Penulis : Zahratil Husna - Guru SMP Negeri 30 Padang
PADEK.JAWAPOS.COM -- Ada sebuah pepatah yang mengatakan sains bukan sekadar kumpulan pengetahuan, melainkan sebuah cara berpikir. Dan di mana cara berpikir itu ditempa?
Jawabannya bukan hanya di dalam ruang kelas yang kaku, melainkan di laboratorium, sebuah tempat di mana rasa ingin tahu bertemu dengan pembuktian nyata. Semangat inilah yang pekan ini membuncah di SMP Negeri 30 Padang.
Kabar gembira itu datang menyapa: SMP Negeri 30 Padang resmi terpilih menjadi Finalis 10 Besar Lomba Pengelolaan dan Pemanfaatan Laboratorium IPA SMP se-Kota Padang tahun 2026.
Ajang yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang ini mengusung tajuk yang sangat ikonik: “Lah Bisa” (Labor Hebat, Inovasi Sains).
Bagi kami, masuknya sekolah ke jajaran elit 10 besar bukan sekadar mengejar trofi, melainkan sebuah validasi atas ikhtiar kami dalam memadukan sains dengan teknologi digital.
Apa yang membuat Laboratorium SMPN 30 Padang begitu menonjol dalam lomba tahun ini? Jawabannya terletak pada sebuah terobosan cerdas yang lahir dari tangan dingin Kepala Laboratorium kami, Sri Ofriani, S.Si.
Beliau berhasil mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang khusus mengelola administrasi laboratorium secara modern.
Aplikasi ini bukan sekadar alat pendataan barang, melainkan sistem yang terintegrasi langsung dengan Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas. Melalui fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut, murid-murid kini bisa belajar secara mandiri.
Mereka dapat mengakses panduan praktikum, jadwal labor, hingga modul-modul sains hanya melalui gawai mereka. Inovasi digital inilah yang menjadi salah satu poin penilaian kunci yang mengantarkan SMPN 30 Padang melesat masuk ke babak final.
Kami membuktikan, laboratorium sekolah tidak harus selalu “berbau zat kimia”, tapi juga bisa “bernafas digital”.
Kesuksesan menembus babak final ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh Kepala Sekolah, Agusrial, S.Pd. Beliau adalah sosok yang tidak sekadar memberikan instruksi dari balik meja.
Jauh sebelum hari penilaian tiba, beliau hadir langsung di laboratorium memastikan persiapan berjalan sempurna.
Ari, begitu pangilan akrab beliau, terlibat aktif dalam setiap detail persiapan, mulai dari memberikan dukungan moril untuk pengembangan aplikasi web, memantau pembenahan tata letak alat, hingga membantu memastikan setiap sudut laboratorium bersih dan fungsional.
Kehadiran beliau yang “turun tangan” ini menjadi energi tambahan bagi tim. Beliau menunjukkan, lomba ini adalah marwah sekolah yang harus dijaga bersama melalui kerja keras dan gotong-royong.
Hari Jumat yang lalu menjadi momen pembuktian. Laboratorium IPA kami kedatangan empat juri berkompeten: Razali, M.Pd., Musda Rahmawati, S.Si, M.Pd., Retna Frina Putri, M.Pd., dan Dr. Rahmawati D., M.Pd. Mereka hadir memotret sejauh mana laboratorium kami layak disebut sebagai pusat inovasi.
Suasana laboratorium yang biasanya riuh oleh praktikum murid, berubah menjadi ruang evaluasi yang khidmat. Satu per satu aspek penilaian ditelaah, mulai dari kelengkapan administrasi hingga implementasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Di bawah pengawasan Sri Ofriani, S.Si., aspek keselamatan ini telah menjadi budaya. Penataan bahan kimia yang rapi dan prosedur keselamatan yang jelas menunjukkan, kami sangat menghargai nyawa dan kenyamanan murid-murid kami saat bereksperimen.
Mengapa kami begitu serius mengelola laboratorium? Karena di sinilah karakter murid ditempa. Di laboratorium, murid belajar tentang kejujuran saat mencatat hasil pengamatan, meskipun hasilnya mungkin tidak sesuai dengan teori.
Mereka belajar tentang kesabaran saat menunggu reaksi kimia, dan belajar tentang kolaborasi saat bekerja dalam tim.
Dengan adanya aplikasi web mandiri, murid juga dilatih untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam belajar secara mandiri.
Kepala Sekolah menyadari betul bahwa laboratorium adalah investasi masa depan. Beliau selalu mendorong agar laboratorium dimaksimalkan sebagai ruang kelas kedua.
Beliau ingin agar murid-murid SMPN 30 Padang tidak hanya hafal rumus, tapi juga paham bagaimana teknologi dan sains bekerja berdampingan di dunia nyata.
Kini, proses penilaian telah berlalu. Segala dokumen telah diperiksa, inovasi aplikasi digital telah dipaparkan, dan sudut-sudut laboratorium telah dipotret.
Menjadi finalis 10 besar di tingkat Kota Padang sudah merupakan kemenangan tersendiri bagi kami. Namun, harapan besar tetap ada, semoga SMP Negeri 30 Padang bisa membawa pulang gelar juara.
Gelar juara tersebut nantinya akan menjadi pemicu semangat agar pengelolaan laboratorium kita semakin canggih. Kami ingin ”Lah Bisa” benar-benar menjadi doa yang terkabul; bahwa Laboratorium SMPN 30 Padang memang “Lah Bisa” menjadi laboratorium yang hebat, digital, dan melahirkan inovasi sains yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sains mungkin terlihat dingin dengan rumus-rumusnya, tapi di Laboratorium IPA SMPN 30 Padang, sains terasa hangat dan modern. Terima kasih kepada Agusrial, S.Pd. atas keteladanannya, serta kepada Sri Ofriani, S.Si. atas inovasi aplikasi web-nya yang luar biasa.
Kepada seluruh murid, laboratorium dan aplikasi ini adalah milik kalian. Teruslah bereksperimen, gunakan teknologi untuk belajar mandiri, dan jangan takut untuk berinovasi.
Karena dari laboratorium kecil inilah, kelak akan lahir ilmuwan besar yang mengharumkan nama bangsa. Selamat berjuang untuk SMP Negeri 30 Padang. Kita “Lah Bisa”! (*)
Editor : Adriyanto Syafril