Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UPTD SDN 21 Payakumbuh: Dari Dapur Wali Murid, Ribuan Takjil Dibagikan di Jalanan Payakumbuh

Novitri Selvia • Kamis, 26 Maret 2026 | 07:20 WIB

BAGIKAN TAKJIL: Kepala Sekolah SDN 21 Payakumbuh, Amperawati, S.Pd, dan majelis guru berfoto sebelum membagikan takjil beberapa waktu lalu.
BAGIKAN TAKJIL: Kepala Sekolah SDN 21 Payakumbuh, Amperawati, S.Pd, dan majelis guru berfoto sebelum membagikan takjil beberapa waktu lalu.

PADEK.JAWAPOS.COM-Bulan suci Ramadhan di Kota Payakumbuh tahun ini terasa jauh lebih berwarna berkat inisiatif mulia dari keluarga besar SDN 21 Payakumbuh.

Pada hari ini, suasana di sepanjang jalan utama kota tampak berbeda dengan kehadiran rombongan sekolah yang membawa misi kemanusiaan.

Kegiatan utama yang dilakukan adalah pembagian takjil gratis kepada masyarakat umum yang melintasi jalur protokol tersebut.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata sekolah terhadap para musafir dan warga yang sedang menjalankan ibadah puasa di perantauan atau perjalanan.

Ada pemandangan yang menyentuh hati saat ribuan paket takjil mulai ditata di pinggir jalan.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1600 paket lebih takjil disiapkan untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada siapa saja yang melintas.

Kepala Sekolah SDN 21 Payakumbuh, Ibu Amperawati, S.Pd, tampak hadir di barisan terdepan memimpin aksi sosial ini. Beliau memantau langsung proses distribusi agar berjalan tertib tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas kota.

Namun, di balik ribuan paket yang dibagikan, terdapat cerita istimewa mengenai proses penyediaannya.

Sebagian besar takjil yang dibagikan hari ini merupakan hasil olahan tangan kreatif dari para orang tua siswa SDN 21 Payakumbuh sendiri.

Ibu Amperawati menjelaskan bahwa pihak sekolah sengaja melibatkan orang tua siswa dalam memproduksi takjil. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan untuk memberikan dampak ekonomi yang positif bagi keluarga besar sekolah.

Dengan memesan paket takjil kepada orang tua siswa, sekolah secara tidak langsung ikut membantu menghidupkan ekonomi skala rumah tangga.

Perputaran uang dari dana sosial sekolah kembali lagi ke kantong para wali murid yang memiliki usaha kuliner.

Salah seorang guru, Ibu Vivi Detika Hutria, S.Pd., menambahkan bahwa antusiasme orang tua dalam menyiapkan pesanan ini sangat luar biasa.

Mereka memberikan kualitas terbaik karena tahu makanan ini akan menjadi sedekah atas nama sekolah tercinta. Model kerja sama ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara lembaga pendidikan dan masyarakat.

Sekolah mendapatkan takjil yang higienis dan terjamin kualitasnya, sementara para orang tua mendapatkan penghasilan tambahan di bulan Ramadan.

Pemberdayaan ekonomi warga melalui jalur sekolah ini menjadi bukti, institusi pendidikan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan.

SDN 21 Payakumbuh tidak hanya sekadar membeli barang jadi, tapi menanamkan investasi sosial bagi wali murid. Di lapangan, Ibu Vivi Detika Hutria, S.Pd. bersama rekan-rekan majelis guru terlihat sigap mengatur barisan siswa.

Perwakilan siswa dan siswi juga dilibatkan agar mereka belajar mengenai arti penting gotong royong dan kemandirian ekonomi sejak dini.

Para siswa tampak bangga membagikan paket yang mereka tahu dibuat oleh ibu atau orang tua teman sekelas mereka sendiri. Kedekatan emosional ini membuat kegiatan berbagi terasa lebih hangat dan penuh makna kekeluargaan.

Masyarakat yang menerima paket takjil pun memberikan respon yang sangat positif. Mereka tidak hanya mendapatkan makanan untuk berbuka, tapi juga menyaksikan bagaimana sebuah sekolah mampu bersinergi dengan orang tua secara apik.

Jalan utama Kota Payakumbuh menjadi saksi bisu betapa indahnya berbagi saat dibarengi dengan pemberdayaan. 1600 paket lebih tersebut habis dalam waktu singkat, disambut tangan-tangan terbuka para pengendara yang menepi sejenak.

Ibu Amperawati menyampaikan bahwa keberhasilan acara ini adalah berkat kerja keras kolektif antara guru, siswa, dan orang tua. Sinergi segitiga inilah yang menjadi kekuatan utama SDN 21 Payakumbuh dalam mencetak generasi yang peduli.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi instansi lain di Kota Payakumbuh. Dalam setiap aksi sosial, kita selalu punya pilihan sekaligus memberdayakan ekonomi warga lokal atau orang-orang terdekat di lingkungan kita.

Saat matahari mulai terbenam di ufuk barat, keceriaan masih terpancar dari wajah para guru dan siswa. Lelah mereka terbayar lunas dengan senyum masyarakat dan rasa syukur para orang tua siswa yang terlibat dalam produksi takjil.

Penutupan kegiatan dilakukan dengan doa bersama, menandai berakhirnya aksi sosial yang penuh berkah ini.

SDN 21 Payakumbuh telah membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa berjalan selaras dengan kepedulian sosial dan penguatan ekonomi keluarga. (Vivi Detika Hutria, S.Pd, GURU SDN 21 PAYAKUMBUH)

Editor : Novitri Selvia
#UPTD SDN 21 Payakumbuh #Vivi Detika Hutria #berbagi takjil