Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kalapas Kamesworo Ingin Wujudkan Pesantren Bagi Warga Binaan di Lapas Suliki

Hendra Efison • Minggu, 4 Desember 2022 | 21:26 WIB
Kalapas Suliki, Kamesworo (empat dari kanan) ngopi bareng bersama wartawan, Minggu sore (4/12) di Padang,
Kalapas Suliki, Kamesworo (empat dari kanan) ngopi bareng bersama wartawan, Minggu sore (4/12) di Padang,
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Suliki, Kamesworo menyempatkan diri bertemu wartawan di Kota Padang, Minggu sore (4/12/2022). Mantan Kasi Binadik Lapas IIA Karawang Jabar ini, memang baru saja bertugas di Kabupaten Limapuluh Kota, menggantikan Irdiansyah Rana. Sertijab keduanya dilakukan 9 November 2022 lalu, dipimpin Kepala Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, R Andika Dwi Prasetyo.

“Kita berencana mewujudkan pesantren di Lapas Suliki, atau menerapkan pembinaan warga binaan berbasis pondok pesantren. Berbagai materi pembelajaran, sarana dan prasarananya, tentunya dipersiapkan dulu. Kita akan melakukan penjajakan kepada stakeholders terkait seperti Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Limapuluh Kota, MUI, Kapolresta, dan lainnya,” ungkap Kamesworo kepada wartawan di Damar Shaker Padang.

Mantan Kasi Binadik Lapas IIA Karawang itu terlihat bersemangat untuk mewujudkan pesantren di Lapas Suliki. ‘’Pekerjaan dan tugas sebagai Kalapas bagi saya adalah amanah. Seperti saya sampaikan saat sertijab, saya akan meneruskan apa yang sudah baik selama ini di Lapas Suliki, dan akan terus menjadikan Lapas Suliki lebih baik lagi ke depannya,” ujar Kamesworo, yang datang bersama istrinya, Nurhayati (Noy), dan dua pegawai Lapas Suliki.

Sembari ngopi bareng wartawan, Kamesworo juga melontarkan ide untuk menghapus tato warga binaan. “Sejalan dengan pesantren di Lapas Suliki, kita juga ingin warga binaan bebas tato. Kita usahakan bisa memperoleh atau mendatangkan peralatan laser untuk menghapus tato tersebut,” ungkapnya.

Kamesworo berharap pesantren di Lapas Suliki tidak butuh waktu lama untuk mewujudkannya. “Apalagi bulan suci Ramadan 1444 Hijriyah sudah dekat, yakni Maret 2023. Saya sudah bayangkan semaraknya pelaksanaan pesantren ini di Lapas Suliki,” ujarnya. (hsn) Editor : Hendra Efison
#Kalapas Suliki Kamesworo #Kalapas Kamesworo #Lapas Kelas III Suliki #Alat Hapus Tato #Pesantren di Lapas Suliki