Penulis : Zia Azizah Imran - Guru SDN 22 Lubuk Minturun
Dari bangku sekolah dasar ke panggung peristiwa nyata, itulah perjalanan luar biasa yang ditempuh para jurnalis cilik dari SDN 22 Lubuk Minturun, Kota Padang.
Dengan semangat membara dan bekal keterampilan jurnalistik yang telah mereka pelajari, para siswa ini tampil percaya diri meliput secara langsung sebuah ajang pelatihan penting, yaitu Pelatihan Literasi Program AI Ready ASEAN bagi para kepala sekolah se-Kota Padang.
Program AI Ready ASEAN merupakan inisiatif strategis yang digagas mempersiapkan tenaga pendidik Indonesia, khususnya para kepala sekolah, dalam menghadapi transformasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ruang Guru sebagai mitra pelaksana resmi, dan Kota Padang menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakannya dengan antusias tinggi.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah kehadiran para jurnalis cilik dari SDN 22 Lubuk Minturun. Mereka tidak datang sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai pewarta dengan buku catatan, daftar pertanyaan, dan semangat yang tak kalah dari jurnalis profesional.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah saat para jurnalis cilik berkesempatan mewawancarai langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran. Momen tersebut menjadi pengalaman yang paling membanggakan bagi seluruh tim. Dengan percaya diri, para siswa mengajukan pertanyaan seputar visi Pemerintah Kota Padang dalam mendorong literasi digital di satuan pendidikan.
Fadly Amran menyambut antusias kehadiran para jurnalis cilik. Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda dalam memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sejak dini. Menurutnya, penguatan literasi digital bukan hanya tugas guru atau kepala sekolah, tetapi tanggung jawab seluruh ekosistem pendidikan, termasuk pemerintah daerah.“Dalam menghadapi era kecerdasan buatan, kita harus memiliki kemampuan multibahasa. Kemampuan ini bukan hanya soal berkomunikasi, tetapi juga menjadi kunci untuk memahami, memanfaatkan, dan bersaing di tengah perkembangan teknologi AI yang terus bergerak tanpa batas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis cilik yang telah berani turun langsung ke lapangan. Menurutnya, keberanian untuk bertanya, mencari tahu, dan menyampaikan informasi merupakan karakter penting bagi generasi penerus bangsa.
Setelah mewawancarai wali kota, tim jurnalis cilik melanjutkan liputan dengan mewawancarai perwakilan Ruang Guru selaku panitia pelaksana. Dalam sesi ini, dijelaskan bahwa program AI Ready ASEAN dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital para tenaga pendidik, terutama kepala sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan.“Kami percaya bahwa kunci transformasi pendidikan ada di tangan kepala sekolah. Jika pemimpinnya siap secara digital, seluruh ekosistem sekolah akan ikut bergerak maju,” ujar tim Ruang Guru.
Rangkaian wawancara ditutup dengan sesi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova. Ia menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian strategi besar mempersiapkan sekolah menuju era digital. Yopi Krislova berharap ilmu yang diperoleh para kepala sekolah segera diimplementasikan di lingkungan masing-masing. Ia juga memberikan apresiasi atas keberanian dan keterampilan para jurnalis cilik menjalankan tugas jurnalistik secara langsung.
Bagi para jurnalis cilik SDN 22 Lubuk Minturun, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga. Mereka menyadari, menjadi jurnalis bukan soal usia, melainkan keberanian bertanya, kejujuran menyampaikan fakta, dan tanggung jawab menyebarkan informasi.
Ungkapan bangga juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 22 Lubuk Minturun, Suci Mulyani. Ia mengaku terharu melihat keberanian siswa tampil di hadapan para tokoh penting Kota Padang.
Guru pendamping, Romi Desrianto dan Zia Azizah Imran, turut menyampaikan rasa bangga terhadap kinerja tim jurnalis cilik. Mereka menilai pengalaman meliput secara langsung, termasuk mewawancarai tokoh penting, menjadi pembelajaran yang sangat berharga. “Kami sangat bangga melihat keberanian dan kemampuan anak-anak dalam menggali informasi serta menyampaikannya dengan baik. Ini bukan hanya tentang melakukan wawancara, tetapi juga membentuk karakter percaya diri, kemampuan komunikasi, dan berpikir kritis sejak dini,” ujar mereka.
Kegiatan ini menjadi bukti, literasi, baik membaca, menulis, maupun digital, merupakan fondasi penting membangun generasi yang siap menghadapi masa depan. Melalui jurnalis ciliknya, SDN 22 Lubuk Minturun telah menorehkan langkah nyata dalam dunia literasi yang patut dibanggakan. (*)
Editor : Adriyanto Syafril