PADEK.JAWAPOS.COM-Pembelajaran yang bermakna tidak hanya berfokus teori di dalam kelas ,tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang mampu mengembangkan kreativitas dan karakter siswa.
Hal ini terlihat dalam kegiatan pembuatan Ecoprint oleh siswa kelas VI SD Negeri 31 Payakumbuh. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran inovatif yang mengintergrasikan seni ,lingkungan dan keterampilan hidup.
Ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain dengan menggunakan bahan – bahan alami seperti daun, bunga dan bagian tumbuhan lainnya. Melalui kegiatan ini siswa diajak lebih dekat dengan alam sekaligus memahami, lingkungan sekitar menyimpan potensi besar yang dapat dimanfatkan secara bijak.
Baca Juga: UPTD SDN 02 Payakumbuh: Dari Sampah jadi Kebanggaan, Wujudkan Sekolah Nol Limbah
Kegiatan diawali pengenalan konsep ecoprint oleh guru kelas VI ,Ibu Sri Susanti Mirza,S.Pd yang penuh dedikasi membimbing siswa dalam setiap tahapan pembelajaran. Siswa diberikan pemahaman tentang apa itu Ecoprint, manfaatnya serta pentingnya penggunaan bahan alami sebagai alternatif yang ramah lingkungan.
Dengan antusias siswa kemudian diajak keluar kelas mengamati berbagai jenis daun dan bunga yang ada di lingkungan sekolah. Suasana belajar terasa lebih hidup ketika siswa mulai mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Mereka dengan penuh semangat memilih daun dengan bentuk dan ukuran, serta bunga dengan warna yang menarik. Aktivitas ini tidak hanya menumbuhkan rasa ingin tahu, tetapi juga meningkatkan kepedulian siswa terhadap keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Halalbihalal Guru PAI Payakumbuh: Hangatkan Silaturahmi, Kuatkan Misi Mendidik
Setelah bahan terkumpul, siswa mulai memasuki tahap pembuatan ecoprint. Kain yang telah disiapkan di tata dengan daun dan bunga sesuai dengan kreativitas masing – masing siswa.
Proses ini menumbuhkan ketelitian dan kesabaran agar motrif yang di hasilkan dapat tercetak dengan baik, selanjutnya kain di gulung dan di kukus sebagai tahap akhir untuk memindahkan warna dan bentuk daun kepermukaan kain.
Hasil karya siswa menunjukan keunikan dan keindahan tersendiri. Tidak ada satupun motif yang sama karena setiap siswa memiliki imajinasi dan sentuhan kreativitas yang berbeda. Dari sini terlihat setiap anak memiliki potensi yang luar biasa ketika diberikan ruang berekpresi.
Baca Juga: Huntap Korban Bencana Gunakan, Pembangunan Lebih Cepat
Lebih dari sekadar kegiatan seni, pembuatan ecoprin juga mengajarkan nilai – nilai penting kepada siswa. Mereka belajar menghargai alam, memanfaatkan sumber daya secara bijak, serta memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu kegiatan ini juga melatih kerja sama, tanggung jawab dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan tugas. Guru sebagai fasilitator turut berperan aktif dalam membimbing dan memberikan motivasi kepada siswa.
Peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Ibu Sri Susanti Mirza tidak hanya memberikan arhan, tetapi juga motivasi agar siswa berani mencoba dan percaya diri dalam berkarya.
Baca Juga: IRT Ditemukan Tewas di Kebun Suliki, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Pendekatan pembelajaran yang diterapkan mampu menciptakan suasana kelas yang aktif, kreatif, dan mneyenangkan. Dukungan dan arahan membantu siswa lebih percaya diri dalam berkarya.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi guru mengembangkan pembelajaran lebih kreatif dan menyenangkan. Dengan adanya kegiatan ecoprin ini diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tetapi juga pengalaman yang berkesan dan bermanfaat.
Pembelajaran sepeti ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu berinovasi.
Baca Juga: JKA Dorong Penguatan SDM Transportasi, Padangpariaman Perkuat Sinergi Nasional
Sebagai penutup kegiatan ecoprint siswa kelas VI menjadi bukti, pembalajaran dapat di kemas secara menarik, kreatif dan penuh makna.
Harapanya ,kegaitan serupa dapat terus dilakasanakan dan dikembangkan di masa mendatang, sehingga mampu menumbuhkan generasi yang cinta lingkungan, kreatif dan berkarya kuat.
Mari kita terus mendorong siswa untuk belajar dari alam, karena dari alam pula lahir inspirasi tanpa batas. Dengan tangan – tangan kecil yang penuh semangat, tercipta karya besar yang tidak hanya indah di pandang tetapi juga bermakna bagi kehidupan. (SRI SUSANTI MIRZA,S.PD, GURU SD NEGERI 31 PAYAKUMBUH)
Baca Juga: Huntap Korban Bencana Gunakan, Pembangunan Lebih Cepat
Editor : Novitri Selvia