PADEK.JAWAPOS.COM-Televisi pintar atau Smart TV adalah televisi yang dilengkapi dengan kemampuan untuk terhubung ke internet dan menjalankan aplikasi digital.
Dengan layar yang lebar, resolusi tinggi, serta fitur seperti mirroring layar, pemutar media, dan akses ke YouTube, Google Drive, atau aplikasi edukatif, Smart TV menjadi alat bantu visual yang sangat berguna dalam kegiatan belajar mengajar.
Kemajuan teknologi telah membawa perubahan signifikan pada dunia pendidikan. Salah satu inovasi teknologi yang kini mulai banyak dimanfaatkan di ruang kelas adalah Smart TV.
Tidak hanya sebagai alat hiburan, Smart TV kini berkembang menjadi perangkat pendukung pembelajaran yang efektif. Dengan fitur-fitur interaktif dan konektivitas internet, Smart TV dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.
Program televisi pintar bagi sekolah adalah inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mendistribusikan smart TV ke 330.000 sekolah di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan melalui pembelajaran audio-visual yang lebih interaktif dan terhubung dengan materi ajar berkualitas dari mana saja.
Program ini akan mendukung pembelajaran jarak jauh, mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil, dan mendorong transformasi sistem pembelajaran di era digital.
Pada Selasa, tepatnya tanggal 30 September 2025 SD Negeri 28 Kota Payakumbuh telah menerima program televisi pintar/Smart TV dari pemerintah berupa televisi pintar/ Smart TV berukuran 75 inci dimana pihak yang menerima yaitu para guru yang kebetulan sedang menunggu petugas pemberi bantuan yang telah di tunjuk oleh pemerintah.
Tujuan dari program televisi pintar yaitu untuk mengatasi ketertinggalan pendidikan, memperluas akses pembelajaran digital, dan menciptakan transformasi pembelajaran yang sesuai dengan era digital.
Fungsi dari program televisi pintar/Smart TV ini akan digunakan sebagai media pembelajaran digital, menampilkan video pembelajaran, dan dapat diakses secara daring maupun luring.
Pemerataan akses pendidikan dengan memastikan siswa di daerah terpencil dan tertinggal bisa mendapatkan materi pembelajaran berkualitas dari guru-guru terbaik secara virtual.
Peningkatan kualitas pembelajaran dimana Smart TV menyediakan platform untuk pembelajaran audio-visual yang lebih menarik, termasuk video, presentasi, buku digital, dan latihan interaktif, yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
Smart TV sebagai transformasi digital yang bisa mewujudkan transformasi sistem pembelajaran yang sesuai dengan era digital dengan mengintegrasikan komponen konektivitas (jaringan, hardware, software), kreativitas (program, produk), dan komunitas.
Contoh Pemanfaatan Smart TV di Kelas dalam lingkungan sekolah yaitu, Pelajaran IPAS dengan menampilkan peta interaktif dan dokumenter wilayah dunia secara real-time.
Bahasa Inggris dengan menayangkan film pendek atau percakapan asli dari penutur asli untuk melatih listening. Matematika dengan menggunakan video penjelasan konsep abstrak seperti aljabar atau geometri melalui animasi.
Bayangkan sebuah kelas mau belajar pelajaran IPAS di mana siswanya mempelajari anatomi manusia.
Guru ingin menggunakan alat bantu visual untuk meningkatkan pengalaman belajar dan memutuskan untuk menggunakan smart TV untuk menampilkan model tubuh manusia.
Dengan smart TV, guru dapat dengan mudah menavigasi model, memperbesar organ tertentu, dan menjelaskan fungsinya secara detail.
Di sisi lain, seorang guru yang memiliki buku teks, papan tulis, dan kapur ingin menggunakan alat bantu visual untuk menunjukkan model tubuh manusia.
Kemudian, ia akan menggambar sketsa tubuh manusia di atas papan dan mencoba menjelaskannya dengan menunjuk bagian tubuh yang berbeda menggunakan kapur.
Ini hanyalah salah satu dari banyak skenario yang bisa terjadi. Hal ini menciptakan kesenjangan di ruang kelas; siswa mungkin tidak memiliki akses terhadap teknologi dan kesempatan belajar yang sama.
Meski banyak manfaatnya, penggunaan Smart TV juga memiliki tantangan seperti perlunya pelatihan guru, dan potensi gangguan jika tidak digunakan dengan bijak.
Untuk mengatasi hal ini, sekolah perlu mengelola jadwal penggunaan, menyediakan pelatihan penggunaan perangkat, dan memastikan koneksi internet yang stabil.
Kesimpulannya, Smart TV adalah perangkat teknologi yang sangat potensial dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Dengan konten visual yang kaya, akses ke internet, dan fitur interaktif, Smart TV dapat membuat proses belajar lebih hidup, menarik, dan efektif.
Pemanfaatannya secara tepat akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih inovatif dan bermakna, sehingga guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan efektif dengan menggunakan Smart TV di ruang kelas. “Genggam dunia dengan teknologi”. (Meili Junita, M.Pd, Gr, GURU SDN 28 PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia