Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMP Negeri 40 Padang: MBG di Bulan Ramadhan, Tantangan di Balik Niat Baik

Novitri Selvia • Senin, 2 Maret 2026 | 13:46 WIB

Afdal Fauzen, S.Pd, GURU SMPN 40 PADANG
Afdal Fauzen, S.Pd, GURU SMPN 40 PADANG

PADEK.JAWAPOS.COM-Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional dari pemerintah Indonesia. Makanan ini bertujuan untuk untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak usia sekolah, baik tingkat SD, SMP maupun SMA.

Dalam pendistribusiannya telah diatur di dalam keputusan kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia. Selama kegiatan sekolah itu berjalan maka makanan bergizi gratis harus tetap diberikan.

Termasuk di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan pendistribusiannya dua kali dalam seminggu yaitu hari senin dan hari kamis.

Namun apakah memberikan makanan di bulan Ramadhan pada siang hari tidak memberikan dampak terhadap puasa yang dilakukan siswa?

Memang tujuan dari MBG di bulan Ramadhan ini adalah baik, yaitu agar anak-anak selalu terjaga gizi dan nutrinya. Namun pemberian ditengah siswa yang lagi berpuasa memiliki tantangan tersendiri.

Apalagi pembelajaran selama bulan Ramadhan dialihkan ke mesjid/mushalla dalam bentuk kegiatan pesantren Ramadhan, maka siswa tidak ada di sekolah.

Namun pengambilan makanannya bisa dijemput ke sekolah oleh siswa atau orang tua mereka dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu pada hari senin atau kamis.

Dalam pendistribusian MBG di bulan Ramadhan ini merupakan sebuah tantangan baik bagi guru, orang tua maupun siswa itu sendiri. 

Tantangan bagi siswa adalah menjaga agar mereka tidak tergoda dengan makanan yang diberikan kepada mereka.

Walaupun makanan yang diberikan adalah makanan yang bersifat kering seperti roti, buah dan susu tentu ini juga akan membuat peserta didik bisa tergoda apalagi mereka sendiri yang pergi menjemput makan bergizi gratis (MBG) itu ke sekolah tanpa didampingi oleh orang tua mereka.

Bagi yang tingkat SD, mereka baru belajar untuk menahan diri dari haus dan lapar. Namun ketika didepan mereka atau didalam tas yang mereka bawa ada makanan, tentu ini akan menjadi godaan di dalam dirinya.

Berbeda lagi dengan SMP, godaan teman merupakan sebuah tantangan bagi mereka. Bagi yang tidak berpuasa karena unsur syar’i ketika itu maka mereka bisa saja mengoda teman-temannya yang lagi berpuasa walaupun sifatnya hanya bercanda. 

Oleh karena itu pembagian MBG di bulan Ramadhan ini adalah sebuah ujian keimanan bagi siswa dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Termasuk juga jarak antara rumahnya dengan sekolah bisa saja ajang bagi mereka untuk membatalkan ibadah puasa secara diam-diam. Karena ibadah puasa sifatnya rahasia, tidak ada orang yang tahu kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT. 

Kemudian tantangan selanjutnya adalah pengawasan yang diberikan oleh orang tua. Siswa tentu akan menjaga sikapnya ketika ada yang mengawasi.

Setidaknya pengawasan dari orang tua kepada anak-anaknya yang lagi berpuasa akan membuat anak-anaknya akan menjaga ibadah puasa yang mereka lakukan.

Ketika ada pemberian MBG di bulan Ramadhan ini tentu orang tua lebih intens melakukan pengawasan kepada anaknya. Ketika anaknya menjemput MBG sendirian ke sekolah tentu mereka harus menanyakan makanan yang mereka jemput itu.

Agar anak-anaknya tidak berbuka secara diam-diam dengan MBG yang mereka dapatkan di sekolah. 

Guru di sekolahpun memiliki tantangan dalam memberikan MBG di bulan Ramadhan. Tantangan itu bukan hanya soal teknis membagikan makanan melainkan menjaga pendidikan karakter yang telah diajarkan kepada peserta didik.

Sebagaimana guru telah mengajarkan kepada siswa tentang nilai-nilai kejujuran dan amanah.

Ketika memberikan makanan kepada siswa di bulan Ramadhan pukul 09.00-12.00 ini merupakan ajang bagi siswa untuk bisa membatalkan puasanya secara diam-diam karena tergoda oleh makanan sehingga mereka berbohong. 

Walupun demikian guru harus selalu memberikan edukasi mengenai makna ibadah puasa yang dilaksanakan siswa. 

Dengan demikian memberikan MBG dibulan Ramadhan merupakan tantangan dalam membentuk karakter siswa yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Jangan sampai dengan hadirnya MBG akan merusak kekhusyukan kita dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Semoga lebih bijak lagi dalam mendistribusikan MBG kepada siswa di dalam bulan Ramadhan. Agar ibadah kita terjaga di bulan ini. (Afdal Fauzen, S.Pd, GURU SMPN 40 PADANG)

Editor : Novitri Selvia
#SMP Negeri 40 Padang #Mbg #Afdal Fauzen