Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Penghubung Payakumbuh–Lintau Diperbaiki, Bertahun-tahun Dibiarkan Rusak

Syamsu Ridwan • Senin, 21 April 2025 | 17:00 WIB

MULAI DIKERJAKAN: Alat berat mulai bekerja di ruas Jalan Payakumbuh–Lintau yang rusak parah, kemarin. Proyek perbaikan ini menandai langkah awal perbaikan infrastruktur.(SY RIDWAN/PADEK)
MULAI DIKERJAKAN: Alat berat mulai bekerja di ruas Jalan Payakumbuh–Lintau yang rusak parah, kemarin. Proyek perbaikan ini menandai langkah awal perbaikan infrastruktur.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Setelah bertahun-tahun rusak parah dan menjadi keluhan warga, perbaikan Jalan Payakumbuh–Lintau akhirnya dimulai.

Jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar kecamatan bahkan antar kabupaten ini tengah diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, meski baru sepanjang 1,3 kilometer dari total panjang yang rusak.

Kerusakan jalan yang membentang dari Kecamatan Luhak hingga Kecamatan Lareh Sago Halaban selama ini tak hanya menyulitkan pengendara, tetapi juga memicu keresahan warga.

Beragam aksi protes hingga sindiran pun kerap dilayangkan sebagai bentuk kekecewaan atas lambannya penanganan. Kini, harapan mulai terlihat. Sejumlah alat berat telah beroperasi di lokasi sejak pertengahan Maret.

Proyek senilai lebih dari Rp12,3 miliar ini ditargetkan rampung dalam 180 hari kerja, dengan metode pengerasan beton.

“Alhamdulillah, perbaikan sudah mulai sejak 19 Maret lalu untuk sepanjang 1 kilometer 300 meter. Kontraknya berakhir 5 September nanti,” ujar Ikhsan, pelaksana lapangan dari PT Arpex Primadhamor, selaku kontraktor pelaksana.

Menurut Ikhsan, pekerjaan telah dimulai dengan penutupan lubang-lubang di sepanjang jalur rusak, dan akan segera berlanjut ke tahap pengaspalan beton.

Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan diberlakukan sistem buka-tutup jalan, terutama saat pengerjaan saluran drainase dan lantai kerja dimulai.

Meski begitu, perbaikan ini dinilai masih jauh dari kata cukup. “Kami tentu berterima kasih. Tapi jalan yang diperbaiki ini baru secuil dari panjang jalan yang rusak,” kata Ady, 35, warga Kecamatan Lareh Sago Halaban, yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut.

Menurut Ady, kerusakan jalan telah lama menjadi “luka” kolektif warga dan pengguna jalan. Genangan air saat musim hujan, debu tebal di musim panas, hingga kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan adalah risiko yang harus ditanggung setiap hari.

“Masalahnya bukan cuma di permukaan jalan, tapi juga pada truk-truk tambang bermuatan berat yang lalu lalang tanpa pengawasan. Kalau jalan tidak dibarengi dengan pembatasan muatan, ya rusak lagi nanti,” pungkasnya.

Meski belum menyentuh keseluruhan ruas rusak, langkah ini menjadi titik awal perbaikan infrastruktur yang telah lama dinantikan.

Kini, masyarakat berharap, proyek ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan awal dari komitmen nyata pemerintah dalam membenahi akses vital antar wilayah. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Jalan Payakumbuh Lintau #perbaikan jalan #Lareh Sago Halaban