PADEK.JAWAPOS.COM-Kurikulum merdeka memiliki 6 profil Pancasila salah satunya adalah beriman dan bertaqwa pada Tuhan yang Esa dan berakhlak mulia. Hal ini merupakan hal utama dan pondasi yang harus dimiliki oleh anak sejak dini. Agar nanti di masa depan mereka tidak modah goyah dan terarah dalam hidupnya.
Sekolah dasar merupakan salah satu wadah menanamkan pondasi ini. Tentunya lingkungan juga memberikan pengaruh yang tinggi terhadap anak terutama orang tua. Sebagai pendidik tentunya kita berusaha melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung penguatan pondasi ini.
Sesuai dengan keadaan lingkungan UPT SDN 18 Batipuah Ateh sebagai sekolah dasar negeri yang peserta didiknya beragama islam, tentu kami sangat fokus dengan kegiatan- kegiatan yang berbau ibadah, khususnya sholat.
Di sekolah kami, para peserta didik diarahkan dan di bimbing dalam melaksanakan sholat dhuha dan zuhur berjamaah. Mereka tidak di bolehkan untuk sholat sendiri- sendiri. Jadwal pelaksanaan sholat dhuha di laksankan waktu istirahat peserta didik sedangkan sholat zuhur mengikuti jadwal sholat yang berlaku.
Untuk mendukung kegiatan ini UPT SDN 18 Batipuah Ateh telah menerapkan pembiasaan anak didiknya dengan mulai melakukan sholat dhuha berjamaah dan sholat zuhur berjamaah. Selesai melaksanakan sholat, peserta didik berzikir bersama.
Guru bergilir memantau peserta didik dalam melaksanakan sholat zuhur berjamaah yang telah diatur guru PAI secara bergantian memantau peserta didik di musholla. Awalnya untuk menerapkan dan membiaskan anak didik untuk sholat dhuha dan zuhur berjamaah banyak tantangan dan halangannya yang kami rasakan.
Air yang tidak memadai untuk anak anak berwudhu, musholla sekolah yang belum ada, serta anak didik yang belum sadar keutamaan dari sholat itu sendiri sehingga mereka dalam sholat bercanda dan bahkan terpaksa untuk melaksanakan sholat dhuha dan zuhur berjamaah di sekolah.
Melihat masalah yang seperti itu kami membicarakan dengan kepala sekolah dan komite sekolah untuk kelancaran aair ke sekolah, alhamdulillah setelah di biacarakan kami melaksanakan goro bersama dengan wali murid dan dibantu oleh alumni sekolah.
Selesai masalah pertama mengenai air timbul lagi masalah kedua mengenai musholla tempat peserta didik melaksanakan sholat berjamaah. Karena untuk sementara waktu anak-anak masih sholat di atas pentas. Untuk mengatasi masalah ini pihak sekolah membicarakan dengan alumni.
Alhamdulillah dengan bantuan alumni, Sekolah mendapatkan bantuan musholla dan sudah dapat digunakan sholat berjamaah di tahun 2019. Setelah melaksanakan beberapa kali sholat berjamaah ternyata masih ada peserta didik yang bercanda dan masih ada yang terpaksa untuk melaksanakan sholat dhuha.
Ini menjadi PR besar bagi guru terkhusus guru agama islam. Bagaimana supaya anak-anak bisa khusyuk dalam beribadah dan tidak terpaksa lagi, maka guru melakukan pendekatan pendekatan. Guru dapat juga menayangkan video-video motivasi melaksanakan sholat dhuha dan sholat zuhur berjamaah.
Dengan harapan melalui video-video motivasi dapat mendorong mereka untuk melaksanakan sholat. Usaha yang dilakukan secara terus-menerus membuahkan hasil. Pada tahun 2020 peserta didik sudah bersemangat untuk melaksanakan sholat dhuha dan zuhur berjamaah.
Alhamdulillah beberapa peserta didik sudah bisa menjadi imam sholat memimpin zikir selesai sholat. Ini menjadi hadiah yang manis bagi kami dengan begitu banyak masalah dan halangan tapi dengan niat yang ikhlas serta usaha yang tidak pernah menghianati hasil.
Peserta didik kelas tinggi sudah bisa membimbing dan mengayomi adik adiknya dalam melaksanakan sholat dhuha dan zuhur berjamaah di sekolah. Selain kegiatan sholat berjamaah, sekolah juga memiliki program keagamaan lainnya, seperti membaca Al-qur’an, tahfidz Al-qur’an, muhadhorah dan zikir pagi.
Kegiatan sholat zuhur berjamaah dilakukan untuk mendisiplinkan peserta didik dalam memperkokoh dan menegakkan tiang agama, karena pondasi awal beragama adalah sholat. Diharapkan pembiasaan ini tidak hanya kegiatan yang diterapkan di sekolah saja tetapi dapat mereka terapkan di lingkungan keluarganya dan masyarakat serta membawa pengaruh yang besar bagi sekolah.
Melakukan perubahan dan pembiasaan meningkatkan pondasi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa memang butuh perjuangan dan proses yang panjang. Untuk itu jangan mudah putus asa dan selalu berdo’a dan berusaha. Karena hasil tidak akan menghianati usaha. Tetap semangat guru hebat untuk membentuk generasi emas 2045. (Ummul Fitra, S.Pd, UPT SDN 18 BATIPUH ATEH)
Editor : Novitri Selvia