PADEK.JAWAPOS.COM-Semangat kebersamaan terpancar jelas di lingkungan SD Negeri 65 Payakumbuh pada Kamis pagi, 02 April 2026. Puluhan orang tua siswa yang tergabung dalam Paguyuban Kelas berkumpul bersama pihak sekolah melaksanakan aksi gotong royong massal.
Kegiatan ini membuktikan, kolaborasi antara sekolah dan orang tua adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Menata Lingkungan, Membangun Kenyamanan
Sejak pukul 07.30 WIB, area sekolah sudah ramai dengan aktivitas. Dengan membawa peralatan kebersihan dari rumah masing-masing, para anggota Paguyuban bahu-membahu dengan guru dan staf sekolah.
Baca Juga: Halalbihalal Guru PAI Payakumbuh: Hangatkan Silaturahmi, Kuatkan Misi Mendidik
Fokus utama kegiatan kali ini adalah peremajaan taman sekolah dan pembersihan drainase untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu.
Beberapa agenda utama yang berhasil diselesaikan meliputi:
· Penataan Sudut Baca: Mempercantik area literasi di luar kelas agar siswa lebih nyaman saat beristirahat.
· Pembersihan Fasilitas: Membersihkan kaca, dinding, bangku taman dan pagar sekolah agar terlihat lebih segar dan ceria.
Baca Juga: Huntap Korban Bencana Gunakan, Pembangunan Lebih Cepat
· Pembersihan Area Ibadah: Memastikan tempat ibadah sekolah dalam kondisi bersih dan suci demi kenyamanan siswa saat praktik keagamaan.
· Literasi Visual: Pembuatan mural edukatif di dinding sekolah yang berisi pesan-pesan motivasi dan nilai-nilai Pancasila.
· Kebersihan Lingkungan: Pembersihan area kantin, lapangan upacara secara menyeluruh, gerbang sekolah dan area samping sekolah
Baca Juga: IRT Ditemukan Tewas di Kebun Suliki, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Teladan Karakter bagi Siswa
Saya sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 65 menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para wali murid. Kehadiran mereka terjun langsung ke lapangan memberikan contoh nyata bagi siswa tentang nilai sila ke-3 Pancasila, yakni Persatuan Indonesia melalui kerja sama.
Dan kegiatan ini bukan sekadar tentang kebersihan fisik sekolah, melainkan sebuah pengajaran karakter yang nyata.
“Apa yang dilakukan orang tua hari ini adalah pelajaran berharga bagi anak-anak kita. Mereka melihat secara langsung bagaimana nilai gotong royong dan kepedulian terhadap fasilitas publik dipraktikkan, bukan sekadar teori di buku pelajaran,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Baca Juga: IRT Ditemukan Tewas di Kebun Suliki, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Kolaborasi Tanpa Sekat
Gotong royong kali ini mencakup berbagai agenda, mulai dari pembersihan drainase sekolah untuk mencegah genangan air di musim hujan, hingga penataan taman kelas. Uniknya, setiap kelas memiliki konsep dekorasi yang berbeda-beda hasil kreativitas para orang tua.
“Kami percaya bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di dalam kelas, tapi juga tanggung jawab kami sebagai orang tua. Lingkungan yang asri akan membuat anak-anak lebih semangat belajar,” ujar salah satu perwakilan pengurus Paguyuban.
Menjaga Tradisi di Era Modern
Di tengah kesibukan masyarakat perkotaan, eksistensi Paguyuban di SD Negeri 65 Payakumbuh menjadi bukti, semangat gotong royong belum pudar.
Baca Juga: 6 Bulan Buron, DPO Pencurian Ternak di Payakumbuh Akhirnya Ditangkap
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan lingkungan yang bersih, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi antar orang tua untuk saling mengenal dan bertukar pikiran mengenai perkembangan anak-anak mereka.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan semangat kolaborasi antara sekolah dan orang tua terus terjaga demi mewujudkan generasi emas yang unggul dalam karakter dan prestasi.
Mempererat Tali Silaturahmi
Selain fokus pada kebersihan, momen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana diskusi antara orang tua dan guru secara informal. Sambil menyantap bekal yang dibawa secara swadaya, para anggota Paguyuban saling bertukar informasi mengenai perkembangan pendidikan anak-anak mereka.
Baca Juga: DKPP Agam Intensif Awasi SPPG, Pangan Program MBG Dipastikan Aman
Ketua Paguyuban menyatakan bahwa kegiatan hari Kamis ini diharapkan menjadi pemantik untuk program-program kolaboratif lainnya di masa depan. Semangat “Basamo Mako Menjadi” benar-benar terasa nyata di lingkungan SD Negeri 65 Payakumbuh. (Nila Permata Sari, S.Pd, KEPALA SD NEGERI 65 PAYAKUMBUH)
Editor : Novitri Selvia