Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMK Negeri 3 Payakumbuh: Didik Siswa Bisa Bekerja, Lanjutkan Pendidikan ke PT dan Berwirausaha

Jupri Jao • Kamis, 3 Juli 2025 | 14:30 WIB
REWARD: Kepala SMKN 3 Payakumbuh Dra. Wismarni, MM ketika menerima Anugerah Gubernur Sumbar, pelaksana kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) 10 terbaik tingkat SMKN Sumbar.(TIM LAMAN GURU)
REWARD: Kepala SMKN 3 Payakumbuh Dra. Wismarni, MM ketika menerima Anugerah Gubernur Sumbar, pelaksana kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) 10 terbaik tingkat SMKN Sumbar.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-SMKN 3 Kota Payakumbuh adalah salah satu SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) unggulan di Kota Payakumbuh. Sekolah yang dipimpin Dra. Wismarni, MM ini mempunyai target siswanya Bisa bekerja, Melanjutkan ke perguruan tinggi dan Berwirausaha atau yang dikenal dengan BMW.

“Kita menginginkan SMKN 3 Kota Payakumbuh menjadi pusat keunggulan, bukan hanya sekadar branding saja tetapi diakui serta mempunyai manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Target lulusan itu tidak hanya sekadar isapan jempol belaka. Ini dibuktikan dengan berbagai program sekolah. Mulai dari menggiatkan ekstrakurikuler hingga membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan memiliki soft skill yang selaras dengan dunia kerja. “Ini sesuai juga dengan program pemerintah daerah dan pusat,” ujarnya.

SMKN 3 Payakumbuh juga telah membuktikan diri layak menjadi salah satu sekolah favorit di Luhak 50. Beberapa kompetisi daerah dan seleksi nasional sudah mereka raih. Salah satunya ikut seleksi WorldSkills ASEAN 2025. WorldSkills ASEAN ini adalah panggung bagi peserta didik untuk unjuk kemampuan di level nasional.

Saat ini, katanya, ada yang namanya teaching factory (Tefa). Program ini bertujuan mempersiapkan lulusan yang memiliki karakter kewirausahaan (enterpreneurship).

Model Pembelajaran ini teaching factory merupakan konsep pembelajaran yang diharapkan mampu menjembatani pengetahuan yang diberikan di sekolah sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena dalam pelaksanaannya, pembelajaran model teaching factory ini mengupayakan dan menumbuhkan etos kerja, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan dan kejujuran yang sangat dibutuhkan di dunia industri dan usaha saat ini.

Sebagai sekolah yang diunggulkan, SMK yang terletak di jatung Kota Payakumbuh tidak ingin lulusan hanya menjadi penonton saat tamat nanti. Dengan konsep teaching factory siswa dilatih menjadi pelaku usaha sesuai dengan kompetisi yang dihadapi.

“Dengan konsep teaching factory ini kita bisa mempersiapkan lulusan yang memiliki karakter entrepreneurship,” ujar Kepala Sekolah yang merupakan salah satu dari 10 Kepsek penerima anugerah Gubernur Sumbar untuk Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) terbaik untuk SMK se-Sumbar tahun 2024 ini.

Dengan konsep ini pula, katanya, siswa terlatih menjadi pelaku usaha yang diharapkan bisa dipraktikkan, setelah mereka lulus dari sekolah, sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

Jurusan yang tersedia di SMK 3 Kota Payakumbuh ini diantaranya adalah teknik komputer dan jaringan, multi media, usaha perjalanan wisata, tata kecantikan kulit dan rambut, tata busana, perhotelan dan tata boga.

“Siswa disiapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja, tapi menjadi pelaku usaha dan disiapkan juga untuk melanjutkan keperguruan tinggi,” ujar ibu yang dipanggil buk Wis ini.

Murid-murid kami, katanya, tidak saja dilatih jadi pengusaha tapi juga memproduksi barang dan jasa mulai dari perencanaan, produksi hingga menjual dan memasarkan produk.

“Pembelajaran teaching factory di dunia pendidikan bisa menjaga keselarasan dan menjadi pintu gerbang kerja sama yang selaras antara dunia industri dan dunia usaha,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, selain dari kegiatan yang berhubungan dengan jurusan. SMK 3 Kota Payakumbuh juga ada kegiatan ekstrakurikuler seperti silat, olahraga, tahfiz, pramuka, paskibra dan lain sebagainya.

Salah seorang guru lainnya, Yetti mengatakan, semua jurusan mempunyai labor praktik. Malahan ada Tefa yang terbuka untuk umum. Contoh kami punya hotel dan disewakan kepada masyarakat, semua pekerjanya dari siswa dan alumni.

“Ya sebelum mereka terjun ke industri, mereka digembleng dulu di sini, sesuai dengan jurusannya masing-masing,” jelas guru perhotelan dan tata boga ini. (Jufri Jao---WARTAWAN PADANG EKSPRES)

Editor : Novitri Selvia
#Wismarni #teaching factory #SMK Negeri 3 Payakumbuh