat dan tepat,” ujar Mardianto didampingi Kasat Pol PP Yusrizal serta Wali Nagari Hendra Gunawan.

Program ini tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh melalui kerja bersama lintas sektor yang melibatkan BPBD, pemerintah nagari, relawan, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda. Dari jorong hingga nagari, sistem kesiapsiagaan dibangun agar respons terhadap bencana tidak lagi bergantung pada pusat, melainkan lahir dari kekuatan lokal.

Pendekatan yang diambil pun tidak hanya bersifat reaktif. Sejak awal, Nagari Tangguh Bencana dirancang sebagai upaya mitigasi yang menekankan edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan. Warga dilatih melakukan evakuasi mandiri, mengenali jalur penyelamatan, hingga memahami titik kumpul saat kondisi darurat terjadi.

Seiring berjalannya program, capaian mulai terlihat. Jika pada Mei 2025 baru terbentuk 45 Kelompok Siaga Bencana (KSB), kini seluruh 62 nagari di Kabupaten Pasaman telah memiliki kelompok siaga yang aktif. Dari jumlah tersebut, empat nagari telah resmi menyandang status Nagari Tangguh Bencana, yakni Nagari Duriantinggi, Nagari Pauh, Nagari Tanjungberingin Utara, dan Nagari Aia Manggis Barat.

Tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, penguatan juga dilakukan melalui penyediaan sarana dasar kebencanaan. Seluruh nagari kini telah memiliki perlengkapan seperti handy talky (HT), helm, dan pelampung. Sementara itu, nagari yang telah berstatus tangguh juga dilengkapi perahu evakuasi, chainsaw, hingga alat pemadam api ringan (APAR).

Dalam catatan BPBD Pasaman, sepanjang 2025 hingga April 2026, berbagai kegiatan penguatan kapasitas terus digelar. Mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana, penentuan jalur evakuasi, hingga titik kumpul di setiap nagari.

Latihan lapangan juga menjadi bagian penting dari proses ini. Simulasi penyelamatan korban bencana dilakukan bersama Basarnas dan Dinas Kesehatan, memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

 

Di sisi lain, pendekatan edukatif juga diperluas melalui Gerakan Nagari Menanam dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026. Sebanyak 6.200 pohon ditanam di seluruh nagari di Kabupaten Pasaman sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mitigasi bencana.

Meski berbagai capaian telah diraih, Pemkab Pasaman mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam membangun kemandirian penuh masyarakat dalam penanggulangan bencana. Karena itu, kolaborasi lintas sektor terus didorong agar nagari tidak hanya siap secara struktur, tetapi juga kuat secara budaya siaga.

Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap, melalui penguatan program ini, setiap nagari dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih mandiri, cepat pulih, dan mampu bangkit kembali setelah bencana. Lebih jauh, program ini juga ditargetkan dapat menurunkan indeks risiko bencana sekaligus memperkuat ketahanan daerah secara berkelanjutan. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#BPBD Pasaman