Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPT SD Negeri 12 Tabekpatah, Inovasi Pembelajaran di Sekolah Dasar melalui Teknologi Digital

Novitri Selvia • Jumat, 26 Desember 2025 | 09:00 WIB
Yuti Oktarina Ningsih, S.Pd, GURU UPT SDN 12 TABEKPATAH
Yuti Oktarina Ningsih, S.Pd, GURU UPT SDN 12 TABEKPATAH

PADEK.JAWAPOs.COM-Perkembangan zaman yang semakin maju membawa perubahan besar dalam berbagai sendi kehidupan termasuk dunia pendidikan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, semakin menuntut perkembangan sumber daya manusia agar mampu mengikuti persaingan zaman.

Dalam konteks ini, pendidikan menjadi sarana yang pas dalam membentuk generasi yang cakap, kreatif, dan tangguh. Sekolah Dasar (SD) memiliki peran penting sebagai fondasi utama dalam pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan karakter anak.

Namun, di era digital seperti sekarang, tantangan pendidikan di SD menjadi semakin kompleks. Anak-anak hidup berdampingan dengan gadget, internet, dan media sosial sejak usia dini.

Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua maupun guru, bahwa anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan layar daripada belajar.

Meskipun demikian, apabila diarahkan dengan tepat teknologi digital justru dapat menjadi pintu masuk bagi inovasi pembelajaran.

Dunia digital menawarkan peluang besar untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, menarik, interaktif dan sesuai dengan karakteristik generasi sekarang.

Permasalahan yang kerap muncul dalam pembelajaran di SD adalah siswa sering kali merasa bosan jika kegiatan belajar hanya dilakukan dengan metode tradisional.

Anak kehilangan fokus dan motivasi belajar, Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan yang mendesak untuk dilakukan, agar anak tetap semangat belajar sekaligus terlindungi dari dampak negatif teknologi.

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan guru dalam pembelajaran adalah dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sebenarnya tidak harus rumit, guru tidak perlu memiliki perangkat mahal atau aplikasi yang sulit digunakan.

Dengan kreativitas, guru dapat memanfaatkan teknologi sederhana untuk meciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Misalnya, pada tema hidup rukun, guru dapat menanyangkan video edukatif dari beberapa situs, salah satunya seperti rumah belajar atau Youtube Kids Edu yang menampilkan nilai-nilai gotong royong dan saling menghormati.

Setelah menonton siswa diarahkan untuk berdiskusi dan menuliskan pengalaman mereka dalam menerapkan sikap hidup rukun di sekolah dan di rumah.

Beragam aplikasi edukatif kini tersedia untuk menunjang pembelajaran di Sekolah Dasar, seperti Canva, Wordwall, Kahoot!, dan Quizizz.

Melalui aplikasi tersebut, guru bisa membuat berbagai macam media pembelajaran yang menarik bagi siswa.

Contohnya pada siswa kelas rendah, pembelajaran berbasis permainan digital seperti wordwall, dapat digunakan untuk mengenalkan huruf kapital, kosakata, atau membaca cerita bergambar.

Sedangkan untuk kelas tinggi, guru dapat mengembangkan pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan Google Classroom atau Learning Management Sistem (LMS) sederhana, dimana siswa dapat mengunggah tugas, berdiskusi, dan mengatur waktu belajarnya sendiri.

Cara ini melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa. Teknologi juga membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara guru dan orang tua.

Melalui group whatsapp kelas atau platform daring lainnya, guru dapat berbagi hasil karya siswa, foto kegiatan atau pengumuman penting.

Orang tua bisa melihat perkembangan belajar anak dan ikut memberikan dukungan dari rumah. Kolaborasi ini akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih terbuka, akrab dan saling mendukung.

Pemanfaatan teknologi tentu membutuhkan literasi digital yang baik dari guru. Guru perlu memahami dasar penggunaan teknologi, mengenal situs edukatif, dan mampu membuat media pembelajaran sederhana.

Tujuannya bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkaya cara mengajar agar lebih relevan dengan zaman. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan guru dalam bidang tenologi perlu terus dikembangkan agar mereka siap menghadapi tantangan zaman.

Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa pendidikan harus mengkuti perkembangan zaman dengan menuntun murid untuk mencari pengetahuan sendiri dan menguasai diri sendiri agar mampu menghadapi tantangan serta berkontribusi pada masyarakat.

Pendidik harus peka terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi, sekaligus menanamkan karakter dan moralitas yang kuat agar peserta didik menjadi manusia merdeka yang mampu memimpin dan mengabdi pada bangsa.

Pemikiran ini menajdi pengingat bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bukan hanya soal alat, tetapi juga tentang nilai dan arah pendidikan itu sendiri, menuntun anak untuk belajar secara mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab tanpa kehilangan jati diri sebagai manusia yang berkarakter.

Pemanfaatan teknologi digital di sekolah dasar bukan hanya sekedar tren, tetapi merupakan kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman.

Melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi, proses belajar dapat menjadi lebih interaktif, menarik, dan bermakna.

Dengan dukungan guru yang kreatif dan literasi digital yang baik, serta kolaborasi orang tua, maka pendidikan di sekolah dasar akan mampu melahirkan generasi pembelajar yang tangguh, cerdas, dan berkarakter di era digital.

Sebagaimana cita-cita Ki Hajar dewantara tentang manusia merdeka yang berilmu, beretika dan bermanfaat bagi bangsa dan sesamanya. (Yuti Oktarina Ningsih, S.Pd, GURU UPT SDN 12 TABEKPATAH)

 

Editor : Novitri Selvia
#UPT SD Negeri 12 Tabekpatah #Inovasi Pembelajaran #Yuti Oktarina Ningsih #teknologi digital