Penulis : Dilla, S.Pd. - Guru SMPN 2 Bukittinggi
Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Sumatra Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dirangkaikan dengan Seminar Literasi, peluncuran buku antologi Singkarak, Riang dan Sendunya, serta pemberian FLP Award di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Minggu (28/6).
Mengusung tema “Gerakan Literasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045: Melompat Lebih Tinggi, Berlari Lebih Jauh”, kegiatan tersebut dihadiri pengurus wilayah, pengurus cabang, dan anggota FLP dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi organisasi sekaligus memperluas gerakan literasi di Ranah Minang.
Musyawarah Wilayah merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi, sekaligus memilih kepengurusan baru. Dalam sidang pleno yang berlangsung secara musyawarah mufakat, peserta kembali memberikan amanah kepada Linda Wati untuk memimpin Forum Lingkar Pena Wilayah Sumatra Barat selama dua tahun ke depan.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Linda Wati diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas pembinaan penulis di berbagai daerah, serta meningkatkan kontribusi FLP dalam membangun budaya literasi di Sumatra Barat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Selain agenda Musyawarah Wilayah, peserta juga mengikuti Seminar Literasi yang menghadirkan enam narasumber, yakni Azwar, Linda Wati, Ade Ragi F. Daye, Alijar Tanjung, Mbak Sugi, dan Elly Delvia. Mengangkat tema “Gerakan Literasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045: Melompat Lebih Tinggi, Berlari Lebih Jauh,” seminar menghadirkan beragam perspektif mengenai penguatan literasi sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Melalui sudut pandang yang berbeda, para narasumber mengulas peran literasi dari kacamata pendidikan di sekolah, perguruan tinggi, sosial budaya, dunia kepenulisan dan penerbitan, organisasi kemasyarakatan, hingga peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Beragam perspektif tersebut memperkaya wawasan peserta bahwa gerakan literasi tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Pada kesempatan yang sama, FLP Sumatra Barat juga meluncurkan buku antologi Singkarak, Riang dan Sendunya, sebuah karya kolaboratif para anggota FLP yang mengangkat pesona Danau Singkarak dari berbagai sudut pandang. Buku tersebut memotret kekayaan alam, sejarah, budaya, tradisi, hingga kehidupan masyarakat di sekitar Danau Singkarak dalam balutan karya sastra yang diharapkan mampu memperkaya khazanah literasi lokal.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap produktivitas anggotanya, FLP Sumatra Barat juga menyerahkan FLP Award kepada penulis berprestasi dalam tiga kategori, yakni Penulis Teraktif Paling Banyak Menerbitkan Buku, Penulis Teraktif Paling Banyak Menjuarai Lomba Menulis, serta Penulis Teraktif Paling Banyak Menulis di Media Daring. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi anggota dalam mengembangkan literasi melalui karya-karya yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua FLP Sumatra Barat terpilih, Linda Wati, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Menurutnya, amanah tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar FLP untuk terus menghidupkan budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.
“FLP bukan sekadar organisasi kepenulisan, tetapi rumah belajar dan ruang bertumbuh bagi para penulis. Ke depan kami ingin memperkuat kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, media, dan berbagai pihak lainnya agar gerakan literasi semakin luas jangkauannya. Kami berharap semakin banyak penulis yang lahir, semakin banyak karya yang dihasilkan, dan semakin besar kontribusi FLP dalam membangun peradaban melalui literasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Musyawarah Wilayah, Seminar Literasi, peluncuran buku, dan pemberian penghargaan kepada penulis produktif, FLP Sumatra Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi para penulis sekaligus motor penggerak literasi di Ranah Minang. Semangat “Melompat Lebih Tinggi, Berlari Lebih Jauh” diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya berkualitas, memperkuat budaya membaca dan menulis, serta mendorong lahirnya generasi literat yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)
Editor : Adriyanto Syafril