Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 01 Koto Laweh, Pesona Randai Sabai Nan Aluih dan Tuanku Imam Bonjol

Zulkarnaini Padek • Jumat, 24 Januari 2025 | 14:45 WIB

Desvitri Yanti, S.Pd.Gr, GURU UPT SDN 01 KOTO LAWEH.(TIM LAMAN GURU)
Desvitri Yanti, S.Pd.Gr, GURU UPT SDN 01 KOTO LAWEH.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Seni randai di UPT SD Negeri 01 Koto Laweh telah menjadi simbol kebanggaan dan sarana pelestarian budaya Minangkabau.

Dua kisah utama yang dipentaskan adalah Sabai Nan Aluih dan Tuanku Imam Bonjol, masing-masing memiliki momentum spesial dalam kegiatan sekolah.

Sabai Nan Aluih dipertunjukkan pada acara perpisahan siswa, sementara Tuanku Imam Bonjol dipentaskan saat upacara serah terima jabatan kepala sekolah dan guru yang memasuki masa purnabakti.

Acara perpisahan siswa di SD Negeri 01 Koto Laweh selalu menjadi momen penuh emosi, tidak hanya bagi siswa yang akan meninggalkan sekolah, tetapi juga bagi orang tua dan guru.

Dalam acara ini, kisah Sabai Nan Aluih dipilih karena pesan moralnya yang kuat tentang keberanian, kejujuran, dan cinta keluarga.

Para siswa dengan antusias memerankan tokoh-tokoh dalam cerita ini. Adegan-adegan seperti keberanian Sabai dalam mempertahankan kehormatan keluarganya menghadirkan suasana yang penuh inspirasi.

Pelaksanaan randai ini melibatkan seluruh siswa kelas atas sebagai pemeran utama, sedangkan siswa kelas bawah berperan sebagai pendukung dalam permainan musik dan gerakan tari galombang.

Kostum tradisional yang digunakan, seperti baju kurung dan songket, menambah kekayaan visual dalam pertunjukan. Guru bertindak sebagai pelatih yang membimbing siswa memahami dialog, ekspresi, dan gerakan yang autentik.

Acara ini menjadi semakin meriah dengan dukungan orang tua yang turut membantu menyediakan perlengkapan dan konsumsi untuk peserta.

Sementara itu, kisah Tuanku Imam Bonjol dipilih sebagai tema randai pada acara serah terima jabatan kepala sekolah dan penghormatan kepada guru yang memasuki masa purnabakti. Cerita ini dianggap relevan karena menggambarkan perjuangan, pengabdian, dan kepemimpinan yang tegas dan bijaksana.

Pertunjukan ini menjadi simbol penghormatan kepada kepala sekolah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, serta apresiasi kepada guru yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan.

Pelaksanaan randai Tuanku Imam Bonjol ini melibatkan perpaduan antara guru dan siswa sebagai pemeran, memberikan makna mendalam akan kolaborasi antargenerasi.

Tokoh utama Tuanku Imam Bonjol diperankan oleh salah satu siswa yang memiliki kemampuan akting yang baik, sementara dialog-dialog yang menggambarkan semangat perjuangan disampaikan dengan penuh penghayatan.

Sebagai simbol kepemimpinan dan kebijaksanaan, adegan klimaks dari randai ini menjadi momen yang mengharukan bagi semua yang hadir. Kedua pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif.

Melalui cerita Sabai Nan Aluih, siswa diajarkan pentingnya keberanian dan nilai keluarga, sedangkan kisah Tuanku Imam Bonjol mengajarkan semangat juang dan pengabdian.

Dalam proses latihan, siswa juga dilatih untuk bekerja sama, menghormati budaya, dan mengembangkan rasa percaya diri. Pelaksanaan randai ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak.

Orang tua merasa bangga melihat anak-anak mereka tampil di panggung dengan penuh percaya diri, sementara guru merasa terharu melihat nilai-nilai budaya yang terus ditanamkan kepada generasi muda.

Kepala sekolah dan guru yang memasuki masa purnabakti merasa terhormat, karena kisah Tuanku Imam Bonjol memberikan penghormatan simbolis terhadap peran mereka sebagai pemimpin yang berdedikasi.

Keberhasilan pertunjukan ini, UPT SD Negeri 01 Koto Laweh membuktikan bahwa seni tradisional seperti randai tidak hanya dapat melestarikan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang mendalam.

Ke depannya, diharapkan kegiatan seni seperti ini terus dijaga dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi siswa dan masyarakat.

Dengan peran penting yang dimainkan oleh Maswardi, S.Pd.I, sebagai gur pelatih utama dan dukungan dari Pengawas Jang Yuhel Supelmi, S.Pd serta guru lainnya, randai di UPT SD Negeri 01 Koto Laweh tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif.

Melalui kisah Sabai Nan Aluih dan Tuanku Imam Bonjol, siswa diajak untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai budaya serta sejarah dalam kehidupan sehari-hari.

Harapannya, seni tradisional ini akan terus berkembang dan menjadi bagian integral dari pendidikan di sekolah. Dan menjadi perhatian oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tanahdatar. (Desvitri Yanti, S.Pd.Gr, GURU UPT SDN 01 KOTO LAWEH)

Editor : Novitri Selvia
#Randai Sabai Nan Aluih #Desvitri Yanti #UPT SD Negeri 01 Koto Laweh #tuanku imam bonjol