PADEK.JAWAPOS.COM-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (25/11) sore hingga malam hari mengakibatkan sejumlah bencana di beberapa titik.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan akibat pohon tumbang dan angin kencang. Selain itu, satu ruas jalan provinsi juga tertutup material longsor.
Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Arie Kurniawan, mengatakan seluruh kejadian terjadi dalam rentang waktu berdekatan, dipicu hujan deras disertai angin kencang.
Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 17.00 di Kosiak Rampung, Jorong Sungai Mangkirai, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah milik Pipi Aprilia.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Setelah laporan masuk, masyarakat bersama perangkat nagari langsung melakukan gotong royong membersihkan material pohon,” jelas Arie.
Ia menambahkan, pohon berukuran besar tersebut merusak bagian atap serta dinding rumah. Beberapa warga terlihat melakukan pembersihan sambil memotong batang pohon yang melintang di atap bangunan.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, angin kencang juga merusak rumah warga lainnya di Jorong Koto Panjang, Nagari Pandam Gadang.
“Rumah milik Aprida Wati mengalami kerusakan pada bagian atap yang terangkat dan terlepas akibat hembusan angin kuat,” ujarnya.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, penghuni rumah terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
Longsor Tutup Jalan Tan Malaka Km 60
Bencana lain terjadi pada malam hari, Senin (24/11), sekitar pukul 19.30, di ruas Jalan Tan Malaka Km 60, jalur penghubung Pasar Koto Tinggi menuju Pua Data.
“Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor yang menutup seluruh badan jalan,” ujar Arie.
Material longsor berupa tanah dan batu membuat jalan provinsi tersebut tidak dapat dilewati kendaraan. Arie menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Sumbar untuk penanganan alat berat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PU Provinsi untuk pengerahan alat berat agar akses bisa dibuka secepatnya. Saat ini pengguna jalan diimbau mencari jalur alternatif,” katanya.
Arie mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung. Wilayah dengan kontur tebing curam, pohon besar, dan bangunan yang rentan angin menjadi titik yang harus mendapat perhatian lebih.
“Kami minta warga menjauhi area rawan longsor dan segera melapor jika melihat tanda-tanda bencana. BPBD akan terus siaga,” tutupnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia