Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

7 Menit Belajar, Ajang Saling Edukasi

Adriyanto Syafril • Jumat, 26 Juni 2026 | 09:05 WIB
Siswa SMPN 4 Batipuh sedang menampilkan bakatnya di depan guru dan orang tua beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)
Siswa SMPN 4 Batipuh sedang menampilkan bakatnya di depan guru dan orang tua beberapa waktu lalu. (TIM LAMAN GURU)

Penulis : Virawati, M.Sn - Guru SMPN 4 Batipuh

“Jangan takut untuk mencoba, dengan mencoba kita akan mengerti”. Kalimat ini sebuah motivasi untuk mengetahui betapa luas dan besarnya dunia. Tahun Pelajaran 2026/2027 sudah di depan mata , UPT SMP Negeri 4 Batipuh memiliki motto “Hebat dan Tangguh”, sebuah mimpi yang harus diwujudkan ke depannya. Perlu ada perubahan pada proses supaya motto tersebut dapat terwujud. Dengan menyatukan ide dan pikiran, para guru di UPT SMP Negeri 4 Batipuh bersama kepala sekolah (Virawati, M.Sn) mengenalkan sebuah konsep inovasi dan kreativitas kepada orang tua dan masyarakat lingkungan sekolah dalam kegiatan pembagian rapor.

Meski UPT SMP Negeri 4 Batipuh memiliki kekurangan sarana dan prasarana, hal ini tidak harus diratapi, melainkan dijadikan motivasi untuk dapat tetap berdiri untuk menatap masa depan. Status UPT SMP Negeri 4 Batipuh adalah tergolong sekolah kecil di wilayah 3T. Inovasi dan kreativitas bermula dari kegiatan penyerahan rapor untuk menutup TP. 2025/2026 yang dilaksanakan pada hari Sabtu 20 Juni 2026. Pembagian rapor mengusung tema “7 menit bersama orang tua”.  Konsep ini adalah sebuah konsep kebaruan, yakni melibatkan tiga ranah penting dalam pendidikan, yaitu peserta didik, guru dan orang tua murid. Orang tua diberi kesempatan untuk menyaksikan anak mereka tampil di depan kelas untuk  melakukan presentasi/menjabarkan materi yang telah dipelajari dan dipahami.

Murid diberi kebebasan untuk memilih materi pelajaran yang dikuasai untuk dijelaskan di hadapan orang tuanya selama 5 menit. Dengan kegiatan tersebut murid merasa dihargai dan kreativitas mereka diberi wadah. Ajang pembuktian pada orang tua ini bertujuan melatih mental agar percaya diri tampil di depan orang banyak untuk mengasah public speaking serta menguatkan critical thinking yang positif dalam berargumentasi sesuai data dan fakta.  Kompetensi tersebut sangat penting untuk dibentuk sehingga akan tercipta generasi yang cerdas, hebat dan tangguh. “Meski grogi dilihat ibu tapi saya bangga presentasi di hadapan ibu saya” (Aulia Sanjana Fitri: siswi).

Selain menyaksikan penampilan murid,  orang tua juga memberikan penilaian dan apresiasi terhadap perkembangan anak mereka sendiri. Orang tua murid juga mendapat edukasi, pengalaman serta ikut andil dalam kegiatan refleksi ketercapain tujuan pembelajaran. Hal ini dibuat supaya proses pembelajaran bersinergi antara pendidikan di rumah bersama orang tua dengan guru di sekolah. Terjadi komunikasi yang baik antara anak dan orang tua dan terwujud kerja sama yang baik antara orang tua dan guru. “Melalui presentasi sederhana, kami ingin mengajak orang tua melihat hasil belajar murid secara lebih nyata”. Kemampuan murid menjelaskan materi di depan orang tua menunjukkan pemahaman, kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi murid semakin terasah.  Dengan demikian, penyerahan rapor menjadi lebih bermakna karena tidak hanya menampilkan hasil, tetapi juga kemampuan yang sesungguhnya dimiliki murid” (Dian Fikri Yanti, S.Pd: guru)

Pada 2 menit terakhir, orang tua murid mendapat kesempatan untuk konsultasi dengan wali kelas atau guru BK terkait kendala yang dihadapi dan mendapatan solusi berkelanjutan secara psikologi. Selain itu silaturrahmi yang terjalin antara guru dan orang tua murid tetap terjaga dengan harmonis. Bukan hanya kegiatan penyerahan rapor bertajuk 7 menit bersama orang tua murid yang ingin kami gambarkan tapi sebuah makna bahwa sesi terima rapor menciptakan ajang saling me­nge­dukasi antara murid, guru, dan orang tua “Baru kali ini saya menyaksikan anak saya tampil dengan percaya diri yang tinggi, kami sebagai orang tua sangat dihargai sekali rasanya” (Erdawati: wali murid).

Selain itu UPT SMP Negeri 4 Batipuh, memiliki inovasi pada kegiatan siswa, yakni pada saat kegiatan class meeting yang berbeda dengan waktu sebelumnya. Pada sesi ini diadakan lomba Games Estafet. Games Estafet merupakan kegiatan yang menghubungkan antara otot dan otak atau antara fisik dan intelektual sebab fisik yang sehat akan melahirkan daya pikir yang hebat. Alur kegiatan tersebut masing-masing mata pelajaran menyiapkan dua soal yang harus dijawab oleh peserta lomba secara berkelompok dan bergiliran secara estafet.

Setelah soal dibacakan, salah satu peserta di barisan depan pada masing-masing kelompok harus menyelesaikan tantangan olah raga seperti melompat, berlari, berputar sesuai design chalange yang sudah diseting. Setelah itu peserta berlari ke kotak jawaban dan memilih jawaban yang tepat dengan durasi waktu yg ditetapkan. Jawaban benar dan waktu tercepat akan diberi skor nilai maksimal. Jjika peserta terlambat meski jawaban benar maka akan mendapat pengurangan skor nilai. “Kami gembira semua dengan lomba ini, saya harus fokus  dengan jawaban dan berpacu dengan waktu, saya senang” (Mario Teguh Pratama: siswa)

Dengan adanya inovasi ini, kedepannya UPT SMP Negeri 4 Batipuh akan melahirkan generasi muda yang tangguh dengan pola pikir yang cerdas dan pola pikir logis, serta sumber daya manusia yang memiliki kepekaan. (*)

 

Editor : Adriyanto Syafril
#Laman Guru Sumatera Barat