Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

1.743 Pelajar Sumbar Ikuti Lomba Puisi Ramadan, Literasi Kian Tumbuh

Adriyanto Syafril • Senin, 20 April 2026 | 08:05 WIB
Para pemenang  pada  puncak perayaan literasi pada Malam Penganugerahan Festivaldi Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (3/4). (TIM LAMAN GURU)
Para pemenang pada puncak perayaan literasi pada Malam Penganugerahan Festivaldi Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (3/4). (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Edrawati, M.Pd. - Guru SMPN 13 Padang

PADEK.JAWAPOS.COM -- Sumatera Barat kembali menorehkan kisah indah dalam gerakan literasi. Tahun 2026 menjadi ruang perjumpaan antara kata, iman, dan kreativitas generasi muda yang tumbuh dalam suasana Ramadan.

Melalui kolaborasi antara PLS (Penyala Literasi Sumbar) pimpinan Eka Teresia, Negeri News pimpinan Paulus Laratmase dan WLCC pimpinan Lena Marlina, terselenggara Lomba Cipta Puisi tingkat SLTP dan SLTA se-Sumatera Barat yang mengangkat tema besar: “Ramadan”.

Selama dua bulan, sejak awal Februari hingga penghujung Maret 2026, ribuan bait puisi lahir dari tangan-tangan muda yang penuh harap.

Sebanyak 1.743 peserta ambil bagian, menghadirkan karya yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat makna spiritual. Mereka menulis bukan sekadar untuk berkompetisi, melainkan untuk merayakan Ramadan dalam bahasa hati.

Puisi-puisi yang masuk memancarkan beragam warna: ada yang lirih dalam renungan, ada yang hangat dalam kisah kebersamaan, ada pula yang tajam dalam perenungan diri. Setiap karya menjadi cermin bagaimana generasi muda memaknai bulan suci bukan hanya sebagai ritual, tetapi juga perjalanan batin menuju keikhlasan.

Proses penjurian berlangsung dengan penuh ketelitian dan pertimbangan mendalam. Dari ratusan karya terbaik, terpilihlah puisi-puisi unggulan yang mampu menyentuh, menggugah, sekaligus meninggalkan kesan mendalam.

Pengumuman pemenang dilakukan melalui akun Instagram resmi PLS, yang disambut dengan suka cita oleh para peserta dari berbagai daerah. Puncak perayaan literasi ini digelar dalam Malam Penganugerahan Festival pada 3 April 2026 di Istana Gubernur Sumatera Barat. Suasana khidmat berpadu dengan rasa bangga, menjadi saksi lahirnya para penulis muda berbakat.

Sepuluh karya terbaik memperoleh penghargaan berupa uang tunai, trofi, bingkisan, serta sertifikat. Apresiasi ini merupakan bentuk dukungan dari Yayasan Santa Lusia Negeri News yang dipimpin Paulus Laratmase, PLS oleh Eka Teresia, serta WLCC oleh Leni Marlina. Kolaborasi ini menghadirkan ruang yang subur bagi tumbuhnya semangat literasi di kalangan pelajar.

Adapun para pemenang yang berhasil menorehkan prestasi adalah:

Juara 1 diraih oleh Tazkya Putri Ramadhan (SMA 1 Pertiwi Padang) dengan puisi “Cahaya di Bulan Ramadhan”, sebuah karya yang memancarkan kedalaman rasa dan kekuatan diksi.

Juara 2 diraih oleh Afiqa Carissa Makmur (SMP N 2 Padang) melalui puisi “Ramadhan yang Bertanya Lirih”, yang menghadirkan refleksi lembut penuh makna. 
Juara 3 diraih oleh Aisyah Putri Azzahra (SMK 6 Padang) dengan puisi “Membasuh Jiwa di Telaga Maghfirah”, yang sarat nuansa penyucian diri.

Kategori Juara Harapan diberikan kepada

 

1. Bayu (SMP 16 Padang) dengan “Tak Terasa Bulan Ramadhan”.
2. Hafizah Salma (MAN 2 Tanah Datar) dengan “Cahaya di Tengah Bulan”.
3.  Bening Briliani (SMP N 5 Kubung, Kabupaten Solok) dengan “Jejak Cahaya di Bulan Suci”.
Sementara itu, kategori Favorit diraih oleh 1. Ilham Eldyansah (SMA N 1 Payakumbuh) dengan “Ritus Arkais di Lengkung Bulan”.
2. Aisyan Vine Rianda (MAN Kota Sawahlunto) dengan “Dibalik Indahnya Ramadhan”.
3. Teguh Oktaviano (SMKN 1 Payakumbuh) dengan “Sosok Pahlawan di Bulan Ramadhan”, 
4. Mila Naura Juja (SMA N 1 X Koto) dengan “Cahaya Bulan”.


Ajang ini merupakan kompetisi dan  ruang tumbuh bagi jiwa-jiwa muda untuk berani bersuara. Ramadan menjadi medium yang mempertemukan keindahan bahasa dengan kedalaman makna. Dari bait-bait sederhana, lahir kesadaran bahwa literasi adalah cahaya—yang perlahan, namun pasti, menerangi masa depan.

Semoga gerakan ini terus berlanjut, menjangkau lebih banyak pelajar, dan menumbuhkan generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga peka dan berdaya cipta.

 Sebab dari kata, kita belajar memahami dunia—dan dari tulisan, kita meninggalkan jejak yang tak lekang oleh waktu. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Lomba Puisi Ramadan Sumbar #Literasi Sumbar 2026 #Pelajar Sumbar #kreativitas generasi muda