Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tulisan Jejak Rekam Peradaban Manusia

Novitri Selvia • Senin, 16 Januari 2023 | 14:48 WIB
DILLA, S.Pd GURU SMP ISLAM AL ISHLAH BUKITTINGGI
DILLA, S.Pd GURU SMP ISLAM AL ISHLAH BUKITTINGGI
Tulisan memiliki makna tersendiri. Bahkan bagi penulisnya, sesuatu gagasan atau ide disampaikan dalam bentuk tulisan yang sudah ada sejak dulu kala. Karena itu, tak salah jika tulisan merupakan bukti peradaban manusia yang semakin maju.

Zaman dahulu, orang juga menulis, namun menggunakan media yang sangat berbeda dengan zaman sekarang ini. Bagaimana sejarah adanya tulisan ini? Menurut Wikipedia mencatat perkembangan bahasa ekspresi dengan huruf dan tanda-tanda lainnya.

Sejarah mencatat bahwa bahasa telah berkembang secara berbeda pada tiap peradaban manusia. Tulisan mulai berkembang dimulai dari negara Mesir. Di negara ini, bentuk tulisannya merupakan tulisan hieroglif dan bangsa Sumeria menciptakan tulisan aksara paku.

Namun kini perkembangan zaman, dan teknologi, telah mengubah cara menulis. Saat ini penemuan pena, komputer, dan mesin cetak serta telepon genggam merupakan perkembangan teknologi yang memengaruhi cara menulis pada masa modern ini.

Menulis sekarang sudah menekan tombol dan tidak lagi menggerakkan tangan, jadi menulis merupakan cara menuangkan ide dalam bentuk aksara yang terstruktur sehingga bisa dipahami oleh penulis dan juga pembaca.

Banyak media yang digunakan orang dulu dalam menuliskan sesuatu, mulai dari batu, daun dan tulang. Saat ini muncul kertas dan juga teknologi digital dalam menuliskan ide dan semua informasi yang dibutuhkan oleh banyak orang.

Media dan metode menulis sudah berkembang maju sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Di zaman digital ini, semua perkembangan dunia kepenulisan ini tidak lepas dari yang namanya literasi.

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam berbahasa dan berkomunikasi, meliputi kemampuan menyimak, membaca, berbicara dan menulis. Empat aspek keterampilan berbahasa itu harus dikuasai oleh setiap orang, apalagi dalam menghadapi dunia digital saat ini.

Dengan empat kemampuan ini, masyarakat menjadi lebih melek dengan ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang didapat dari membaca dan menulis inilah juga yang bisa mengasah keterampilan berkomunikasi dengan baik.

Serta meningkatkan mutu kehidupan, karena memiliki keterampilan tambahan lain. Misalnya terampil menulis buku dan mendapatkan royalty, honor kepenulisan dan semacamnya. Berbicara mengenai empat keterampilan yang harus dimiliki dalam literasi, saat ini yang harus dikuasai adalah literasi digital.

Apa itu literasi digital? Yaitu pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan dan membuat informasi.

Sesuai dengan perkambangan zaman saat ini, sudah seharusnya kita yang hidup di zaman digital ini harus mampu memanfaatkan teknologi ini secara bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum sesuai kegunaannya.

Apa gunanya, agar bisa membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Di zaman digital saat ini, kita tidak akan terlepas dari yang namanya teknologi digital. Semua kegiatan yang dilakukan saat ini menggunakan media digital.

Sebagai bagian dari masyarakat digital, sudah seharusnya kita melek literasi ini, sebagai wujud dari perkembangan peradaban dalam dunia tulisan. Tidak ada kata tidak bisa, semua harus dipelajari dan dijalani, agar membawa perubahan yang positif bagi pembentukan karakter.

Bagaimana cara membawa perubahan yang positif tersebut? Sebagai manusia yang melek literasi digital semua harus dipadu-padankan dengan literasi baca tulis di buku. Tidak apa-apa kita mencari informasi dengan teknologi digital, namun tetap bisa berkolaborasi dan mengomunikasikan apa yang didapat di depan forum-forum diskusi di dunia nyata.

Sebagai subjek utama dalam penggunaan media digital, sudah menjadi peran dan tanggung jawab kita untuk bisa menjadikan kaum milenial sekarang menjadi sumber daya manusia yang aktif, kreatif, berpikiran kritis dan bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dalam kehiduan nyata.

Sebagai bagian dari masyarakat dan orangtua, jangan biarkan generasi “Z” saat ini berselancar di dunia maya tanpa menyadari bahwa mereka sesungguhnya hidup di dunia nyata. Atas dasar itulah gerakan literasi digital mulai diperkenalkan saat sekarang ini, dan semua itu tidak bisa dilepaskan saja dengan yang namanya teknologi.

Apalagi gawai, sudah semua orang menggunakan teknologi ini. Kenapa kita tidak bisa memanfaatkannya bagi kemajuan ilmu dan perkembangan bagi anak bangsa saat ini. Sebagai generasi milenial yang melek literasi dan sebagai bagian dari masyarakat digital, seharusnyalah kita harus mampu meningkatkan kemampuan dalam merangkai kata yang bermakna dan menuliskanya kembali dengan baik.

Tulisan merupakan jejak rekam dan bukti sejarah peradaban manusia yang berupa peristiwa, pengalaman, pengetahuan, pemikiran, dan ilmu pengetahuan. Tulisan dapat menembus dan menelusuri lorong ruang dan waktu di masa lampau.

Jika saja di zaman ini tidak ada lagi tulisan atau orang yang menulis, niscaya kita akan kembali ke zaman pra-sejarah. Faktanya zaman sekarang bisa dikatakan sebagai peradaban tulisan atau dunia teks.

Terbukti banjirnya informasi yang kita terima setiap hari dari berbagai media cetak maupun elektronik sebagian besar berbentuk teks atau tulisan. Singkat kata, tulisan telah mengisi seluruh ruang kehidupan manusai modern di era milenial seperti saat ini. (***) Editor : Novitri Selvia
#Dilla #Tulisan Jejak Rekam Peradaban Manusia