PADEK.JAWAPOS.COM-Memasuki musim hujan dengan intensitas yang semakin meningkat, Satuan Lalu Lintas Polres Limapuluh Kota kembali mengimbau para pengendara yang melintasi jalur Sumbar–Riau agar meningkatkan kewaspadaan.
Jalur penghubung antarsprovinsi tersebut tercatat sebagai salah satu ruas paling rawan longsor di Sumatera Barat, terutama pada sejumlah titik yang kerap terdampak.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, melalui Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota, Iptu Zarwiko Irzal, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memantau sedikitnya 10 titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut.
“Untuk wilayah Sumbar–Riau, yang berada dalam pengawasan Polres Limapuluh Kota, terpantau kurang lebih sepuluh titik longsor,” ujarnya.
Titik-titik rawan itu tersebar mulai dari wilayah Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Kota Baru, hingga ke kawasan Flyover Kelok Sembilan, termasuk jalur yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Kelok Tujuh Belas.
Kondisi geografis berupa tebing curam serta kontur tanah yang labil membuat kawasan tersebut rentan mengalami longsor saat hujan deras.
Iptu Zarwiko Irzal juga memberikan imbauan khusus kepada seluruh pengendara yang melintas pada musim hujan ini.
“Kami dari Satuan Lalu Lintas Polres Limapuluh Kota mengimbau kepada pengendara atau pengemudi untuk tetap berhati-hati, mengingat wilayah kita rawan longsor. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, pengendara diimbau untuk mencari tempat parkir atau rest area sementara,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa risiko semakin meningkat pada malam hari. “Akhir-akhir ini intensitas hujan cenderung terjadi mulai sore hingga malam hari. Sementara itu, di sepanjang titik rawan longsor, penerangan jalan masih minim. Itu sebabnya kami minta pengendara benar-benar waspada,” tuturnya.
Beberapa bulan lalu, kawasan Jembatan Layang Kelok Sembilan sempat mengalami longsor yang menyebabkan akses Payakumbuh–Pekanbaru harus ditutup total untuk beberapa waktu.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa jalur strategis ini memiliki sejumlah titik yang sangat rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan meningkat.
Polres Limapuluh Kota bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan situasi lapangan untuk memastikan keamanan pengguna jalan.
“Kewaspadaan pengendara tetap menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan atau tertimbun material longsor,” pungkasnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia