Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Meniti Surga dari Bangku Sekolah

Adriyanto Syafril • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB
Kalila Rifda Abrar
Kalila Rifda Abrar

Halo! Aku Kalila Rifda Abrar, siswi kelas 5 di SDIT Kuttab An Nahl.

Aku mau cerita sedikit tentang keseharianku yang seru dan penuh berkah di sekolah. Di Kuttab An Nahl, kami tidak cuma belajar matematika atau bahasa, tetapi juga belajar membangun “rumah” di surga nanti.

Setiap pagi, udara di sekolah terasa sejuk sekali karena lantunan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan tahfidz adalah bagian yang paling aku tunggu. Menghafal Al-Qur’an memang menantang, tetapi rasanya senang sekali kalau sudah berhasil menyetorkan hafalan baru kepada ustadzah. Beliau selalu bilang, “Hafalan itu seperti mahkota untuk orang tua kita nanti.” Itulah yang membuat aku semangat mengulang-ulang (murojaah) ayat demi ayat.

Sebelum mulai pelajaran yang berat, kami biasanya melaksanakan salat duha berjamaah. Rasanya tenang sekali sujud di waktu pagi. Salat duha itu seperti “sarapan” untuk jiwaku. Setelah salat, kami berdoa bersama-sama agar ilmu yang didapat hari ini berkah dan bermanfaat.

Di sekolah, kami juga diajarkan tentang indahnya berbagi melalui sedekah subuh dan berbuat baik kepada sesama. Mama dan Papa juga selalu mengingatkanku untuk tidak lupa bersedekah subuh. Di sekolah, aku belajar bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Selain uang, sedekah juga bisa dilakukan dengan perbuatan baik. Dan pastinya, berbuat baik itu gratis, lho! Tersenyum kepada teman, membantu ustadzah membawakan buku, atau membuang sampah pada tempatnya juga termasuk sedekah yang membuat hati senang.

Di kelas 5 ini, aku makin paham tentang birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Pelajaran di Kuttab mengajarkan bahwa rida Allah ada pada rida orang tua. Jadi, sepulang sekolah aku berusaha untuk mencium tangan Papa dan Mama dengan takzim, merapikan tas dan sepatu sendiri, membantu Mama di dapur, menjaga adik, atau sekadar menemani adik bermain.

Menjadi siswa di SDIT Kuttab An Nahl membuatku sadar bahwa menjadi pintar itu penting, tetapi menjadi anak yang salehah dan beradab jauh lebih utama. 

Doakan Kalila ya, supaya bisa terus istiqamah menjalankan kebiasaan baik ini sampai besar nanti! (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Limapuluh Kota