Oleh karena itu, program revitalisasi bahasa daerah (RBD) menjadi sangat penting. Bahasa Minangkabau adalah salah satu Bahasa daerah yang mengalami ancaman kepunahan. sudah semakin sulitnya kita temui anak-anak Minangkabau yang menggunakan Bahasa Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.
Kebanyakan dari mereka berbicara menggunakan Bahasa Indonesia yang kadang bercampur dengan Bahasa-bahasa gaul. Sebagian dari beberapa orang tua ada yang merasa malu jika anak-anak mereka menggunakan Bahasa minang, mereka lebih senang jika anak-anaknya berbicara dengan Bahasa Indonesia. Sehingga semakin lama Bahasa Minang semakin hilang.
Agar Bahasa Minang tidak semakin tenggelam, maka Bahasa Minang perlu direvitalisasi. Untuk itu lah Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Guru Utama Revitalisasi Bahasa Minangkabau.
Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan dan model pembelajaran Bahasa Minangkabau bagi guru-guru SD dan SMP di Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Propinsi Sumatera Barat. Angkatan I dilaksanakan pada tanggal 6—9 Mei 2024, di Premiere Hotel Syariah, Kota Solok.
Angkatan II dilaksanakan pada tanggal 13-16 Mei 2024, bertempat di Hotel Rocky Bukittinggi. Sedangkan Revitalisasi Bahasa Minangkabau Angkatan III yang penulis ikuti dilaksanakan pada tanggal 20–23 Mei 2024 di Hotel Emersia, Batusangkar.
Kegiatan ini diikuti oleh 51 orang peserta yang berasal dari lima kabupaten/kota di Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, Kota Padangpanjang, dan Kota Solok.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahdatar, Inhendri Abas, S.Pd, M.M.
Dalam sambutannya, kepala dinas mengatakan kegiatan ini sejalan dengan perda yang sedang dibuat oleh Pemkab Tanahdatar tentang ABS-SBK, yang salah satu isinya tentang penggunaan bahasa Minangkabau ketika menerangkan pelajaran di sekolah.
Dengan demikian, diharapkan bahwa Bahasa Minangkabau dan Bahasa Indonesia dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Dr. Eva Krisna.
Dalam sambutannya pada tanggal 20 Mei 2024, Eva Krisna menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaga agar Bahasa Minangkabau dan bahasa Mentawai tetap hidup dan dipakai oleh penuturnya sehingga bahasa itu tidak punah.
Beliau juga menyampaikan harapannya agar dari bimtek ini, Provinsi Sumatera Barat dapat mengirimkan perwakilan terbaik pada FTBIN (Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional) tahun depan.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Irwan Malin Basa untuk materi pidato adat, S.
Metron untuk materi menulis carito (cerita pendek), Jawahir untuk materi menulis dan membaca pantun, Uria Novita untuk materi badendang (tembang tradisi), dan Niki Martoyo untuk materi bacarito (mendongeng). Untuk Bimtek RBD angkatan ke-IV akan dilaksanakan di Kota Padang pada tanggal 26-29 Mei 2024 dan untuk Mentawai akan diadakan pada bulan Juni nanti. (Rika Sunelti, S.Pd, GURU UPTD SDN 01 PILUBANG)
Editor : Novitri Selvia