Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kerusakan Jalan di Taeh Baruah Semakin Parah, Perbaiakn Terancam Gagal

Arfidel Ilham • Senin, 3 Februari 2025 | 12:45 WIB

Ilustrasi jalan rusak. (Jawapos)
Ilustrasi jalan rusak. (Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kepastian perbaikan jalan di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, yang sudah lama rusak, kini terancam tertunda.

Rencana perbaikan yang telah disusun berisiko gagal terealisasi karena adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi APBN dan APBD.

Hal ini memunculkan kekhawatiran akan memperburuk kondisi jalan yang semakin parah. Sebagai bentuk protes atas lambannya respons pemerintah, warga setempat menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang.

“Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun, tetapi belum ada tindakan nyata. Kami tanam pohon pisang sebagai sindiran kepada pemerintah,” ujar salah satu pengguna jalan, Uliadi, beberapa waktu lalu.

Kondisi jalan yang rusak parah ini menjadi viral setelah diunggah oleh warga ke media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat lubang besar yang hampir menutupi seluruh badan jalan, genangan air, dan pohon pisang yang ditanam di dalamnya.

Unggahan ini mendapat beragam reaksi dari netizen, yang mayoritas menyayangkan lambannya penanganan pemerintah terhadap masalah ini.

Kerusakan paling parah terjadi di Jorong Kubu Gadang, terutama di sepanjang 100 meter setelah lapangan sepak bola hingga dekat masjid dan tower.

Kedalaman lubang yang mencapai 0,5 meter menyebabkan kerusakan yang semakin parah, terutama pada musim hujan. “Dulu sempat ditimbun secara swadaya oleh Karang Taruna, tapi jalan kembali berlubang karena hujan,” kata Uliadi menambahkan.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Limapuluh Kota, Nopriadi Syukri, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Fadliansyah, menjelaskan bahwa perbaikan jalan Taeh Baruah sudah dianggarkan sekitar Rp 1 miliar pada tahun 2025.

Namun, pelaksanaan perbaikan masih tergantung pada kebijakan efisiensi anggaran yang diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

“Kami sudah merencanakan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan ini, namun efisiensi anggaran yang diatur dalam Inpres ini bisa berdampak pada keputusan akhir. Kami masih menunggu kepastian apakah proyek ini bisa dilanjutkan,” jelas Fadliansyah, Rabu malam.

Masyarakat setempat berharap pemerintah segera memberikan kepastian tentang tindak lanjut perbaikan jalan tersebut.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan yang ada dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan semakin memperburuk kondisi infrastruktur di daerah tersebut. (fdl)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Taeh Baruah #Nopriadi Syukri #Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota #jalan rusak