PADEK.JAWAPOS.COM-Setiap orang tentunya mempunyai mimpi. Demikian juga dengan murid kelas 9, orang tua, dan guru SMP Fidelis.
Mimpi yang diharapkan adalah diterima di sekolah yang diinginkan. Bagaimana caranya agar mimpi itu terwujud?
SMP Fidelis sebagai sekolah swasta yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Yayasan Prayoga Bukittinggi melaksanakan program “sejumput” untuk menjemput mimpi murid.
Apa latar belakang dilaksanakan “sejumput” ini? Hal tersebut berkaitan dengan persiapan mengikuti TKA.
Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan.
Untuk mendorong pembelajaran berkualitas dan mengukur kemampuan murid yang lebih baik, Kemendikdasmen menetapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
TKA dibuat berdasarkan landasan kebijakan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.
TKA adalah asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
TKA bersifat tidak wajib sehingga murid memiliki kebebasan untuk mengikutinya tanpa paksaan, dan ditujukan bagi mereka yang merasa siap serta membutuhkannya.
TKA dimaksudkan untuk melengkapi sistem penilaian yang ada saat ini, tidak menggantikan penilaian yang diberikan oleh satuan pendidikan.
Oleh karena itu, hasil TKA tidak menentukan kelulusan dari satuan pendidikan. Kelulusan tetap ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing.
Akan tetapi, TKA dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), masuk ke SMA/SMKmelalui jalur prestasi, serta menyetarakan hasil belajar jalur pendidikan formal dan nonformal.
Hal tersebut tergantung kebijakan masing-masing pemerintah daerah.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 dijadwalkan oleh Kemendikdasmen pada 6-16 April 2026, TKA susulan dilaksanakan tanggal 11-17 Mei 2026, sebagai bentuk pemetaan mutu pendidikan.
Untuk TKA SMP, mata pelajaran difokuskan pada matematika dan bahasa Indonesia. Adapun tujuan TKA untuk mengukur kompetensi dasar, memetakan mutu pendidikan nasional, dan sebagai validator rapor sekolah.
Untuk mendukung program Pemerintah tersebut, SMP Fidelis tidak tinggal diam.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengundang orang tua murid kelas 9 dan menyampaikan program tersebut pada bulan Desember 2025.
Hasil pertemuan adalah sekolah dan orang tua sepakat untuk mengikuti TKA. Maka, Kepala sekolah, majelis guru segera menyusun program demi suksesnya TKA.
Program tersebut diberi nama “sejumput”. Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, sejumput berarti satu jumputan; sejumlah kecil; secuil; sekelumit. Walaupun hanya secuil, usaha diharapkan dapat membantu murid untuk menjemput mimpinya.
Selain itu, sejumput yang dimaksudkan di sini bukanlah makna leksikal, melainkan “sejumput” itu merupakan sebuah akronim.
“Sejumput” akronim dari Senin dan Jumat Persiapan untuk TKA.
Bagaimana pelaksanaan “sejumput” di Fidelis? Setiap hari Senin pada pukul 14.20 s.d. 15.40 dan hari Jumat, pukul 14.00 s.d 15.20 murid kelas 9 SMP Fidelis mengikuti pelajaran tambahan atau pendalaman materi untuk TKA (Bahasa Indonesia dan Matematika).
Semua murid mengikuti kegiatan tersebut. Ada yang mengikutinya dengan sungguh-sungguh atau dengan sepenuh hati, tetapi ada juga yang mengikuti dengan sedikit terpaksa.
Menyikapi hal tersebut, guru selalu memberikan motivasi kepada siswa dan membangkitan kesadaran siswa untuk terus berjuang, belajar, dan berlatih menaklukkan soal-soal latihan TKA.
Guru mata pelajaran pun dengan senang hati mengorbankan tenaga dan waktu demi suksesnya murid kelas 9 mengikuti TKA nantinya.
Adapun materi yang disampaikan sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia nomor 047/H0AN/2025 tentang Kerangka asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SD/ MI/ Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat untuk bahasa Indonesia fokus pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca.
Keterampilan membaca merupakan fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berkembang pesat. Keterampilan membaca yang diujikan fokus pada jenis teks, yaitu teks informasi tunggal atau jamak, serta teks fiksi.
TKA Bahasa Indonesia memuat tiga kompetensi yang diujikan, yaitu pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, evaluasi dan apresiasi.
Untuk pelajaran matematika , mencakup empat pilar utama berdasarkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka yaitu Bilangan, Aljabar, Geometri & Pengukuran, serta Data & Peluang.
Soal berfokus pada kemampuan literasi numerasi, analisis, dan pemecahan masalah kontekstual melalui level kognitif pemahaman, penerapan, dan penalaran.
Di samping kegiatan “sejumput”, sekolah juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mengikuti TO (try out) atau uji coba TKA yang dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Februari 2026, pada pukul 10.00 s.d. 12,30.
Walaupun hari libur, murid tetap mengikuti kegiatan tersebut dengan senang hati dan penuh kesadaran.
Mereka menyadari bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah untuk menuju kesuksesan dan menjemput mimpi. Mereka berharap agar mimpi yang ada pada diri mereka terwujud. Untuk TO kedua direncanakan pada bulan Maret 2026.
Kegiatan “sejumput “ ini selain dilaksanakan di kelas untuk mengerjakan soal - soal latihan TKA, juga dilaksanakan di ruang multimedia dengan memanfatkan Papan Interaktif Digital untuk mengerjakan soal-soal berupa kuis.
Dalam pelaksanaannya murid dibagi dua kelompok besar, kelompok laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok itu berlomba untuk menjawab soal - soal kuis dengan cepat dan tepat.
Agar yang mengerjakan kuis ke depan lebih tertib, murid yang ditunjuk guru pertama dari kelompok laki-laki mengerjakan kuis yang nomor 1.
Selanjutnya kuis nomor 2 dikerjakan oleh kelompok perempuan yang ditunjuk oleh murid laki-laki yang mengerjakan soal nomor 1. Demikian seterusnya sampai selesai menjawab 10 soal kuis.
Terakhir, guru mengumumkan kelompok mana yang menang. Dengan cara demikian, murid termotivasi untuk menjawab kuis karena bersaing dengan kelompok lainnya.
Melalui kegiatan “sejumput” yang dilaksanakan SMP Fidelis, diharapkan apa yang dilakukan tersebut akan berbuah manis. Apa yang menjadi mimpi setiap murid terwujud.
Dengan demikian , orang tua dan guru bangga dengan prestasi yang diraih murid. Akhirnya, Fidelis berharap “sejumput” bisa menjemput mimpi murid SMP Fidelis. (Dra. Elni, GURU SMP FIDELIS KOTA PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia