Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua Warga Situjuah Jadi Korban Galodo Padangpanjang, Satu Masih Dicari

Syamsu Ridwan • Senin, 1 Desember 2025 | 12:20 WIB

TURUT BERDUKA: Anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky bersama tokoh masyarakat Situjuah Batua melayat ke rumah duka almarhum M. Rafi Bakri di Jorong Lakuang, Minggu (30/11).
TURUT BERDUKA: Anggota DPRD Limapuluh Kota M. Fajar Rillah Vesky bersama tokoh masyarakat Situjuah Batua melayat ke rumah duka almarhum M. Rafi Bakri di Jorong Lakuang, Minggu (30/11).

PADEK.JAWAPOS.COM-Bencana galodo yang terjadi di kawasan Jembatan Kembar Padangpanjang, Kamis (27/11), menyebabkan duka mendalam bagi warga Jorong Lokuang, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dua warga setempat, Muhammad Rafi Bakri, 25 dan Gustiardi alias Ujang Cabiak, 50, ikut menjadi korban. Rafi dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu malam (29/11), sementara Gustiardi masih dalam pencarian.

Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Partai Golkar, M. Fajar Rillah Vesky, melayat ke rumah duka Rafi di Jorong Lakuang, Minggu (30/11).

Ia hadir bersama Kepala Jorong Lakuang, Romel S. Fernandes Dt Tan Marajo; Ka Ampek Suku Nagari Situjuah Batua, YK Dt Kali Bandaro; Bhabinkamtibmas Nagari Situjuah Batua, Iptu Ferry HM, tokoh masyarakat Y Dt Panjang Linmas Nagari Arfizon serta Kepala Jorong Atas S Ladang Laweh, Riswan Karanai.

“Kita ikut berduka cita atas meninggalnya M. Rafi Bakri, warga Nagari Situjuah Batua, dalam musibah banjir bandang atau galodo di kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang. Semoga keluarga diberi ketabahan. Kita juga mengapresiasi perantau IKSB Padang, terutama mantan Kapten Tim Semen Padang FC, Endra ‘Mamak’ Mahyuni Dt Singo Nan Putiah yang mengurus pemulangan jenazah dari Padang ke Situjuah Batua,” ujar M. Fajar Rillah Vesky, didampingi YK Dt Kali Bandaro dan Romel S. Fernandes Dt Tan Marajo.

Sebelum melayat, Fajar Rillah Vesky yang tengah mengisi masa reses DPRD turut hadir dalam prosesi pemakaman Rafi Bakri yang diikuti ratusan masyarakat.

Turut hadir Kajari Payakumbuh, Ulil Amri, yang merupakan putra Situjuah Batua, serta tokoh-tokoh masyarakat seperti Sesderfi Dt Singo, H. Zul’aidi, Darussalim Dt Paduko Sindo, Supriadi Dt Rangkayo Mulie, Dt Pemo Nan Kuniang, Seknag Firdaus, Kepala Jorong Tepi Salmi, Datuak Monti, Dewi Mahyuni, dan lainnya.

Kepala Jorong Lakuang, Romel S. Fernandes Dt Tan Marajo, menjelaskan bahwa Rafi sehari-hari bekerja di perusahaan yang menangani jaringan seluler atau kabel optik.

Ia bekerja bersama Gustardi alias Ujang Cabiak, warga Padang Panjang yang beristri orang Situjuah Batua dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Rafi.

“Saat galodo terjadi di kawasan Jembatan Kembar Padangpanjang pada Kamis (27/11), Rafi dan Gustardi berada di lokasi tersebut. Setelah kejadian, mereka putus kontak dengan keluarga dan perusahaan. Pencarian dilakukan hingga diketahui Rafi telah meninggal dunia dan jenazahnya berada di RS Bhayangkara Padang. Sementara Gustardi masih dalam pencarian,” ujar Romel Dt Tan Marajo.

Ia menambahkan bahwa sebelum jenazah Rafi dipulangkan dari RS Bhayangkara Padang ke Situjuah Batua, ambulans yang membawanya mengalami kecelakaan di kawasan Sitinjau Lauik.

Ambulans kemudian diganti untuk melanjutkan perjalanan. Akibat kecelakaan itu, ayah Rafi mengalami luka cukup serius dan harus menjalani operasi di Padang setelah prosesi pemakaman.

“Kita mendoakan ayah Rafi agar cepat sembuh. Kita juga berharap Gustardi yang masih hilang segera ditemukan. Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, karena Rafi dan Gustardi adalah warga Limapuluh Kota meski musibah terjadi di wilayah Jembatan Kembar Padang Panjang,” kata Romel S. Fernandes Dt Tan Marajo. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Situjuah Batua #M Fajar Rillah Vesky #Galodo #dprd limapuluh kota