Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP IT Al Kahfi Pasaman Barat, Guru Sebagai Pilar Kesejahteraan Bangsa

Novitri Selvia • Selasa, 10 Desember 2024 | 13:40 WIB

Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT. (TIM LAMAN GURU)
Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Di momen hari guru tahun ini, hendaknya, ada sebuah refleksi mendalam tentang peran penting yang diperankan oleh guru. Yang mana, hal ini sering kali terabaikan.

Sebab, umumnya, guru seringkali hanya dianggap sebagai penyampai materi pelajaran di ruang kelas saja. Padahal, perannya jauh lebih luas dari itu. Guru adalah penentu kesejahteraan bangsa.

Tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, lewat dedikasinya, guru berperan membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, dan mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Yang pada gilirannya akan berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi negara. Untuk itu, peran penting tersebut mesti didukung dengan guru-guru yang berkualitas, sebab, jika tidak, pilar penentu kesejahteraan hanya sekadar ilusi semata. 

Meskipun, di banyak media santer diberitakan tentang ketidakadilan terhadap guru. Seperti, dari aspek kesejahteraan. Banyak guru, terutama guru yang masih berstatus sebagai pegawai honorer, menerima gaji yang jauh dari kata layak.

Ditambah lagi dengan insentif bagi guru yang belum terdistribusi secara merata, di mana, beberapa guru di daerah terpencil atau pedalaman masih sangat sulit mendapatkan insentif yang sesuai.

Tidak hanya itu, guru juga kerap dibebankan dengan beban administrasi yang cukup kompleks. Sehingga, secara tidak langsung akan mengurangi waktu mereka untuk fokus pada pembelajaran di kelas.

Pengisian data di platform seperti Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang hampir setiap saat harus diperbaharui dianggap terlalu memberatkan guru. 

Begitu juga dengan kekerasan terhadap guru, di mana, di tahun 2024 ini, Kasus kekerasan terhadap guru dan di lingkungan pendidikan masih menjadi perhatian serius.

Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat bahwa sekitar 30% dari pelaku kekerasan di lingkungan sekolah adalah siswa atau wali murid yang melibatkan guru sebagai korban.

Bahkan di wilayah urban maupun rural, kekerasan terhadap guru terus meningkat. Beberapa kasus kekerasan terhadap terhadap guru tersebut dapat berupa serangan fisik oleh siswa atau orang tua setelah siswa mengeluhkan hukuman atau tindakan disiplin yang diberikan guru.

Untuk itu, perlu peningkatan kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik bagi guru dan mencegah kekerasan di masa depan.

Melihat pelbagai ketidakadilan tersebut, sebagai guru, tentu kita tidak boleh berputus asa. Yang lebih penting, kita harus terus meningkatkan kualitas diri.

Guru perlu terus mengikuti pelbagai pelatihan dan pendidikan lanjutan untuk mengupdate pengetahuan mereka, terutama berkaitan dengan perkembangan teknologi pendidikan dan kurikulum terbaru.

Program seperti pelatihan berbasis kompetensi, workshop, dan seminar akan membantu guru meningkatkan keterampilan mengajar dan adaptasi terhadap perubahan zaman.

Selain itu, Guru perlu mengembangkan kemampuan dalam mengenali dan memahami kebutuhan individu siswa. Mengadaptasi metode pengajaran yang lebih personalized dan mendukung perkembangan siswa secara holistik akan membuat pembelajaran lebih efektif.

Seperti Pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi, dan penggunaan metode pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, tujuan guru menjadi pilar kesejahteraan, perlahan dapat diwujudkan.

Pendidikan yang berkualitas, yang dipandu oleh guru yang berdedikasi, adalah kunci bagi keberhasilan suatu bangsa. Mencetak generasi yang cerdas dan berbudi pekerti luhur, tentu saja akan membuka jalan menuju kesejahteraan bangsa yang lebih baik.

baik itu dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Guru adalah penentu kesejahteraan bangsa, karena tanpa mereka, cita-cita kemajuan sebuah negara akan sulit tercapai.

Untuk itu, peningkatan kualitas guru mesti menjadi upaya yang terus dilanjutkan. Sebab, dari guru yang berkualitas akan terlahir generasi emas penentu kesejahteraan bangsa di masa depan. Semoga!(Muhammad Iqbal, M.Pd, GURU SMP IT AL KAHFI PASAMAN BARAT)

Editor : Novitri Selvia
#SMP IT Al Kahfi Pasaman Barat #Pilar Kesejahteraan Bangsa #muhammad iqbal