Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SMP Negeri 5 Batusangkar, Meningkatkan Kompetensi Story Telling

Novitri Selvia • Jumat, 21 Maret 2025 | 20:00 WIB
ARAHAN: Para siswa UPT SMPN 5 Batusangkar mendengarkan pengarahan sebelum masuk ke kelas mereka.(TIM LAMAN GURU)
ARAHAN: Para siswa UPT SMPN 5 Batusangkar mendengarkan pengarahan sebelum masuk ke kelas mereka.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Sudah hampir satu pekan ini perpustakaan kedatangan anak-anak yang dengan tujuan yang sama yakni melatih diri untuk penampilan bakat story telling. Mereka menyiapkan diri dari jauh-jauh hari untuk menghadapi perlombaan yang akan mereka hadapi nantinya.

Silih berganti mereka tampil dengan cerita yang berbeda dengan gaya khas mereka masing-masing. Kehadiran mereka sangat menarik perhatian. Mengamati mereka yang sedang berlatih, sungguh menyenangkan.

Satu-persatu mereka tampil, menceritakan dan memperagakan karakter yang mereka bawakan. Ketika terjadi kesalahan, kekurangan ataupun yang perlu ditambahkan, maka tampillah guru yang senantiasa mendampingi mereka untuk mengoreksinya.

Cara mereka tampil menyampaikan cerita, kisah ataupun legenda agar sampai kepada pendengar dan dipahami dengan baik, sangat menarik. Tidak hanya menjadi narator tetapi mereka mampu memerankan banyak tokoh secara sekaligus.

Berganti karakter diri dari tokoh satu ke tokoh berikutnya dan kembali lagi kepada narator sesuai ceritanya. Raut wajah mereka berubah-ubah, suarapun berganti-ganti menyesuaikan tokoh yang mereka perankan, berteriak, menangis bahkan tertawa terbahak-bahak.

Tidak cukup hanya di situ, properti yang mereka gunakan menambah semaraknya story telling yang mereka sampaikan. Seakan-akan penonton melihat sendiri kisah yang mereka perankan.

Banyak keterampilan yang bisa dimiliki jika kita mau dan konsisten mempelajarinya. Salah satunya adalah keterampilan bercerita, menyampaikan cerita ataupun kisah kepada pendengar oleh diri sendiri dengan gaya, mimik wajah, tokoh yang berbeda-beda yang dipentaskan dan disaksikan banyak orang.

Menurut wikipedia, bercerita atau mendongeng berarti cara yang digunakan untuk menyampaikan suatu cerita cerita kepada penyimak, baik dalam bentuk kata-kata, gambar maupun suara. Sedangkan story telling sendiri artinya cara menyampaikan suatu cerita yang menggunakan bahasa Inggris.

Adanya keterampilan bercerita apalagi keterampilan bercerita dalam bahasa Inggris ini, merupakan banyak keterampilan yang bisa dikuasai sekaligus.

Di antara keterampilan itu adalah bagaimana anak-anak mampu menggunakan bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris yaitu latihan mendengar atau listening, latihan menulis atau writing, latihan membaca atau reading dan latihan berbicara dalam bahasa Inggris atau speaking.

Selain itu, mampu mengucapkan kata-kata atau kalimat dalam bahasa Inggris atau pronunciation dengan artikulasi yang baik. Dengan begitu anak-anak akan mudah menguasai bahasa inggris dengan cepat dan baik.

Berikutnya adalah keterampilan public speaking yakni kemampuan berbicara di depan umum dengan efektif dan percaya diri. Ada banyak kelemahan yang dimiliki anak-anak dan orang dewasa lainnya yakni berani tampil di depan orang banyak.

Meski memiliki kemampuan ataupun pengetahuan yang banyak, jika tidak bisa menyampaikannya di depan orang banyak, maka ini akan menjadi salah satu kelemahan yang harus diperbaiki.

Dengan menampilkan story telling, anak-anak dengan sendirinya memiliki kemampuan untuk tampil di depan orang banyak dalam menyampaikan cerita yang mereka peragakan. Berbicara satu sisi anak-anak mampu bercerita, sedangkan disisi lain anak-anak mampu menguasai bahasa asing.

Sedangkan keterampilan lainya yang didapatkan dari story telling ini adalah keterampilan berekpresi atau bakat mengolah raut wajah. Siswa juga bisa mengolah suara mulai dari intonasi sampai jenis-jenis suara yang dikeluarkan.

Selain itu, keterampilan memperagakan berbagai gerakan sebagai penunjang, juga dimilikinya. Ketiadaan keterampilan ini mengakibatkan gagalnya tersampaikan cerita kepada pendengar. Dengan memiliki keterampilan ini, siswa mampu bercerita sehingga dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh penonton.

Adanya keterampilan inilah yang menjadi bakat tersendiri bagi anak-anak kelak di masa depan sehingga mereka mampu ikut serta dalam persaingan generasi. Pesatnya perkembangan zaman, semakin canggihnya terknologi akan menjadi tuntutan tersendiri bagi generasi muda dimasa yang akan datang.

Memiliki keterampilan yang berbeda menjadi sebuah senjata atau tameng dalam menghadapi perang dengan masa depan masing-masing.

Dengan memiliki keterampilan yang berbeda-beda yang mereka ahli di bidangnya masing-masing itu diharapkan memiliki keterampilan-keterampilan yang akan membantu memudahkan mereka beradaptasi dengan perubahan zaman.(Yesiamelia, A.Md, PUSTAKAWAN UPT SMPN 5 BATUSANGKAR)

Editor : Novitri Selvia
#Yesiamelia #UPT SMP Negeri 5 Batusangkar #story telling