PADEK.JAWAPOS.COM -- Upaya mitigasi bencana pascabanjir bandang (galodo) terus dilakukan di Kabupaten Tanahdatar. Salah satu langkah konkret dilakukan Polres Tanahdatar dengan menanam 1.000 pohon karet kebo di sepanjang bantaran sungai yang terdampak bencana.
Kegiatan bertajuk Bakti Sosial Penanaman 1.000 Pohon tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dan dipusatkan di kawasan bantaran sungai Kenagarian Parambahan, Kecamatan Limakaum, Jumat (12/6).
Kapolres Tanahdatar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto mengatakan, lokasi penanaman dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat galodo yang melanda wilayah tersebut. Bantaran sungai di daerah itu mengalami pengikisan tanah yang signifikan sehingga membutuhkan upaya penguatan secara alami melalui vegetasi.
“Pas ini di lokasi yang bantaran sungai dekat dengan peristiwa kemarin galodo ini tergerus lebih masif gitu dan yang kita tanam ini adalah kalau orang Jawa bilang itu karet kebo,” ujar Nur Ichsan kepada Padang Ekspres di lokasi kegiatan.
Menurutnya, karet kebo dipilih karena memiliki karakteristik akar yang kuat dan mampu mencengkeram tanah dengan baik. Tanaman yang masih satu jenis dengan beringin tersebut dinilai efektif sebagai penahan erosi sekaligus penyimpan cadangan air.
“Ia sejenis beringin yang dia punya kemampuan kalau besar dia akan mengikat ketika hujan banyak, hujan lebat, dia akan mengikat tanah sehingga tidak terjadi erosi, longsor. Tetapi ketika dia kemarau dia akan mengikat daripada air,” terangnya.
Selain memiliki sistem perakaran yang kuat, pohon karet kebo juga dikenal elastis sehingga mampu bertahan ketika menghadapi derasnya aliran sungai maupun hantaman material yang terbawa arus banjir.
“Tapi yang intinya yang namanya beringin ini jenisnya karet kebo ini elastis maka dia akan lebih banyak manfaatnya untuk menahan tanah supaya tidak tergerus ketika nanti arus air aliran sungai terlalu deras atau membawa material-material yang ada dalam air tersebut,” ungkapnya.
Nur Ichsan menjelaskan, kegiatan tersebut bukan program pertama yang dilakukan pihaknya. Sebelumnya, Polres Tanahdatar juga telah melaksanakan penanaman 1.000 pohon pada September 2025 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Penanaman tahap pertama itu dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Sungaitarab, Sungai Jambu-Pariangan, dan Lima Kaum.
“Kali pertama waktu itu juga seribu pohon menggandeng seluruh stakeholder terutama juga Forkopimda. Waktu itu kalau tidak salah di Sungai Tarab, Sungai Jambu Pariangan, dan juga Limakaum, di tahun yang lalu 2025 sekitar bulan September kalau tidak salah,” katanya.
Ke depan, Polres Tanahdatar berkomitmen melanjutkan gerakan penghijauan tersebut secara berkelanjutan. Penanaman pohon akan terus dilakukan hingga seluruh kawasan aliran sungai yang rawan bencana mendapatkan perlindungan vegetatif yang memadai.
“Moga-moga ada 1.000 yang ketiga, keempat, kelima, sampai kita ini bosan. Sampai kita benar memastikan bahwa aliran sungai khususnya bisa aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, karet kebo dipilih karena jarang ditebang masyarakat sehingga memiliki peluang hidup lebih lama dibandingkan jenis tanaman lain.
“Karena jarang orang yang mau menebang karet kebo. Beringin, Pak. Tidak bisa dimanfaatkan sehingga awet batang pohon itu. Elastis, awet, mengikat tanah, mengikat air. Mudah-mudahan ada terus. Kita juga menyiapkan katapiang (ketapang),” tambahnya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari mahasiswa, pramuka hingga sejumlah komunitas lainnya. Menurut Nur Ichsan, kolaborasi menjadi kunci penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap mitigasi bencana.
“Alhamdulillah hari ini kita melibatkan seluruh unsur, termasuk mahasiswa, pramuka, dan sebagainya. Kita berpikir bersama bagaimana Tanahdatar ini selalu aman dan tercegah dari bencana,” ucapnya.
Ia menegaskan, gerakan penghijauan merupakan bagian dari pembelajaran atas berbagai bencana yang pernah melanda Tanah Datar. Mitigasi berbasis lingkungan menjadi salah satu upaya preventif untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
“Untuk targetnya tentu, kita belajar dari peristiwa sebelum-sebelumnya bencana khususnya wilayah Tanahdatar, tentu upaya-upaya kita kerjakan untuk memitigasi, mencegah bencana yang akan datang salah satunya dengan upaya lahiriah seperti ini penanaman pohon,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tanahdatar yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Datar, Abdurrahman Hadi, mengapresiasi langkah yang diinisiasi Polres Tanahdatar tersebut.
“Dalam kesempatan ini kami memberikan penghormatan dan penghargaan kepada Pak Kapolres dan jajaran yang menginisiasi dan telah melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di sepanjang wilayah yang terdampak bencana tahun 2024. Hari ini di Kenagarian Parambahan, sebelumnya di Nagari Sungai Jambu,” ujar Abdurrahman.
Menurutnya, gagasan penghijauan sebagai bagian dari mitigasi bencana telah disampaikan Kapolres dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung Indo Jolito beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah berharap gerakan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi program berkesinambungan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di Tanahdatar.(cc8)
Editor : Adriyanto Syafril