Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling: Bermain Ular Tangga, Asah Keaktifan Siswa

Novitri Selvia • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:00 WIB

SENANG: Murid UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling terlihat menikmati game dalam pembelajaran.
SENANG: Murid UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling terlihat menikmati game dalam pembelajaran.

PADEK.JAWAPOS.COM-Secara etimologis, istilah pendidikan berasal dari kata “didik”, yang kemudian ditambahkan awalan “me” sehingga menjadi “mendidik”, yang berarti menjaga dan memberikan pelatihan.

Pendidikan adalah upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi mereka sendiri untuk memiliki kekuatan spiritual dalam beragama, kemampuan mengendalikan diri, karakter, kecerdasan, akhlak yang baik, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya dan masyarakat.

Pendidikan dapat dilakukan pada berbagai level mulai dari pendidikan awal hingga pendidikan lanjutan. Salah satu contohnya adalah pendidikan dasar di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah yang berlangsung selama enam tahun.

Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah sangat penting untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, karena selama enam tahun proses belajar, siswa mempelajari berbagai mata pelajaran.

Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk mengubah ketidaktahuan menjadi pengetahuan, sehingga siswa mendapatkan bekal dari berbagai aspek.

Pembelajaran merupakan segala aktivitas yang dirancang untuk mendukung seseorang dalam menguasai keterampilan atau nilai baru.

Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses pemindahan pengetahuan dari pengajar kepada murid, sehingga mereka dapat mendapatkan wawasan yang lebih luas serta hasil belajar yang ditandai dengan peningkatan kemampuan dan nilai baru yang diperoleh oleh murid.

Pendidikan yang berlangsung di sekolah mencakup berbagai jenis mata pelajaran, yang akan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Salah satu mata pelajaran yang diajarkan adalah pendidikan agama Islam.

Pendidikan agama Islam di sekolah tidak hanya berfokus pada pengajaran pengetahuan agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral siswa.

Melalui pelajaran ini, siswa diharapkan dapat memahami nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, dan toleransi, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kadang-kadang, suatu mata pelajaran dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan, menarik, dan tidak monoton selama proses belajar jika didukung dengan media.

Media pembelajaran mencakup berbagai hal (baik itu manusia, objek, atau lingkungan) yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan dalam proses belajar, sehingga dapat menarik perhatian, minat, pikiran, dan emosi siswa dalam kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan.

Media pembelajaran yang tersedia memiliki banyak variasi, salah satunya adalah dengan menggunakan permainan yang menyenangkan dan tidak membosankan, seperti permainan ular tangga.

Melalui media yang digunakan dalam bermain, terdapat banyak manfaat yang signifikan selama masa di sekolah dasar, khususnya untuk membantu siswa agar lebih aktif, memahami, dan menguasai materi yang bersifat abstrak.

Permainan adalah setiap kompetisi yang melibatkan interaksi antara pemain sesuai dengan aturan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Sadiman, terdapat empat elemen utama yang harus ada dalam setiap permainan, yaitu: (1) keberadaan pemain, biasanya lebih dari dua orang. (2) adanya lingkungan di mana pemain berinteraksi. (3) adanya peraturan permainan, dan (4) adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Ular tangga merupakan permainan papan yang dirancang untuk anak-anak dan dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih. Permainan ini sudah sangat terkenal di seluruh Indonesia.

Tiga alat yang diperlukan dalam permainan ular tangga adalah dadu, bidak, dan papan ular tangga.

Permainan ini dapat dimainkan oleh minimal dua orang. Media untuk permainan ular tangga bisa disesuaikan dengan materi pembelajaran dan kelas agar siswa merasa senang dan tidak bosan, serta terkesan menarik.

Dalam setiap permainan, setiap siswa memiliki kesempatan untuk melempar dadu. Dadu yang digunakan memiliki angka dari 1 hingga 6, sedangkan papan ular tangga terdiri dari kotak-kotak kecil yang menampilkan gambar ular dan tangga.

Setelah siswa melempar dadu, mereka diizinkan untuk melanjutkan permainan sesuai dengan angka yang diperoleh.(Diah Mulya Rahmadini, UPT SDN 04 LAWANG MANDAHILING)

Editor : Novitri Selvia
#UPT SD Negeri 04 Lawang Mandahiling #Ular Tangga #Diah Mulya Rahmadini