PADEK.JAWAPOS.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bukan sekadar program pemberian makanan. Lebih dari itu, MBG adalah langkah strategis pemerintah untuk membangun fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045.
Program ini bertujuan utama untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mencetak sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing di masa depan.
Sebagai salah satu pelaksana, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memulai peluncuran program ini secara bertahap sejak Januari 2025 di berbagai provinsi, termasuk di Kota Padang.
Di Kota Padang, program MBG berpusat di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG): Dapur Parak Karakah, Batalyon, dan Purus. Salah satu sekolah yang menjadi penerima manfaat dari SPPG Purus adalah SMP Negeri 39 Padang. Sejak awal, sekolah telah menunjukkan komitmen penuh untuk menyukseskan program MBG.
Berbagai persiapan matang dilakukan, mulai dari aspek sarana prasarana, pendataan murid penerima manfaat, pembentukan tim pendukung, hingga rencana pembiayaan. Sebagai langkah awal, pihak sekolah menyiapkan sebuah ruangan khusus yang terlindung dari sinar matahari langsung.
Ruangan ini dilengkapi dengan meja setinggi 110-120 cm yang berfungsi sebagai tempat meletakkan wadah makanan atau yang akrab disebut “omprengan.” Ruangan ini menjadi pusat distribusi makanan sebelum disalurkan ke setiap kelas.
Untuk memastikan kelancaran program, tim pelaksana khusus dibentuk yang terdiri dari petugas piket. Petugas ini bertugas mengoordinasi para siswa yang akan menjemput omprengan ke posko.
Selain itu, sosialisasi khusus juga dilakukan kepada seluruh siswa untuk menjelaskan pentingnya program MBG bagi tumbuh kembang mereka. Sekolah menekankan bahwa gizi seimbang yang mereka dapatkan akan menjadi bekal berharga dalam menyongsong masa depan.
Menu makanan yang disajikan telah disusun secara cermat oleh tim SPPG, mengacu pada prinsip Empat Sehat Lima Sempurna. Setiap hari, siswa menerima paket lengkap berupa nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, buah-buahan, serta susu sebagai nutrisi pelengkap.
Untuk menjaga kebersihan, setiap siswa diwajibkan membawa peralatan makan pribadi, seperti sendok dan botol air minum. Air minum sendiri telah disediakan di masing-masing kelas.
Pelaksanaan MBG di SMP Negeri 39 Padang dimulai sejak 30 Juli 2025. Setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, makanan diantar oleh tim SPPG sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan yang tiba akan diterima oleh petugas piket dan disimpan di ruangan yang sudah disiapkan.
Proses serah terima ini didokumentasikan dengan pengambilan foto dan penandatanganan bukti serah terima. Mengingat sistem pembelajaran di SMP Negeri 39 Padang terbagi menjadi dua shift, jadwal makan pun disesuaikan.
Sesi pertama dilaksanakan pada pukul 12.30 WIB, dimana 4-5 orang perwakilan siswa dari setiap kelas menjemput omprengan. Jumlah omprengan yang diberikan disesuaikan dengan data kehadiran siswa di kelas pada jam terakhir. Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB.
Proses makan dilakukan secara bersama-sama di dalam kelas, didampingi oleh guru. Sebelum menyantap hidangan, seluruh siswa diajak berdoa bersama.
Guru pendamping juga mengingatkan siswa untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan dan makan dengan ikhlas. Hal ini bukan hanya sekadar makan, tetapi juga proses pembentukan karakter.
Program MBG secara efektif melatih karakter bersyukur dan disiplin pada siswa.
Awalnya, beberapa siswa kurang tertib. Ada yang berlama-lama di jalan saat menjemput makanan atau makan sambil mengobrol dan berpindah-pindah tempat duduk, yang mengakibatkan terbuangnya waktu pembelajaran.
Namun, berkat edukasi dan pendampingan yang konsisten dari para guru, disiplin siswa berangsur membaik. Proses penjemputan dan pengantaran makanan kini berlangsung lebih teratur.
Selain itu, guru juga menekankan pentingnya menghabiskan makanan. Walaupun menu yang disajikan mungkin tidak selalu sesuai selera, siswa diajarkan untuk menghargai makanan dan mencoba menu baru.
Hal ini menumbuhkan sikap menghargai dan menghindari pemborosan. Secara keseluruhan, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan asupan nutrisi fisik, tetapi juga nutrisi karakter bagi generasi muda.
Program ini terbukti menjadi instrumen efektif dalam membangun kebiasaan baik, melatih rasa syukur, dan menanamkan kedisiplinan sejak dini. Dengan fondasi yang kuat ini, Indonesia optimis mampu mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkarakter pada 2045.(Suryati, M.Pd, Kepala SMP Negeri 39 Padang)
Editor : Novitri Selvia