Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

MTs Negeri 1 Kota Padang: Guru Masa Kini, Pembelajaran Masa Depan

Novitri Selvia • Selasa, 25 November 2025 | 13:05 WIB

Idra Putri, GURU MTSN 1 KOTA PADANG. (TIM LAMAN GURU)
Idra Putri, GURU MTSN 1 KOTA PADANG. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Hari ini, siswa belajar dari layar, bertanya pada mesin dan berdiskusi di ruang virtual. Namun dibalik kecanggihan teknologi tersebut, guru menjadi penentu arah. Apakah teknologi akan mencerdaskan atau sebaliknya ?

Kemajuan teknologi menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan kurikulum di Indonesia. Perubahan kurikulum dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, di mana teknologi kini menuntut semua pihak berkolaborasi dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan.

Perubahan teknologi menuntut pembelajaran menjadi lebih berwarna, sehingga semua pihak terkait perlu merenovasi diri untuk menjadi lebih baik. Perubahan teknologi perlu menjadikan pembelajaran sebagai visioner dalam perkembangan.

Perkembangan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan zaman yang menuntut kolaborasi. Seiring meningkatnya kebutuhan akan kompetensi teknologi, perubahan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sepihak.

Semua pihak, baik pemerintah, sekolah, guru, maupun masyarakat, perlu berkolaborasi untuk mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Tuntutan teknologi dewasa ini memerlukan kontribusi bersama agar sekolah mampu menyediakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan digital siswa.

Kolaborasi ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan implementasi kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan masa kini.

Sementara itu, guru sebagai simbol peradaban dituntut untuk berkembang sejalan dengan perubahan zaman dan karakter generasi yang dihadapinya.

Guru tidak hanya mengajar, tetapi harus mengembangkan diri sesuai kebutuhan generasi digital.  Tuntutan generasi digital membuat guru harus bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Apalagi istilah guru lebih tua semalam dari siswa sudah tidak berlaku lagi karena teknologi yang diimplementasikan dalam pembelajaran penting diselaraskan dengan generasi yang akan dibelajarkan.

Guru sebagai simbol peradaban dituntut mengembangkan diri bersama perkembangan generasi. Guru kerap disebut sebagai simbol peradaban karena perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh sebab itu, guru dituntut untuk terus mengembangkan diri agar sejajar dengan perkembangan generasi yang mereka hadapi. Perubahan perilaku, cara berpikir, serta gaya belajar siswa masa kini menuntut guru untuk lebih terbuka, inovatif, dan adaptif.

Pengembangan diri melalui pelatihan, peningkatan kompetensi teknologi, serta refleksi pembelajaran menjadi langkah penting agar guru tetap relevan dan efektif dalam mendidik.

Pembelajaran bermakna merupakan tanggung jawab guru yang berkompeten. Pembelajaran yang berlangsung di kelas sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru, sehingga kualitas proses belajar sangat ditentukan oleh kompetensinya dalam mengajar.

Guru yang berkompeten akan mampu menyampaikan materi dengan tepat, menarik, dan sesuai konteks kebutuhan siswa. Melalui kemampuan pedagogik, profesional, dan teknologi yang memadai, guru dapat menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna.

Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir dan karakter peserta didik.

Generasi alfa yang sangat akrab dengan teknologi menuntut guru memiliki kompetensi mengajar yang mumpuni, baik dari segi metode maupun pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi.

Oleh karena itu guru perlu menyesuaikan strategi, perangkat, dan media pembelajaran agar relevan bagi peserta didik yang hidup di lingkungan teknologi tinggi.

Guru dituntut cakap teknologi, oleh karena itu metode pembelajaran konvensional tidak lagi relevan dengan generasi masa kini karena sejak lahir mereka sudah disuguhkan perkembangan dan kecanggihan  teknologi.

Jadi tidak dipungkiri bahwa generasi Alfa yang dibelajarkan hari ini diberikan ruang yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Tantangan Teknologi Untuk Guru Masa Kini

Belum semua guru masa kini cakap dan tanggap terhadap terknologi. Guru masa kini memang dituntut untuk menyesuaikan, cakap teknologi dan mumpuni pada bidangnya, namun kondisi  yang meninabobokkannya selama puluhan tahun membuat guru enggan untuk bangun.

Baca Juga: Pergeseran Tanah di Ngarai Sianok, 68 Warga Dievakuasi: Bencana Meluas ke 9 Kecamatan di Agam

Bahkan muncul filosofi ”zona nyaman”, terlalu nyaman pada kondisinya, sehingga enggan berubah. Guru nyaman mengajar tanpa media. Guru nyaman mengajar apa adanya dan teknologi dianggap musuh.

Bahkan ada guru yang hanya datang untuk menceramahi siswa, menasehati tanpa mau akrab dengan kondisi dan kekurangan siswa.

Meskipun pemerintah sudah mengelontorkan dana pelatihan dan perbaikan mutu ratusan triliyun, namun kalau gurunya masih pada posisi nyaman, tentu hal itu tetap tidak bisa maksimal.

Ada pelaksanaan workshop fiktif, Bimtek tidak jelas namun uang negara tetap juga mengucur. Fenomena ini membuat guru tergoda, kalau untuk pelatihan dan menginap di hotel mewah semuanya berebutan.

Banyak guru yang sudah keenakan dan terlena, sehingga enggan untuk mengupdate diri melalui pelatihan, pendidikan ataupun cara-cara jitu untuk meningkatkan kompetensi.

Alhasil pendidikan kita masih carut marut, meskipun banyak pihak berkoar-koar untuk meningkatkan dana pendidikan.

Tantangan untuk cakap berteknologi kini menjadi tugas berat bagi banyak guru, terutama ketika mereka harus mengajar generasi yang sejak kecil telah akrab dengan perangkat digital.

Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut guru untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar tidak tertinggal dari siswa yang mereka bimbing.

Kondisi ini menjadikan proses adaptasi teknologi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan yang melekat pada profesi guru masa kini. Guru dituntut untuk mumpuni dalam bidang yang diajarkan, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi sebagai media dan strategi pembelajaran yang efektif.

Guru perlu memahami bagaimana aplikasi digital, platform pembelajaran, serta perangkat multimedia dapat diintegrasikan dalam kegiatan belajar.

Hal ini bertujuan agar penyampaian materi menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa yang hidup di era digital.

Dengan keseimbangan tersebut, guru tidak hanya menjadi pengajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga tetap mampu membimbing siswa secara utuh, baik dari aspek akademik maupun karakter.

Inilah yang menjadikan guru benar-benar relevan dan efektif dalam era modern, yaitu kemampuan untuk menggabungkan kompetensi tradisional dengan kecakapan teknologi yang mutakhir. Keduanya menunjang guru untuk terus kreatif dan siap berkomptensi.

Beberapa solusi bisa ditawarkan untuk mengatasi zona nyaman guru. Hal itu bisa dimulai dari mengingkatkan kompetensi digital guru. Peningkatan komptensi digital tidak serta merta  begitu saja.

Hal ini  bisa dilakukan dengan pelatihan secara berkala, baik dari pemerintah maupun komunitas pendidikan, dapat menjadi sarana untuk mengenal platform belajar daring, aplikasi pembelajaran interaktif, hingga multimedia pembelajaran.

Penguasaan kompetensi digital ini memungkinkan guru memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam proses belajar mengajar.(Idra Putri, M.Pd, Guru MTsN 1 Kota Padang)

Editor : Novitri Selvia
#MTs Negeri 1 Kota Padang #IDRA PUTRI #guru masa kini